MOM'S LIFE
15 Perlengkapan Rumah yang Bisa Jadi Pemicu Kanker
Arsitta Dwi Pramesti | HaiBunda
Minggu, 21 Apr 2024 10:45 WIBTahukah Bunda bahwa perlengkapan rumah dapat memicu kanker? Beberapa perlengkapan rumah seperti kulkas, lemari, meja, hingga sofa dapat membawa zat berbahaya penyebab kanker masuk ke dalam rumah lho, Bunda.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kandungan formaldehida yang ditemukan pada furnitur dapat bersifat karsinogenik. Kandungan formaldehida ini akan memicu kanker bagi Bunda yang terdampak. Selain itu, WHO juga menjelaskan bahayanya radon dan polesan yang terdapat pada peralatan rumah.
Radon, yang dapat ditemukan dalam granit, dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru jika Bunda terpapar dalam waktu yang cukup lama. Sedangkan polesan atau pernis dapat menyebabkan muntah, kelelahan, dan menstruasi tidak teratur.
Perlengkapan rumah tangga yang dapat memicu kanker
Melansir dari The Healthy, terdapat sejumlah perlengkapan rumah yang dapat memicu kanker, di antaranya.
1. Sofa
Banyak sofa, kasur, dan furniture empuk lainnya yang diberi TDCIPP, bahan tahan api yang bersifat karsinogen dan dapat menyebabkan kanker. TDCIPP sangat sering digunakan sebelum tahun 2013 sehingga sebuah penelitian di Duke University menemukannya dalam darah setiap orang yang mereka tes. TDCIPP juga merupakan salah satu dari sepuluh bahan kimia yang paling sering ditemukan dalam debu rumah tangga.
Bunda dapat memeriksa label sofa sebelum membelinya dan pastikan sofa yang Bunda miliki tidak mengandung TDCIPP atau bahan beracun lainnya.
2. Tirai dan karpet
Kadmium adalah produk sampingan karsinogenik dari asap rokok. Jika anggota keluarga merokok di dalam rumah, kadmium dan produk sampingan asap rokok lainnya mungkin menempel, terutama pada permukaan lembut seperti tirai dan karpet.
Hql ini sangat berbahaya karena anggota keluarga lain dapat menjadi perokok pasif dan terancam bahaya rokok yang sama kejamnya dengan perokok aktif.
3. Kursi kulit
Kromium (VI) merupakan karsinogen yang diketahui ditemukan pada kulit samak, furnitur kayu, pewarna dan pigmen tertentu yang digunakan dalam tekstil dan semen.
Untuk memberikan gambaran tentang prevalensi kromium VI, sebuah penelitian di Denmark menemukan bahwa hampir separuh sepatu dan sandal kulit impor mengandung karsinogen pada tingkat tertentu. Bunda dapat memperhatikan label dari kursi yang Bunda beli atau menanyakannya pada penjual.
4. Taman
Dioksin adalah karsinogen yang terbentuk sebagai produk sampingan kimia dan berakhir di tanah dan air kita. Dioksin dapat ditemukan pada debu di rak, kotoran di lantai, dan sisa sayuran.
Meski terdengar berbahaya, risiko Bunda terkena kanker akibat paparan dioksin mungkin lebih besar dari satu dalam seribu, menurut Sophia Ryann Gushée .
Bunda dapat melindungi diri dengan mengenakan sarung tangan saat berkebun dan segera membersihkan diri sebelum masuk ke dalam rumah. Bunda juga dapat menghindari pembakaran sampah rumah tangga di halaman rumah.
5. Kulkas lama
Menurut cancer.org, PCB karsinogenik dapat muncul di peralatan lama, perlengkapan lampu neon, dan trafo listrik. Meskipun tidak lagi diproduksi secara komersial di Amerika Serikat, PCB masih diproduksi dan digunakan di negara-negara berkembang.
Dari seluruh PCB yang pernah diproduksi, hingga 70 persen masih tersebar di seluruh dunia. Bunda dapat menyingkirkan kulkas lama dan peralatan rumah lainnya agar tidak terkontaminasi zat beracun ini.
6. Produk pembersih
Beberapa produk pembersih, seperti cairan pencuci piring, pelembut kain, dan pembersih karpet dapat mengandung formaldehida. Bunda harus hati-hati dalam memilih produk pembersih. Perhatikan kandungan produk dan gunakan dalam rumah dengan ventilasi yang baik.
7. Lemari
Bahan kimia perkloroetilen pembersih kering (tetrachloroethylene atau “perc”) adalah karsinogen yang dapat menumpuk di mana pun Bunda menyimpan pakaian kering.
Bahan ini juga ditemukan dalam penghilang noda, semir sepatu, dan pembersih kayu. Maka, Bunda harus berhati-hati dan mengenakan sarung tangan saat menyemir sepatu dan membersihkan kayu. Jika Bunda melakukan dry-clean pakaian, usahakan mencari dry-cleaner yang tidak menggunakan perc.
8. Lantai vinyl dan tirai mini
Phthalates diduga menyebabkan kanker dan dapat berdampak buruk pada reproduksi atau perkembangan manusia. Bunda dapat menemukan zat ini di lantai vinil, tirai kamar mandi, kulit sintetis, tirai mini, kertas dinding, dan apa pun yang terbuat dari vinil PVC. Bunda dapat menjauhi produk yang terbuat dari vinyl PVC atau mencari produk vinyl yang yang berlabel bebas ftalat.
9. Makanan
Ya, benar. Beberapa jenis makanan dapat mengandung arsenik yang bersifat karsinogenik. Makanan ini di antaranya ayam, nasi, dan jus buah. Bunda harus lebih bijak dalam menyajikan makanan dan usahakan mengkonsumsi produk organik.
10. Asbes
Saat asbes lapuk dan rapuh, serat asbes terbawa udara. Serat asbes dapat menempel pada pakaian dan sepatu, orang yang terpapar asbes saat bekerja juga dapat membawa asbes ke dalam rumah mereka. Hal ini sangat berbahaya jika terhirup.
11. Gelas styrofoam
Styrene dikenal sebagai karsinogen yang banyak digunakan dalam pembuatan plastik polistiren. Produk ini biasanya dibuat menjadi busa dan produk plastik kaku seperti gelas, piring, nampan, perkakas, kemasan, dan pengepakan kacang.
Styrene dapat larut ke dalam kopi atau sup panas jika Bunda menggunakan wadah styrofoam. Untuk itu, hindari penggunaan styrofoam untuk menampung makanan dan minuman panas ya, Bunda.
12. Buku perpustakaan
Persediaan medis, buku perpustakaan, dan artefak museum umumnya melalui proses pensterilan atau difumigasi dengan etilen oksida. Zat ini terkenal karsinogenik dan dapat memicu kanker. Kurangi kontak dengan barang-barang ini agar tidak terkena kanker ya, Bunda.
13. Obat pembasmi rumput liar
Tidak ada orang yang menyukai gulma. Namun jika Bunda memutuskan untuk membersihkan gulma menggunakan herbisida seperti Roundup, hal ini dapat meningkatkan risiko kanker karena mengandung karsinogen glifosat. Cermati kandungan pembasmi rumput liar yang Bunda pilih ya.
14. Semprotan serangga
Hama di dapur dan hewan melata lainnya dapat membawa penyakit. Namun jika Bunda menghilangkannya dengan menggunakan pestisida kimia, Bunda meningkatkan risiko kanker. Bunda dapat menggunakan alternatif lain untuk mengusir serangga di rumah.
15. Meja granit
Radon terbentuk secara alami dari peluruhan radioaktif uranium di batuan dan tanah. Menurut Ahli Onkologi, Ashley Sumrall, paparan rodon dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru, terutama jika Bunda juga merokok. Jika Bunda tinggal di daerah yang kandungan uranium dan radium dalam batuannya tinggi, Bunda dapat terpapar radon melalui retakan pada pondasi rumah. Bunda juga bisa terkena radon jika memiliki meja granit.
Untuk itu, lakukan pengujian radon dan perhatikan kadar radon yang aman bagi tubuh.
Tips meminimalkan zat beracun pada peralatan rumah
Bunda dapat meminimalkan kontak dengan zat beracun pemicu kanker pada peralatan rumah dengan melakukan hal-hal sebagai berikut.
- Pilih bahan furniture yang sealami mungkin.
- Sebelum dan sesudah pindah ke rumah baru, berikan ventilasi sebanyak mungkin.
- Letakkan tanaman yang dapat menyerap zat beracun di dalam rumah. Tumbuhan dapat menyerap formaldehida. Wall ivy dan sikas menyedot benzena, sedangkan bunga lili menurunkan kadar karbon dioksida dan sulfur dioksida.
- Hati-hati saat memetik marmer dan granit. Jangan lupa untuk menanyakan tentang tingkat radon dalam granit.
- Gunakan kayu solid sebanyak mungkin pada peralatan rumah.
- Karbon aktif batubara atau karbon bambu dapat melemahkan efek formaldehida.
- Menggunakan ion negatif dapat membantu membersihkan formaldehida dari udara.
- Renovasi rumah pada cuaca dingin karena cuaca panas dapat meningkatkan kadar racun pada furniture.
Nah, Bunda, itulah peralatan rumah yang dapat memicu kanker. Perhatikan peralatan di rumah agar kesehatan keluarga tetap terjaga ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fia/fia)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Ide Food Prep Makanan untuk Sahur, Lebih Praktis Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Transmart Lagi Sale! TV & Mesin Cuci Front Load Turun Harga, Jangan Kehabisan Bun
4 Elektronik Rumah Bunda yang Bisa Memudahkan Pekerjaan Rumah, Bunda Sudah Punya?
9 Benda yang Tidak Boleh Disimpan di Atas Kulkas Menurut Ahli
8 Tips Desain Rumah Minimalis di Lahan Sempit Tak Kuras Bujet
TERPOPULER
Sayyidul Istighfar: Arti, Cara Mengamalkan Doa, dan Keutamaan yang Dijanjikan Allah
Ciri Anak yang Kurang Bersyukur dari Kalimat yang Sering Diucapkan
150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Dahlia dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
Benarkah Sakit Parah saat Hamil Pengaruhi Perkembangan Otak Anak? Ini Kata Studi
Tak hanya Bergizi, ASI Ternyata Bantu Lawan Resistensi Antibiotik
REKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Menikah di Tanggal Cantik, Nuri Shaden & Hikmal Abrar Rayakan Anniversary ke-17 Bersama Ketiga Anak
Sayyidul Istighfar: Arti, Cara Mengamalkan Doa, dan Keutamaan yang Dijanjikan Allah
Benarkah Sakit Parah saat Hamil Pengaruhi Perkembangan Otak Anak? Ini Kata Studi
150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Dahlia dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
Raja Charles III Kirim Surat ke Pangeran Harry & Meghan Markle, Tegaskan Status Keduanya Non-Working Royal
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Pakai Behel Tapi Gigi Susah Dibersihkan? Ini 3 Sikat Gigi yang Aman Buat Kawat Gigi
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Orang Jepang yang Terlihat Sepele Tapi Bermanfaat
-
Female Daily
Seharian Kena Polusi? 4 Micellar Water Lokal Ini Bisa Jadi First Cleanser Andalan!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kim Garam eks LE SSERAFIM Banting Setir Jadi Aktris, Comeback Usai Skandal
-
Mommies Daily
Skincare 10 Step Mulai Ditinggalkan? Ini Tren Skincare Minimalis dengan Prinsip “Less Is More”