HaiBunda

MOM'S LIFE

Kata Psikolog agar Pernikahan Tak Goyah saat Hanya Istri yang Bekerja Seperti Jennifer Bachdim

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Kamis, 14 Sep 2023 09:45 WIB
Jennifer Bachdim/Foto: Instagram: @jenniferbachdim
Jakarta -

Menjaga keutuhan rumah tangga saat sang istri yang jadi pencari nafkah bisa saja tak mudah. Belum lama ini, isu terkait hal tersebut mulai banyak diperbincangkan saat Jeniffer Bachdim mengaku menggantikan peran suaminya sebagai pencari nafkah, Bunda.

Situasi berubah lantaran kontrak Irfan Bachdim untuk bermain sepakbola di klub Persis Solo sudah habis dan ia belum memilih klub baru lagi. Sejak Irfan memutuskan tidak perpanjang kontrak, Jennifer kini mengambil alih sebagai pencari nafkah untuk keluarganya.

Keputusan tersebut tak begitu saja diambil, Bunda. Keduanya memang sepakat untuk tidak hidup berjauhan lagi. Seperti yang diketahui, Jennifer bersama keempat anaknya kini menetap di Bali. Wanita 36 tahun sempat menjalani Long Distance Relationship (LDR) dengan Irfan karena sang suami bermain sepakbola di Solo.


"Jadi, dia main di Persis Solo tahun lalu, dan di tahun ini mereka mau memperpanjang kontrak. Tapi, di Solo susah banget untuk keluarga kami mencari rumah, kehidupan, dan sekolah. Jadi, kami memutuskan tidak usah lagi di Solo," kata Jennifer, dikutip dari kanal YouTube Melaney Ricardo, baru-baru ini.

Situasi rumah tangga yang tengah terjadi pada pasangan Jennifer dan Irfan Bachdim pun menarik perhatian publik. Pasalnya, banyak menuai pro dan kontrak karena sebagian orang beranggapan bahwa mencari nafkah adalah peran yang hanya dilakukan oleh seorang kepala rumah tangga atau suami.

Lalu bagaimana cara Bunda menghadapi situasi seperti yang Jennifer alami dalam rumah tangganya? Simak tanggapan Psikolog berikut ini.

Diskusikan peran pasangan dalam rumah tangga

Psikologis Klinis Dewasa, Alfath Hanifah Megawati, M.Psi mengatakan bahwa memang situasi tersebut bukan sesuatu yang direncanakan. Ia pun menambahkan bahwa hal itu sebenarnya perlu didiskusikan jauh sebelum merencanakan pernikahan, Bunda.

“Bahwa persiapan hal seperti ini tidak harus dilakukan saat menikah, justru harusnya dipersiapkan jauh sebelum kita memutuskan untuk menikah. Diskusi seperti peran uang dalam rumah tangga seperti apa, bagaimana pemasukan itu bisa didapatkan, bagaimana pengeluaran itu dialokasikan, siapa saja yang akan mengelola, masing-masing (pasangan) berperan apa,” ujar Alfath, kepada HaiBunda, Selasa (12/9/2023).

Menyesuaikan diri satu sama lain

Dalam setiap rumah tangga, masing-masing pasangan pastinya memiliki perannya masing-masing. Akan tetapi, ketika secara perannya berubah karena kondisi tertentu, masing-masing pasangan disarankan untuk menyesuaikan diri terlebih dahulu.

“Pada dasarnya, kita harus menyesuaikan diri satu sama lain, perannya lagi kita petakan,” ujar Alfath.

“Ketika ada sesuatu peran yang berubah, suami tadinya mencari nafkah kemudian tidak lagi, semuanya akan berdampak pada perempuan karena Si Perempuan ini pastinya akan jadi mengalokasikan energinya lebih besar untuk mencari nafkah untuk membantu keluarga,” sambungnya.

Oleh karena itu, disarankan untuk Bunda dan pasangan kembali lagi mendiskusikan perannya masing-masing dalam menjalani rumah tangga.

Saling memberikan dukungan emosional

Dukungan emosional dapat membantu seseorang mengatasi emosi dan pengalamannya serta menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian. Hal ini dapat membuat perbedaan besar terhadap kesehatan dan kebahagiaan seseorang.

“Jadi, bagaimana sih kita bisa saling memberikan emotional support yang klop satu sama lain kemudian masing-masing perlu menunjukkan bahwa mereka berupaya untuk memantaskan dan menyelaraskan diri dengan situasi yang ada dan berupaya untuk memperbaiki situasi,” tutur Alfath.

Bunda dan pasangan juga disarankan untuk saling menghargai usaha satu sama lain karena situasi tersebut tidak mudah dilewati dengan begitu saja.

Waspada dampak buruk pada kesehatan mental pasangan

Dalam beberapa kasus, mungkin situasi ini bisa membuat pasangan merasa stres, tidak adil, burnout, hingga depresi. Oleh karena itu, dibutuhkan keterbukaan dan komunikasi, serta rasa empati dari masing-masing pasangan untuk menghadapi hal ini.

Nah, itulah komentar psikolog terkait kondisi seperti yang sedang dijalani Jennifer Bachdim. Semoga ada pelajaran yang bisa diambil, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Tanda Gaslighting dalam Hubungan Pernikahan, Waspada Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar

Parenting Natasha Ardiah

Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Rahasia Kimmy Jayanti Berhasil Turunkan BB 13 Kg setelah Melahirkan Anak Ketiga

Kehamilan Amrikh Palupi

10 Cara Mendisiplinkan Anak agar Patuh Sejak Kecil Tanpa Hancurkan Harga Dirinya

Parenting Nadhifa Fitrina

Sering Cemas Tanpa Sebab? Waspadai 10 Makanan Ini

Mom's Life Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar

Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan

30 Resep Es Buat Buka Puasa, Minuman Segar Bisa untuk Ide Jualan

10 Cara Mendisiplinkan Anak agar Patuh Sejak Kecil Tanpa Hancurkan Harga Dirinya

Rahasia Kimmy Jayanti Berhasil Turunkan BB 13 Kg setelah Melahirkan Anak Ketiga

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK