HaiBunda

MENYUSUI

Apakah Ibu Menyusui Boleh Tidak Puasa? Ketahui Hukum, Efek & Cara Menggantinya Menurut Islam

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Jumat, 06 Mar 2026 07:20 WIB
Apakah ibu menyusui boleh tidak puasa?/Foto: Getty Images/Pornpimon Rodchua
Jakarta -

Pertanyaan apakah ibu menyusui tidak boleh puasa seringkali menjadi dilema tersendiri. Tak sedikit ibu menyusui yang merasa ragu, terutama karena khawatir puasa dapat mempengaruhi kondisi tubuhnya sekaligus pemberian ASI untuk Si Kecil.

Namun, karena berpuasa Ramadhan merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim, banyak ibu menyusui yang tetap ingin menjalankannya. Lantas, mari kita simak penjelasan hukum puasa bagi ibu menyusui dan apa saja efeknya bagi Bunda dan Si Kecil berikut ini.

Hukum ibu menyusui tidak puasa

Pada kondisi tertentu, Islam akan memberikan keringanan hukum (rukhsah) kepada umat-Nya, termasuk ibu hamil dan menyusui. Dalam syariat Islam yang dikutip dari buku Menyusui dan Menyapih dalam Islam karya Tim Indscript Creative, ibu hamil dan menyusui tidak diwajibkan untuk berpuasa. Namun, mereka wajib untuk menggantinya di hari lain dengan qadha atau fidyah.


Hal ini  disampaikan oleh Allah SWT dalam firmannya, yakni surah Al-Baqarah ayat 185, yang berbunyi:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ 

“Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

Selain itu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Anas bin Malik Al Ka’bi ra, beliau berkata:

"Kuda Rasulullah SAW lari kepada kami, lalu aku mendatangi beliau dan mendapati beliau sedang sarapan. Beliau berkata, 'Mendekat dan makanlah!' Aku menjawab, 'Aku sedang puasa.' Lalu beliau berkata, 'Mendekatlah, aku akan memberitahumu tentang puasa. Sesungguhnya Allah Ta'ala telah menggugurkan puasa bagi musafir dan juga bagi wanita hamil atau menyusui.'" (HR. Tirmidzi)

Jadi, apakah ibu menyusui boleh tidak puasa?

Berdasarkan firman dan dalil tersebut, ibu yang menyusui tetap bisa berpuasa apabila hal tersebut tidak berbahaya untuk kesehatan diri sendiri dan Si Kecil. Namun, bila Bunda mengkhawatirkan kesehatan dan memilih tidak berpuasa, wajib hukumnya untuk mengganti puasa tersebut di kemudian hari.

Adakah efek pada bayi jika ibu menyusui puasa?

Berpuasa saat menyusui memerlukan pertimbangan yang matang, terlebih bagi Bunda yang memiliki bayi di bawah 6 bulan dan masih menjalani ASI eksklusif. Pada masa ini, seluruh kebutuhan nutrisi bayi bergantung pada ASI, Bunda.

Menurut seorang dokter sekaligus konselor laktasi bernama dr. Anisa Nur Rahma, produksi ASI bisa terpengaruh jika asupan kalori dan cairan ibu berkurang. Namun, Produksi ASI tetap aman selama kebutuhan nutrisi dan cairan tercukupi.

Sementara itu, bila Bunda terlalu lapar atau mengalami dehidrasi, kondisi tersebut akan memengaruhi suasana hati yang berdampak pada bayi. Karenanya, penting bagi Bunda untuk mengenali sinyal dehidrasi, seperti sensitif atau frekuensi buang air kecil yang berkurang.

Bila kondisi tersebut dibiarkan dan tanda-tanda tersebut terus muncul, sebaiknya Bunda segera berbuka dan tidak menunggu hingga produksi ASI menurun. Pastikan kebutuhan nutrisi dan cairan tetap terpenuhi, mulai dari berbuka hingga sahur.

Selain itu, penting untuk Bunda menjaga suasana hati, menyusui atau memompa ASI sesuai jadwal, dan jangan ragu untuk membatalkan puasa apabila kondisi tubuh tidak memungkinkan. Dengan begitu kesehatan Bunda dan bayi sama-sama terjaga.

Manfaat puasa bagi ibu menyusui

Berpuasa tidak hanya sekedar menjalankan salah satu ibadah di rukun Islam, Bunda. Lebih dari itu, berpuasa mampu memberikan segudang manfaat penting bagi kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa manfaat berpuasa bagi ibu menyusui menurut konselor ASI, dr. Ameetha Drupadi.

1. Pola makan menjadi lebih teratur

Dengan berpuasa, pola makan ibu menyusui akan menjadi lebih disiplin dan teratur. Sebab, Bunda harus mengatur waktu makan, jenis makanan, dan takaran makanan agar asupan gizi seimbang dan nutrisi pun tetap terpenuhi.

"Ketika kita teratur makan saat buka dan sahur, pola makan kita juga menjadi teratur. Jika pola makan teratur, gizi harian dapat terkontrol, sehingga metabolisme dan kesehatan jantung pun terjaga," jelas dr. Ameetha.

