MOM'S LIFE
Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Makan Gorengan Tiap Hari Saat Berbuka
Arina Yulistara | HaiBunda
Rabu, 05 Mar 2025 21:50 WIBBunda dan keluarga selalu makan gorengan untuk berbuka puasa? Pahami hal yang bisa terjadi pada tubuh jika makan gorengan setiap hari saat berbuka.
Gorengan selalu menjadi pilihan favorit untuk berbuka puasa. Tekstur yang renyah dan rasanya gurih memang menggoda setelah seharian menahan haus dan lapar.
Pisang goreng, bakwan, tempe mendoan, hingga tahu isi kerap menghiasi meja makan saat azan Maghrib berkumandang selama Ramadhan. Sayangnya, di balik kelezatan gorengan, ada risiko kesehatan yang perlu diperhatikan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Minyak yang digunakan untuk menggoreng, terutama jika dipakai berulang kali, bisa meningkatkan kadar lemak trans dalam makanan. Lemak ini bisa berdampak buruk bagi tubuh, seperti meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan risiko penyakit jantung.
Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang digoreng, terutama dengan minyak yang telah dipakai berulang kali, dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan obesitas. Hal ini disebabkan oleh kandungan lemak trans serta kalori yang tinggi dalam makanan yang digoreng.
Mengutip Mayo Clinic, masalah utama dari gorengan bukanlah makanannya, melainkan minyak yang digunakan untuk menggoreng. Minyak yang dipanaskan pada suhu tinggi mengalami perubahan kimia yang menghasilkan lemak trans dan senyawa berbahaya lainnya.
Lemak trans ini sulit dipecah oleh tubuh dan dapat menyumbat pembuluh darah, meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke. Selain itu, konsumsi gorengan dalam jumlah besar dapat memicu peradangan dalam tubuh yang menjadi pemicu utama berbagai penyakit kronis hingga memperpendek umur.
Penelitian menunjukkan makan gorengan setiap hari meningkatkan risiko kematian pada wanita di atas 60 tahun sebanyak 13 persen. Tubuh tidak terbiasa makan gorengan setiap hari, jadi saat kita mulai makan sesuatu yang berbeda, itu akan menyumbat pipa atau arteri kita, Bunda.
Melihat hal itu, mari pahami hal yang bisa terjadi pada tubuh jika makan gorengan setiap hari selama Ramadhan.
1. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Kolesterol tinggi menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah yang berujung pada peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.
Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi dua porsi ikan goreng per minggu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan. Bagaimana jika Bunda makan gorengan bertepung setiap hari?
Tidak hanya itu, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Heart menemukan bahwa orang yang mengonsumsi gorengan dalam jumlah besar setiap minggu memiliki risiko 28 persen lebih tinggi mengalami gangguan jantung dibanding yang jarang makan gorengan.
2. Memicu diabetes tipe 2
Lemak trans dalam gorengan dapat mengganggu metabolisme tubuh dan menyebabkan resistensi insulin. Mengutip Harvard Health Publishing, penelitian menemukan bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan gorengan lebih dari 4 kali seminggu memiliki risiko 39 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan yang jarang makan gorengan.
Saat berbuka puasa, konsumsi gorengan yang berlebihan bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang tidak sehat. Hati-hati ya, Bunda.
3. Menyebabkan obesitas
Gorengan mengandung kalori yang jauh lebih tinggi dibandingkan makanan yang dipanggang atau direbus. Misalnya saja, 138 gram kentang panggang hanya mengandung 128 kalori. Sementara jumlah yang sama dalam bentuk kentang goreng mengandung 431 kalori.
Jika dikonsumsi setiap hari saat berbuka puasa, kelebihan kalori ini bisa menyebabkan kenaikan berat badan yang signifikan dan meningkatkan risiko obesitas.
4. Meningkatkan risiko kanker
Saat makanan digoreng dalam suhu tinggi, terutama yang mengandung pati seperti kentang, dapat terbentuk senyawa berbahaya bernama akrilamida. Studi pada hewan menunjukkan bahwa akrilamida berpotensi meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami dampaknya pada manusia.
