MOM'S LIFE
15 Kalimat yang Sering Digunakan Orang dengan EQ Rendah
Amira Salsabila | HaiBunda
Jumat, 14 Nov 2025 06:00 WIBPernahkah Bunda bertemu dengan orang yang tidak bisa mengendalikan emosinya? Mungkin mereka terus-menerus melakukan atau mengatakan hal yang kurang tepat, menghakimi orang lain, dan sulit menerima kritik. Jika ini menggambarkan seseorang yang dikenal, kemungkinan besar orang tersebut memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang rendah.
Orang-orang yang paling cerdas secara emosional dapat mengakses dan membangkitkan emosi, memahami isyarat non-verbal, dan mengatur perasaan mereka untuk membangun hubungan yang lebih kuat.
Namun, orang dengan EQ rendah tidak memiliki beberapa hal tersebut. Lantas, bagaimana cara mengenalinya lebih detail? Simak berikut ini.
15 Kalimat yang sering digunakan orang dengan EQ rendah
Berikut beberapa kalimat yang mungkin sering disampaikan seseorang dengan kecerdasan emosional yang rendah:
1. “Aku tidak berubah. Inilah diriku”
Dilansir dari laman CNBC Make It, kecerdasan emosional dikaitkan dengan kemampuan untuk berubah seiring waktu saat belajar dan tumbuh.
Orang dengan EQ rendah sering kali lebih kaku dan akan menolak upaya untuk berubah atau berkembang. Keyakinan yang kuat memang penting, tetapi keterbukaan terhadap kemungkinan-kemungkinan baru juga penting.
2. “Aku tidak peduli bagaimana perasaanmu”
Memiliki sikap mengabaikan perasaan orang lain secara terang-terangan merupakan tanda rendahnya kecerdasan emosional.
Kurangnya rasa empati terhadap orang lain, terutama saat mereka sedang mengalami masa sulit, akan menyulitkan pengembangan hubungan saling mendukung dan menguntungkan.
3. “Aku seperti ini karena kamu”
Orang dengan kecerdasan emosional yang kuat tentunya tidak akan menyalahkan dunia luar atas perasaan mereka.
Mereka memahami bahwa emosinya terkait dengan bagaimana memandang keadaan secara internal.
Emosi diri sendiri bukan tanggung jawab orang lain untuk memperbaikinya. Emosi adalah kesempatan untuk memahami diri sendiri dan menetapkan batasan.
4. “Kamu salah”
Ketika diberi umpan balik, orang yang cerdas secara emosional akan berusaha mencari nuansa. Alih-alih terjebak dalam hal-hal ekstrem, mereka lebih fokus untuk memahami pengalaman hidup orang lain.
5. “Jangan seperti itu!”
Mampu mendengarkan pengalaman orang lain tanpa bereaksi berlebihan atau menganggapnya pribadi merupakan tanda kunci kecerdasan emosional. Ini berarti Bunda memiliki kesadaran diri dan harga diri yang tinggi.
6. “Aku tidak bisa memaafkanmu”
Orang yang cerdas secara emosional mampu menempatkan diri pada posisi orang lain. Hal ini membuat mereka lebih terbuka untuk memaafkan orang lain atas kesalahan yang dirasakan, dibandingkan orang yang kurang percaya diri.
7. “Perasaanmu tidak rasional”
Orang yang cerdas secara emosional mampu menyelidiki perasaannya, melangkah keluar dari diri mereka sendiri, dan menganalisis aspek rasional dan irasional dari pikiran mereka.
8. “Kamu terlalu sensitif”
Dilansir dari laman Bolde, ketika mengatakan seseorang terlalu sensitif, pada dasarnya ia mengabaikan perasaan dan pengalaman orang lain.
Menurut pakar kecerdasan emosional, Daniel Goleman, memahami dan mengakui perasaan merupakan bagian penting dari kecerdasan emosional.
9. “Tenanglah”
Meminta seseorang untuk tenang sering kali justru berdampak sebaliknya. Ini adalah contoh klasik niat baik yang salah.
Mereka mungkin ingin menenangkan, tetapi justru hal itu bisa terasa meremehkan atau membuat orang yang dituju marah.
10. “Ini bukan masalah besar”
Menyangkal kekhawatiran dengan mengatakan hal ini dapat meremehkan apa yang dialami orang lain, Bunda.
Hal ini dapat menandakan kurangnya empati dan pemahaman terhadap situasi mereka. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. John Gottman menyoroti pentingnya memvalidasi emosi sebagai komponen kunci kecerdasan emosional.
11. “Kamu selalu melakukan ini”
Generalisasi yang terlalu seperti “Kamu selalu begini”, bisa merusak hubungan Bunda dengan orang lain.
Hal ini membingkai percakapan secara absolut sehingga hanya menyisakan sedikit ruang untuk nuansa atau pemahaman. Menggunakan pernyataan absolut dapat meningkatkan konflik dan membuat pihak lain merasa diserang.
12. “Saya tidak punya waktu untuk ini”
Mengatakan tidak punya waktu untuk mengobrol bisa terasa meremehkan dan tidak peduli. Hal ini menunjukkan bahwa kekhawatiran mereka tidak layak diperhatikan, yang bisa menyakitkan.
13. “Kamu membayangkan sesuatu”
Menuduh seorang berhalusinasi bisa terasa merendahkan dan meremehkan. Hal itu menyiratkan bahwa persepsi atau perasaan mereka tidak berdasar pada kenyataan.
Kecerdasan emosional melibatkan pengakuan bahwa setiap orang memiliki perspektif uniknya sendiri, yang mungkin berbeda dari Bunda.
14. “Saya hanya jujur”
Meskipun kejujuran umumnya merupakan kebijakan yang baik, menggunakan kalimat ini sebagai tameng bisa berbahaya.
Hal itu bisa dianggap sebagai alasan untuk ketidakpekaan atau komunikasi yang buruk. Kecerdasan emosional melibatkan penyampaian kejujuran dengan kebijaksanaan dan empati, memahami bagaimana kata-kata Bunda mungkin diterima.
15. “Terserah”
Mengatakan “Terserah” bisa menjadi tanda akhir percakapan, menandakan Bunda sudah selesai berinteraksi.
Hal ini mungkin menunjukkan ketidakpedulian dan menghentikan diskusi lebih lanjut. Meskipun mungkin cara mudah untuk mengakhiri percakapan, kalimat ini dianggap meremehkan dan meninggalkan masalah yang belum selesai.
Nah, itulah beberapa kalimat yang mungkin sering digunakan orang dengan kecerdasan emosional rendah yang dapat Bunda kenali. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Kalimat Efektif & Elegan untuk Tanggapi Saran yang Tidak Diminta
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
8 Obrolan Ringan yang Sering Dipakai Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi
3 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan EQ Tinggi saat Kondisi Sulit
Psikolog Harvard Ungkap 7 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan EQ Rendah
15 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi, Cocok Jadi Pemimpin
TERPOPULER
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Ameera Khan Bandingkan Rasanya Pacaran Dengan Pria Indonesia dan Malaysia
-
Beautynesia
4 Manfaat Jalan Kaki Mundur yang Tidak Diketahui Banyak Orang
-
Female Daily
Goodbye Bibir Kering! 3CE Velvet Plush Lip Tint Hadir dengan Tekstur Velvet Super Nyaman
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Pesona Maia Estianty Berkebaya Hitam, Pancarkan Aura Cantik Wanita Indonesia
-
Mommies Daily
Tips Berhubungan Intim saat Puasa, Kapan Waktu yang Tepat?