kesehatan

Balita 1,5 Tahun Ini Kesakitan Tiap Mandi, Orang Tuanya Sampai Takut

Asri Ediyati 01 Mar 2018
Balita 1,5 Tahun Ini Kesakitan Tiap Mandi, Orang Tuanya Sampai Takut/ Foto: thinkstock Balita 1,5 Tahun Ini Kesakitan Tiap Mandi, Orang Tuanya Sampai Takut/ Foto: thinkstock
Jakarta - Ini cerita tentang Ivy Angerman. Gadis cilik yang masih berusia 18 bulan ini punya alergi yang tak biasa. Meskipun ia terlihat menggemaskan, selalu happy dan suka bermain, namun jika setetes air mengenai tubuhnya, ia akan mengalami ruam parah. Kasihan kamu, Nak.

Semuanya berawal saat Ivy mandi. Ia tiba-tiba menjerit seolah-olah ada sesuatu yang menyiksanya. Hal ini sampai membuat orang tuanya, Brittany dan Dan Angerman, benar-benar bingung. Pada bulan-bulan berikutnya, dia mulai menunjukkan reaksi setiap kali tubuhnya bersentuhan dengan air. Orang tuanya pun mulai takut dan bertanya-tanya, "Ada apa ya dengan Ivy?".

"Kami bingung dengan apa yang bisa menyebabkan Ivy mendadak takut air. Setelah mencoba segala hal dari berbagai sampo dan sabun untuk memandikannya di lokasi yang berbeda, kami akhirnya mencari pertolongan medis dan terkejut saat mengetahui bahwa Ivy telah mengalami alergi parah terhadap air," ujar Dan dikutip dari Cafe Mom.


Reaksi alergi yang dialami seusai mandi dialami sejak Ivy merayakan ulang tahunnya yang pertama. Hingga kemudian kondisi tersebut berlangsung lebih parah.

"Kami menyentuh dan mengonsumsi air sepanjang hari, 70 persen tubuh kita adalah air. Kini, bayangkan kalau kita tidak bisa melakukan semua aktivitas sehari-hari yang kita nikmati dan hal yang remeh seperti mandi, berenang, hujan-hujanan, dan cuci tangan," tulis Brittany di Facebook.

"Putri saya baru saja didiagnosis dengan penyakit langka ini, urtikaria aquagenic. Kondisi ini dikatakan hanya memengaruhi satu dari setiap 23 juta orang di dunia," sambungnya.

Dokter yang memeriksa Ivy percaya bahwa dia adalah salah satu pasien termuda yang memiliki urtikaria aquagenik alias alergi air. Menurut Genetic and Rare Disease Research Center, kondisi langka ini menyebabkan gatal-gatal dan berkembang dengan cepat setelah kulit seseorang bersentuhan dengan air.

"Sebagai seorang ayah, ini benar-benar menghancurkan hatiku," ucap Dan dikutip dari Fox 9.

Dokter menjelaskan kepada Brittany dan Dan bahwa gejala ini biasanya mulai terlihat selama masa remaja. Pakar hanya mengetahui sekitar 50 kasus yang tercatat dalam kondisi ini, dan mereka nggak menyangka hal ini bisa terjadi pada bocah yang masih sangat muda seperti Ivy.

Dokter memperingatkan orang tua Ivy bahwa kondisi ini bisa bertambah buruk seiring bertambahnya usia. Mungkin itu benar, karena Brittany bilang, wajah Ivy pun akan membengkak karena air matanya sendiri.


"Dia dulu suka mandi dan sekarang dia menjerit dan menolak saat kami mau memandikannya. Rasanya seperti luka bakar, dia berkeliaran dan menjerit kepanasan," kata sang ibu.

Kata Brittany, jika sudah sangat buruk, Ivy nggak bisa mandi selama lebih dari 15 detik. Karena diagnosisnya, orang tua Ivy telah membatasi waktu mandi jadi dua kali seminggu saja. Nggak cuma itu, mereka juga mencoba menghindarkan Ivy dari aktivitas yang membuatnya kotor, seperti bermain di luar. A

yah dan ibunya juga mencoba untuk melawan alergi Ivy dengan pindah ke rumah baru yang memiliki air jernih dan udara sentral untuk mencegahnya berkeringat.

Hingga kini alergi air masih belum ada obatnya, jadi Ivy bergantung pada antihistamin untuk membantu membatasi reaksi alerginya. Obat ini membantu menahan reaksi pada Ivy dan hanya bisa berlangsung dari 15 menit sampai satu jam.

Namun, orang tuanya mengkhawatirkan efek jangka panjang obat tersebut. Ivy awalnya mengonsumsi antihistamin dua kali sehari, tapi tubuhnya sudah mulai menunjukkan kekebalan pada obat tersebut, jadi sekarang dia hanya mengonsumsinya pada saat ia mandi.

Cepat sembuh ya, Ivy! (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi