MENYUSUI
Biaya Menyusui jika Diuangkan dalam Bentuk Rupiah Menurut Pakar, Capai Ratusan Juta Bun!
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Rabu, 18 Sep 2024 11:10 WIBMenyusui mungkin tampak sederhana dan minim biaya. Padahal, biaya menyusui jika diuangkan dalam bentuk rupiah menurut pakar capai ratusan juta, Bunda.
Banyak orang tak menyadari bahwa menyusui merupakan sebuah investasi besar dan jangka panjang untuk kemaslahatan anak. Bahkan, jika dikalkulasi dengan angka tentunya biayanya tak terhingga ya Bunda. Peneliti dari Yale Medicine menghitung berapa biaya untuk menyusui anak selama setahun dan jumlahnya mungkin mengejutkan.
Menurut laporan yang dipelopori Sarah Mahoney, mahasiswa Yale Medicine, menetapkan nilai dolar untuk aspek menyusui dengan ASI, termasuk makanan tambahan, perlengkapan pompa ASI, suplementasi vitamin D, dan waktu. Dalam setahun, menyusui membebani keluarga hingga USD11 ribu atau sekitar 169 juta.
Ya, topik laktasi memang sangatlah menyentuh sisi emosional seseorang. Masalah besarnya ialah banyak orang yang menyusui langsung dan memandang peralihan ke susu formula sebagai kegagalan pribadi karena kita hidup dalam budaya yang cenderung dianggap malu, apa pun jalan yang diambil.
Dan, berbicara mengenai menyusui, sebenarnya ini merupakan sebuah perjuangan besar dengan segala biayanya yang tak terhingga bahkan ditaksir angkanya mencapai US$11 ribu atau sekitar Rp168 juta yang sebenarnya itu ialah biaya pribadi. Menyusui secara langsung bukanlah menyangkut sebuah produk, juga bukan tindakan individu. Ini adalah proses yang dipelajari, dan tanggung jawabnya harus berada di tangan masyarakat dan sistem.
Di AS, sekira 83,2 persen ibu menyusui memulai proses menyusui saat bayinya lahir dan 24.9 persen masih memberikan ASI eksklusif kepada bayi mereka pada usia enam bulan. Angka inisiasi terendah terjadi pada orang tua kulit hitam, dengan 60 persen memulai sejak lahir seperti dikutip dari laman Parents.
Menyusui memang sangat simpel dan terkesan tidak mengeluarkan modal alias gratis. Padahal, menyusui itu mahal. Berikut ini rincian yang ditemukan Mahoney dan tim peneliti tentang biaya menyusui:
1. Perlengkapan
Terbatas pada perlengkapan memompa seperti kantong susu (bukan perlengkapan yang bagus seperti baju dan bantal menyusui sebesar hingga US$445 atau sekitar Rp7 juta per tahun.
2. Makanan
Para peneliti dan the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengakui bahwa sulit untuk memberikan kebutuhan kalori yang tepat untuk menyusui karena bervariasi berdasarkan usia, tingkat aktivitas, dan metabolisme.
Namun, pada akhirnya seperti olahraga, produksi ASI, semuanya itu membakar energi. Jadi, busui disarankan untuk mengisinya kembali, sebagian untuk membantu pasokan. Rekomendasi umum dari CDC adalah tambahan 330-400 kalori setiap hari. Para peneliti memperkirakan total biaya tahunan sebesar US$508,32 atau sekitar Rp7 juta.
3. Vitamin D
Bayi yang disusui dan orangtua mereka yang menyusui memerlukan suplementasi vitamin D, sesuatu yang tidak dibutuhkan oleh bayi yang mengonsumsi sedikitnya 32 ons susu formula. Para peneliti memperkirakan harga tahunan suplementasi ini sebesar US$73 atau sekitar Rp1 juta.
Dari semua keperluan tersebut, itu berarti sekitar US$706,32 - US$1.026,32 per tahun capaian total biayanya. Jadi, bagaimana kemudian bisa ditaksir mencapai US$11 ribu? Itu dikarenakan ada tambahan waktu yang dihabiskan untuk menyusui. Ada pepatah, menyusui hanya gratis jika kamu merasa waktu seorang perempuan tidak berharga.
"Penyumbang terbesar untuk menyusui adalah biaya dan peluang," kata Mahoney. "Saya pikir itu sangat sulit dipahami orang. Kita cenderung tidak memikirkan waktu dalam bentuk dolar dan sen. Karena waktu itu tidak gratis."
Mengenai hal tersebut, Mahoney punya pendapat tersendiri. Para peneliti menggunakan upah minimum sebesar USD7.25 dan mengalikannya dengan tiga atau empat, yang merupakan jumlah jam yang dibutuhkan per hari untuk menyusui secara langsung atau memeras ASI. Total biaya adalah USD21,75 - USD29 per hari, atau USD7.938,75 - USD10.585 per tahun.
Di luar hasil tersebut, studi ini memang memiliki beberapa kelemahan karena peneliti tidak memperhitungkan waktu yang dibutuhkan orangtua yang seharusnya menyusui dan memberikan susu formula jika persediaan ASI-nya terbatas dan mensterilkan bagian-bagian perlengkapan menyusui.
Mahoney mengatakan bahwa penulis melihat apa yang benar-benar diperlukan untuk ibu yang menyusui. Karena, setiap pengasuh yang berkualifikasi dapat memberikan susu formula kepada anak melalui botol, menemukannya, dan membelinya.
"Dalam pemberian susu formula, (orangtua yang menyusui) akan menanggung sebagian biaya tersebut dalam hal waktu, tetapi itu tidak selalu diperlukan," kata Mahoney.
Sedianya, memilih faktor mana yang akan dimasukkan dalam analisis merupakan salah satu tantangan terbesar, dan beberapa orang skeptis tentang apakah perlu menghitung biaya menyusui atau tidak.
Namun, menghitung jumlah pengeluaran adalah hal yang wajar bagi ekonom seperti dirinya dan menurutnya ini merupakan langkah awal yang penting untuk memungkinkan lebih banyak orang menyusui. "Menyusui memiliki banyak manfaat positif selain yang dapat diukur secara langsung," katanya seperti dikutip dari laman Yalealumnimagazine.
Mahoney berharap penelitian ini menjangkau lebih banyak orang daripada sekadar sesama ekonom. "Penelitian ini awalnya ditujukan untuk dokter," katanya. Secara khusus, ia berharap penelitian ini membantu dokter untuk memberi saran yang lebih baik kepada pasien mereka tentang cara mengelola biaya terkait menyusui.
Ia juga berharap para pembuat kebijakan akan memperhatikan biaya yang sangat besar yang ia hitung dan membuat kebijakan baru untuk meringankan beban keuangan. "Menentukan jumlah dolar untuk sesuatu adalah cara untuk menginspirasi tindakan," katanya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
3 Obat Maag yang Bisa Dikonsumsi Ibu Menyusui
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Cara agar Si Kakak Tetap Anteng saat Bunda Menyusui Si Kecil
6 Manfaat Menyusui, Salah Satunya Cegah Depresi Usai Melahirkan Bun
Tips Agar Bunda Selalu Fit Selama Menyusui
Menyusui Bisa Menghemat Rp 37 Juta dalam 6 Bulan Lho
TERPOPULER
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Apa Itu Tedak Siten? Tradisi Budaya yang Dijalani Arash Anak Thariq Halilintar
-
Beautynesia
4 Manfaat Jalan Kaki Mundur yang Tidak Diketahui Banyak Orang
-
Female Daily
Goodbye Bibir Kering! 3CE Velvet Plush Lip Tint Hadir dengan Tekstur Velvet Super Nyaman
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Pesona Maia Estianty Berkebaya Hitam, Pancarkan Aura Cantik Wanita Indonesia
-
Mommies Daily
Tips Berhubungan Intim saat Puasa, Kapan Waktu yang Tepat?