MOM'S LIFE

Berapa Kali Minyak Goreng Bisa Digunakan?

Yuni Ayu Amida Jumat, 09 Nov 2018 - 09.03 WIB
Berapa Kali Minyak Goreng Bisa Digunakan? (Foto: Istimewa) Berapa Kali Minyak Goreng Bisa Digunakan? (Foto: Istimewa)
Jakarta - Sebagian orang sering menggunakan minyak goreng untuk beberapa kali penggorengan. Padahal pemakaian minyak goreng ada batasannya. Simak penjelasan ahli ini, yuk.

Kadang kita menggunakan minyak goreng berkali-kali untuk alasan menghemat biaya dapur. Namun hal ini dapat menimbulkan efek buruk untuk kesehatan. Menurut Bibi Chia, ahli diet utama di Raffles Diabetes & Endocrine Center, hindari penggunaan minyak goreng lebih dari dua kali. Ini karena penggunaan minyak terlalu sering dapat meningkatkan paparan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel-sel dalam tubuh.



"Vitamin dan antioksidan yang peka terhadap panas akan berkurang jika pemakaian (minyak goreng) terlalu sering," kata Bibi dilansir Shape.

Bibi menyarankan jika minyak sudah berubah warna menjadi gelap atau hitam, harus segera dibuang. Selain itu, minyak tidak boleh digunakan lagi ketika baunya sudah tengik atau ada gumpalan dan lengket.

Menurut dr. Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK (K), Kepala Departemen Medik Ilmu Gizi RSU Cipto Mangunkusumo, minyak goreng yang biasa kita gunakan adalah sumber minyak tidak jenuh ganda yang maksimal konsumsinya hanya 2 sampai 3 sendok makan saja sehari. Minyak tidak jenuh ganda artinya minyak yang memiliki ikatan rangkap ganda, sehingga jika kita panaskan ikatan rangkap tersebut menjadi hilang. Karena itu, paling ideal penggunaan minyak goreng adalah sekali.

"Semakin sering kita panaskan minyak tersebut akan semakin jenuh," jelas Fiastuti dikutip detikcom.

Sedangkan menurut Hardinsyah, MS. PhD selaku Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, minyak goreng bisa digunakan hingga tiga kali. Namun lebih baik jika digunakan satu kali saja dengan suhu di bawah 120 celcius.



Hardinsyah menambahkan, jangan sampai minyak yang sedang dipanaskan mengeluarkan asap karena minyaknya bisa berganti menjadi lemak jenuh. Kalau minyak tersebut menjadi jenuh maka ini akan menjadi sumber peningkatkan kadar kolesterol darah.
(yum/nwy)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi