Jakarta -
Netizen di media sosial, khususnya Twitter sedang ramai membicarakan klitih. Mereka membuat tagar #DIYdaruratklitih. Apa itu klitih?
Klitih diambil dari bahasa Jawa 'klithih' yang artinya mondar-mandir atau mencari sesuatu. Klitih merupakan aksi kejahatan di jalanan yang terjadi di wilayah Yogyakarta.
Ada beberapa fakta lain tentang klitih, Bun. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 fakta tentang klitih.
1. Memakan banyak korbanAda beberapa kasus
kejahatan di jalan yang dilakukan orang-orang yang tergabung dalam klitih. Salah satunya, kejadian yang menimpa seorang driver ojek online di Sleman.
Pada Sabtu (1/2/2020), pengemudi ojek online (ojol) bernama Enriko mengalami luka di wajah akibat sabetan senjata tajam. Ketika itu, ia sedang mengantarkan seorang penumpang.
"Saat korban melintas di Jalan Kabupaten itu, korban berpapasan pelaku dan langsung mengayunkan sejenis senjata tajam," kata Kanit Reskrim Polsek Gamping Iptu Tito Satria Perdana dikutip dari
detikcom.
Kasus kedua terjadi pada pria bernama Marsudi. Ia mengalami luka bacok di kepala bagian belakang.
Malam itu Marsudi sedang dalam perjalanan menuju tempat pemancingan. Lalu, menurut keterangan saksi, Marsudi dibacok oleh tiga orang pelaku.
2. Meresahkan wargaAksi klitih ini membuat warga, khususnya di Yogyakarta menjadi resah. Mereka khawatir dengan maraknya aksi kejahatan di jalan yang terjadi di daerah Yogyakarta.
"
Kenapa aku pilih jogja? Krna jogja itu aman. Tapi akhir2 ini masyarakat jogja sdng di takut kan dgn ada nya sekelompok orng yg berkeliaran dimalam hari membawa senjata tajam yg biasa di sebut klitih," tulis @Ikaanggiss di Twitter.
3. Jadi trending di TwitterNetizen mengungkapkan keresahan mereka lewat media sosial, terutama Twitter. Mereka bahkan sampai membuat tagar #DIYdaruratklitih di Twitter. Beberapa netizen juga memberi saran untuk langsung melapor ketika menemukan kejahatan di jalan.
"
Jika terjadi gerak gerik mencurigakan ataupun melihat adanya tindakan kriminal ( klitih ) langsung menghubungi nomor yang tertera," tulis @Azharceria10.
"
Ya ampun klitih di jogja keknya kudu di basmi deh. Jadi takut saia kalo main pulang malem,mana rumah gw di cangkringan atas:")," tulis @els0112.
4. Beberapa pelaku dibinaSejumlah kasus klitih telah diproses hukum oleh polisi. Para pelaku dibina di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas II Yogyakarta.
Kepala LPKA Klas II Yogyakarta, Teguh Suroso mengatakan, para pelaku menyesal dan merasa bersalah setelah melakukan kejahatan. LPKA berusaha membina para pelaku supaya nantinya tidak masuk ke dalam lingkungan yang mengajak klitih lagi.
5. Pelaku masih di bawah umurTeguh mengatakan bahwa semua pelaku yang dibina di LPKA masih duduk di bangku SMA. Ada banyak faktor kenapa mereka melakukan aksi tersebut.
"Ternyata banyak sekali faktornya, yang menonjol faktor kurang pengawasan dari orang tua," kata Teguh.
Bunda juga bisa simak cerita Shahnaz Haque yang merasa sebagai ibu gagal.
(sih/rap)