Selain itu, menahan lapar saat puasa juga dapat membantu Bunda menghindari kebiasaan makan sembarangan, lho. Saat tidak berpuasa, terkadang kita suka mengonsumsi makanan tanpa memperhatikan asupan gizinya, sehingga kesehatan dan produksi ASI Bunda menjadi terganggu.

2. Memperbaiki metabolisme tubuh

Terbatasnya asupan makanan saat berpuasa ternyata tidak mempengaruhi metabolisme tubuh, Bunda. Justru berpuasa dapat memperbaiki metabolisme tubuh karena secara tidak langsung kita memberi jeda waktu sistem pencernaan untuk beristirahat.

Selain itu, cadangan makanan yang tersimpan di dalam tubuh akan diproses menjadi energi. Oleh karena itu, tubuh tidak akan kekurangan energi sehingga ibu menyusui tetap aman selama berpuasa.

3. Menurunkan berat badan

Selain memperbaiki metabolisme tubuh, berpuasa juga dapat membantu menurunkan berat badan. Namun, apakah penurunan berat badan akan mempengaruhi ASI? Bila penurunannya ringan, hal tersebut tidak akan mempengaruhi produksi ASI, Bunda.

Meski begitu, Bunda harus menyertainya dengan pemberian asupan gizi yang cukup melalui makanan saat sahur dan berbuka. Dengan begitu, tubuh tetap sehat dan produksi ASI untuk Si Kecil tidak akan terganggu.

4. Membersihkan organ pencernaan

Seperti yang telah disampaikan bahwa sistem pencernaan akan beristirahat selama berpuasa. Karenanya, kinerja organ pencernaan seperti lambung dan usus menjadi lebih ringan dan memiliki banyak waktu untuk membersihkan diri dari racun serta limbah.

5. Mengontrol kadar kolesterol

Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah berpuasa dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. Selama berpuasa, Bunda cenderung mengurangi konsumsi makanan tidak sehat, sehingga kesehatan jantung lebih terjaga dan risiko kolesterol pun berkurang.

6. Menstabilkan emosi

Selain bermanfaat untuk kesehatan fisik, berpuasa saat menyusui juga bermanfaat untuk kesehatan mental, lho. Dengan berpuasa dapat mengurangi kadar hormon kortisol yang mempengaruhi respons tubuh terhadap stres sehingga emosi Bunda menjadi lebih stabil.

Ibu Menyusui Puasa/ Foto: HaiBunda/ Novita Rizki

Tata cara menghitung fidyah puasa bagi ibu menyusui

Fidyah berasal dari kata fadaa yang berarti mengganti atau menebus. Dalam konteks puasa, fidyah merupakan pengganti ibadah puasa bagi orang-orang tertentu yang tidak mampu berpuasa dan tidak wajib menggantinya di lain waktu.

Ketentuan tersebut tertuang dalam surah Al-Baqarah ayat 184, yang memiliki arti:

“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Beberapa kriteria orang yang diperbolehkan membayar fidyah antara lain:

  • Orang tua renta yang sudah tidak mampu berpuasa.
  • Orang dengan sakit parah yang kecil kemungkinan sembuh.
  • Ibu hamil atau menyusui yang khawatir akan kondisi diri atau bayinya (sebaiknya berdasarkan rekomendasi dokter)

Besaran fidyah menurut ulama

  • Menurut Imam Malik dan Imam Asy-Syafi’i: Fidyah yang dibayarkan sebesar 1 mud bahan makanan pokok (sekitar 0,75 kg atau ± 6–7 ons) per hari puasa yang ditinggalkan.
  • Menurut Ulama Hanafiyah: Fidyah sebesar 2 mud atau ½ sha’ (sekitar 1,5 kg bahan makanan pokok) per hari. Pendapat ini sering digunakan jika fidyah dibayarkan dalam bentuk beras.

Cara menghitung fidyah

Fidyah dibayarkan sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Misalnya, jika tidak berpuasa 30 hari, maka wajib membayar 30 takaran fidyah, Bunda.

Fidyah dapat diberikan kepada:

  • 30 orang miskin (masing-masing 1 takaran), atau
  • Beberapa orang saja (misalnya 2 orang, masing-masing menerima 15 takaran).

Menurut mazhab Hanafiyah, fidyah juga boleh dibayarkan dalam bentuk uang, dengan nilai yang setara harga makanan pokok sesuai takaran.

Berdasarkan SK Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) No. 07 Tahun 2023 untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, nilai fidyah dalam bentuk uang ditetapkan sebesar Rp60 ribu per hari per jiwa.

7 Tanda ibu menyusui harus membatalkan puasa

Berdasarkan syariat Islam dan literatur medis, ibu menyusui memang dibebaskan untuk memilih berpuasa atau tidak saat bulan Ramadhan. Meski begitu, keputusan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan Bunda dan kebutuhan Si Kecil.