Untuk itu, menghindari konsumsi gorengan setiap hari dapat membantu mengurangi paparan zat berbahaya ini.
5. Mengganggu kesehatan pencernaan
Gorengan yang tinggi lemak dapat memperlambat pencernaan dan menyebabkan gangguan seperti kembung, sakit perut, dan sembelit. Selain itu, makanan tinggi lemak juga dapat memicu refluks asam lambung yang menyebabkan rasa tidak nyaman, terutama setelah seharian berpuasa. Hal ini bisa semakin buruk jika gorengan dikonsumsi dalam jumlah banyak saat berbuka.
Untuk itu, meskipun gorengan terasa nikmat saat berbuka puasa, sebaiknya konsumsi makanan ini dibatasi dan diganti dengan pilihan yang lebih sehat.
Alternatif makanan sehat untuk berbuka puasa
- Buah-buahan segar seperti kurma, pisang, atau apel yang kaya serat dan membantu mengembalikan energi dengan cepat.
- Makanan rebus atau kukus seperti ubi rebus, jagung, atau kentang kukus yang rendah kalori dan lebih sehat.
- Kacang-kacangan seperti almond dan kacang mete yang mengandung lemak sehat dan protein.
- Minuman sehat seperti jus buah alami atau air kelapa yang dapat menggantikan elektrolit tubuh tanpa tambahan gula berlebih.
Meskipun gorengan sering menjadi menu favorit saat berbuka puasa, mengonsumsinya setiap hari dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Lebih baik memilih makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan, makanan kukus, dan sumber protein sehat dapat membantu menjaga kesehatan tubuh selama bulan puasa.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Janin Jarang Bergerak saat Puasa? Jangan Khawatir Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Perubahan yang Terjadi pada Tubuh saat Berpuasa Menurut Dokter
Panduan Berpuasa Selama Ramadhan untuk Penderita Diabetes
7 Cara Puasa yang Baik untuk Kesehatan, Pahami Sebelum Ramadhan Bun
Ternyata Ini Manfaat Puasa Syawal Secara Medis Menurut Dokter
TERPOPULER
Ikut Tren Unggah Foto 90-an, Sophia Latjuba Dipuji Berwajah seperti 'Vampir'
7 Ciri Kepribadian Orang yang Punya Ratusan Chat Belum Dibaca Sampai Menumpuk
105 Nama Bayi Elegan yang Terkesan Mewah, Klasik hingga Modern Beserta Artinya
11 Ciri Kepribadian Anak yang Dibesarkan oleh Orang Tua Moodyan
Jamur pada Mulut Bayi: Penyebab, Gejala, Cara Mencegah, & Mengobatinya
REKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Ide Menu Siap Saji Lebaran Hemat tapi Tetap "Wah" untuk Keluarga Besar
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ikut Tren Unggah Foto 90-an, Sophia Latjuba Dipuji Berwajah seperti 'Vampir'
Jamur pada Mulut Bayi: Penyebab, Gejala, Cara Mencegah, & Mengobatinya
Endometriosis Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran dan Kehamilan Ektopik
Ramai Sepekan: Arus Balik Lebaran Diprediksi Memuncak hingga BBM Langka Bikin Warga Antre
7 Ciri Kepribadian Orang yang Punya Ratusan Chat Belum Dibaca Sampai Menumpuk
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Rating Episode Terbaru Drakor 'Phantom Lawyer'
-
Beautynesia
4 Manfaat Mencuci Muka Sebelum Tidur
-
Female Daily
Rawan Spoiler, Ini 5 Alasan Kenapa Film ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’ Layak Kamu Tonton!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 28 Maret: Taurus Asmara Goyah, Aries Terima Kenyataan
-
Mommies Daily
Disney Adventure Berlayar di Singapura! Ini Fasilitas, Kegiatan, dan Daftar Harga Kamar