MOM'S LIFE
Mengenal Gaya Hidup Pendulum, Dinilai Lebih Baik dari Work-Life Balance
Annisa Afani | HaiBunda
Senin, 23 Sep 2024 18:15 WIBBunda mungkin tak asing dengan istilah work-life balance, bukan? Ini merupakan gaya hidup yang mengupayakan diri untuk menjadikan pekerjaan dan kehidupan berjalan bersama dan seimbang.
Bagi seseorang yang bisa melakukan hal tersebut, tentunya menjadi hal yang mengagumkan. Akan tetapi, ternyata hal ini juga bisa menjadi boomerang yang menakutkan jika berjalan dengan paksaan.
Walau begitu, untungnya kini ada pandangan baru yang menawarkan cara hidup yang lebih realistis dan dapat dicapai. Hal ini diungkap oleh profesor teknik biomedis di Sekolah Kedokteran Harvard dan MIT, Jeff Karp.
Ia menggunakan latar belakang ilmiahnya untuk menyamakan gerakan maju mundur pendulum alias bandul dengan pasang surut kehidupan sehari-hari. Bandul sendiri merupakan benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun secara bebas ke kanan dan kiri, Bunda.
'Gaya hidup pendulum' bisa diartikan sebagai cara hidup yang menerima sifat dinamis dari kehidupan dan menerima perubahan. Ini didasarkan pada gagasan bahwa pemahaman kita tentang keseimbangan akan berkembang seiring berjalannya waktu, seperti ayunan pendulum itu sendiri.
Dalam buku Karp yang berjudul Life Ignition Tools (LIT), Karp mendorong para pembaca untuk menggunakan alam atau 'apa adanya' sebagai pedoman dalam menciptakan ide dan bertindak. Ia kemudian menyebutnya sebagai 'gaya hidup pendulum'.
"Kami mendengar hal-hal ini dari orang lain, (seperti) kepercayaan dalam proses (dan) keseimbangan sangatlah penting. Kita membutuhkan lebih banyak keseimbangan, itu adalah tujuan akhir," tutur Karp dikutip dari CNBC Make It.
"Hal ini (mengupayakan gaya hidup work-life balance) akhirnya menjadi sangat membuat frustrasi dan dapat menyebabkan kecemasan, karena kita terus-menerus merasa tidak seimbang. Ada kondisi yang seharusnya kita alami (dan), tidak seharusnya berada dalam kondisi itu," sambungnya.
Karp menyadari dalam hidupnya sendiri, bahkan ketika mencoba yang terbaik, ia memiliki keseimbangan hidup yang tidak selalu berkelanjutan. "Saya menyadari bahwa jika kita mulai melihat segala sesuatu dalam hidup, seperti tingkat energi, motivasi, rasa lapar, tidur, seperti semuanya berada pada bandul," katanya.
"Seperti bandul, (ada) ritme alami dalam hidup," imbuhnya.
5 Cara untuk mempraktikkan 'gaya hidup pendulum'
Karp membagikan beberapa cara praktis yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan pasang surut kehidupan demi keseimbangan. Apa saja? Simak di antaranya sebagai berikut, ya:
1. Amati
Perhatikan lebih dekat bagaimana praktik yang dilakukan sepanjang hari, ini dapat memengaruhi situasi. Kemudian, buat penyesuaian positif yang dapat lebih mendukung diri sendiri.
2. Perhatikan pola energi alami diri
Identifikasikan waktu dalam sehari, seminggu, atau musim sepanjang tahun. Kira-kira, kapan saja diri kita memiliki tingkat energi tertinggi dan terendah. Kemudian, sesuaikan jadwal pribadi untuk memperhitungkan waktu-waktu tersebut, guna meningkatkan produktivitas dan waktu istirahat.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(AFN/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
4 Kebiasaan yang Menghambat Produktivitas Kerja di Kantor, Yuk Coba Hindari Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Berbeda dengan Work-Balance, Ternyata Ini Makna Sebenarnya Work-Life Harmony
4 Industri Terbaik untuk Pilihan Membangun Karier di 2024, Intip Gajinya Bun
10 Pekerjaan Minim Stres dengan Gaji Tinggi, Bunda Tertarik?
4 Pekerjaan Selain PNS yang Juga Bisa Bikin Hidup Sejahtera, Simak Bun
TERPOPULER
9 Kebiasaan Tak Terduga Orang Tua yang Bisa Membentuk Anak Jadi Baik Hati Menurut Psikolog
Persiapan Nikah, Jennifer Coppen dan Justin Hubner Unggah Foto Berlatar Biru
Glaukoma pada Ibu Hamil, Seberapa Bahaya dan Bagaimana Penanganannya?
7 Ide Makeup Bridesmaid ala Artis Indonesia, Simpel dan Memesona
Bolehkah Bayi Cegukan Diberi ASI? Ketahui Aturan Pemberian & Cara Mengatasinya
REKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Terungkap! Ini Alasan Brooklyn Putuskan Hubungan dengan Victoria dan David Beckham
9 Kebiasaan Tak Terduga Orang Tua yang Bisa Membentuk Anak Jadi Baik Hati Menurut Psikolog
Bolehkah Bayi Cegukan Diberi ASI? Ketahui Aturan Pemberian & Cara Mengatasinya
Glaukoma pada Ibu Hamil, Seberapa Bahaya dan Bagaimana Penanganannya?
5 Fakta Menarik Nam Ji Hyun Bintang Drakor 'To My Beloved Thief', Ternyata Lulusan Psikologi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Sesumbar Eva Manurung Kini Jadi Kenyataan saat Virgoun Nikahi Inara Rusli
-
Beautynesia
Profil Martina Ayu Pratiwi, Atlet Perempuan yang Borong Medali SEA Games 2025
-
Female Daily
Tampil Anggun dengan Adat Jawa, Intip Penampilan Patricia Schuldtz saat Menikah!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Kisah Wanita yang Melahirkan Anak Kembar di Usia 52, Punya Trik Sendiri
-
Mommies Daily
Review Buku Broken Strings Karya Aurélie Moeremans: Berbagai Pelajaran Berharga untuk Orang Tua dan Pandangan Penting dari Psikolog