Oleh karena itu, penting bagi Bunda memahami kapan tubuh menyanggupi berpuasa dan kapan sebaiknya harus membatalkan puasa. Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

  • Mulut terasa sangat kering
  • Merasa sangat haus berlebihan
  • Pusing atau kepala terasa ringan
  • Buang air kecil berwarna gelap
  • Lelah, lemah, atau stamina menurun drastis
  • Mood sangat sensitif atau mudah marah
  • Frekuensi buang air kecil berkurang

Apabila Bunda mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera membatalkan puasa agar kondisi tidak semakin memburuk. Dengan begitu, kesehatan Bunda dan bayi tetap terjaga.

9 Tips puasa untuk ibu menyusui yang aman agar ASI tetap lancar

Agar puasa Ramadhan dan proses menyusui tetap berjalan lancar, simak beberapa tips berikut ini, yuk!

1. Penuhi kebutuhan cairan harian

Selama berpuasa, kebutuhan cairan tubuh tidak memiliki perbedaan dengan hari biasa, yaitu sekitar 2 liter atau 8 gelas per hari. Cairan ini harus dipenuhi selama waktu berbuka hingga sahur agar ibu menyusui tidak dehidrasi. Konsumsi buah atau sayur untuk mendapatkan asupan cairan tambahan.

2. Istirahat yang cukup

Waktu istirahat yang ideal selama berpuasa adalah 6 sampai 8 jam setiap malam. Namun, jika waktu tidur malam belum cukup, Bunda bisa menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak di siang hari. Kelelahan akibat kurang istirahat dikhawatirkan akan mengganggu produksi ASI.

3. Konsumsi makanan yang bergizi

Pastikan makanan yang Bunda konsumsi saat sahur dan berbuka mencukupi kebutuhan gizi yang diperlukan oleh ibu menyusui. Bunda juga dapat menambahkan suplemen atau vitamin sesuai anjuran dokter agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dan produksi ASI terjaga.

4. Menyusui secara langsung

Menyusui secara langsung tanpa menggunakan alat dipercaya mampu menjaga keterikatan antara Bunda dan Si Kecil. Selain itu, bayi akan mendapatkan ASI yang cukup karena proses menyusui secara langsung membantu merangsang produksi ASI sesuai dengan kebutuhannya.

5. Melakukan konsultasi dengan dokter atau konselor ASI

Dokter dan konselor ASI dapat memberikan saran serta langkah terbaik bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa. Mereka akan menyesuaikan anjuran dengan kondisi kesehatan Bunda dan bayi, sekaligus membantu menjelaskan potensi risiko serta cara mengatasinya.

6. Kurangi aktivitas yang berat

Di bulan Ramadhan, Bunda sebaiknya menghindari aktivitas aktivitas yang terlalu berat. Pasalnya, kelelahan dan stres dapat berdampak pada produksi ASI, sehingga pastikan istirahat tercukupi agar kondisi tubuh tetap terjaga.

7. Konsumsi ASI booster alami

Selain konsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka, Bunda juga bisa menambahkan camilan sehat yang berfungsi sebagai ASI booster alami selama bulan puasa. Beberapa pilihan ASI booster tersebut adalah kurma, susu, kacang almond, serta buah-buahan segar.

8. Hindari cuaca ekstrim, terutama panas

Berada di luar ruangan dengan cuaca panas ekstrim bisa membuat mulut terasa haus, Bunda. Bila terjadi saat berpuasa, maka dikhawatirkan akan menyebabkan dehidrasi karena kebutuhan cairan menjadi meningkat. Oleh karenanya, ibu menyusui perlu membatasi paparan cuaca panas selama berpuasa.

9. Hindari makanan pemicu haus saat sahur

Selama berpuasa, sebaiknya Bunda menghindari makanan yang terlalu asin, pedas, atau mengandung kafein saat sahur. Jenis makanan tersebut dapat memicu rasa haus lebih cepat di siang hari dan berpotensi mengganggu sistem pencernaan.

Demikian penjelasan serta jawaban dari pertanyaan apakah ibu menyusui boleh tidak puasa yang dilansir dari berbagai sumber keagamaan dan medis. Semoga informasi ini menjawab pertanyaan Bunda, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Diet saat Puasa, Ini 6 Cara Ampuh Lawan Perut Buncit

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Transformasi Audy Item Sukses Diet Turunkan BB, dari XXL Kini Jadi Langsing

Mom's Life Annisa Karnesyia

Daftar Nama Bayi Musim Semi yang Lagi Tren di Skotlandia

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

7 Tanda Orang Tua Narsis dan Dampaknya pada Si Kecil

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Sandra Odilifia

Ketahui Manfaat dan Risiko Melahirkan dengan Posisi Jongkok

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Ucapan Victoria dan David Beckham untuk Ultah Brooklyn di Tengah Perselisihan Keluarga

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ucapan Victoria dan David Beckham untuk Ultah Brooklyn di Tengah Perselisihan Keluarga

Ketahui Manfaat dan Risiko Melahirkan dengan Posisi Jongkok

Daftar Nama Bayi Musim Semi yang Lagi Tren di Skotlandia

7 Tanda Orang Tua Narsis dan Dampaknya pada Si Kecil

Transformasi Audy Item Sukses Diet Turunkan BB, dari XXL Kini Jadi Langsing

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK