MOM'S LIFE
Menkeu Purbaya Ungkap Sebagian Besar Perhiasan Tiffany & Co Selundupan dari Spanyol
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Senin, 16 Feb 2026 14:40 WIBKasus penyegelan toko perhiasan Tiffany & Co belakangan ini jadi sorotan publik. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, akhirnya buka suara soal alasan di balik tindakan tersebut.
Menurut Purbaya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyegel toko tersebut karena ditemukan masalah dalam kewajiban impor, Bunda. Meski barang sudah masuk ke Indonesia, kewajiban impor dinilai belum terpenuhi.
Purbaya mengatakan bahwa petugas Bea Cukai melakukan pengecekan ulang terhadap dokumen impor yang dimiliki pihak toko. Saat diminta menunjukkan bukti pemenuhan kewajiban, pihak terkait tidak bisa memperlihatkannya.
"Itu sebagian besar yang masuk barangnya memang enggak bayar kan, dicurigain ini selundupan atau enggak, disuruh kasih lihat form perdagangannya itu segala macam, mereka enggak bisa tunjukkan," ujar Purbaya, menilik dari laman CNBC Indonesia, Senin (16/2/2026).
Lebih lanjut, Purbaya menyebut bahwa Bea Cukai menduga perhiasan emas yang dijual tersebut merupakan barang selundupan dari Spanyol, Bunda.
Temuan under invoicing hingga dugaan keterlibatan oknum
Dalam kasus ini, ditemukan juga praktik under invoicing atau menjual barang di bawah harga pasar untuk mengurangi kewajiban pajak yang seharusnya dibayar, Bunda.
"Jadi memang itu barang Spanyol ada yang penuh betul-betul selundupan, ada yang cuma bayarnya under invoicing, itu kelihatan semua. Jadi ada yang bilang juga ke saya harusnya polisi kalau punya namanya Bea Cukai nanti gabung dengan pajak," jelasnya.
Purbaya menyampaikan bahwa penyegelan yang dilakukan Bea Cukai menjadi peringatan bagi pelaku usaha supaya menjalankan bisnis secara jujur dan sesuai dengan aturan. Ia berharap langkah ini membuat pelaku usaha lebih patuh dalam memenuhi kewajiban kepada negara.
"Ini message yang baik kepada pelaku bisnis yang enggak terlalu fair yang menurunkan harga sehingga income-nya dari bea cukai dan pajak turun, bahwa ke depan hal seperti itu enggak bisa mereka lakukan lagi sebagian udah insaf katanya ada yang mau bayar," kata Purbaya.
Selain itu, Purbaya juga menduga ada indikasi keterlibatan pegawai bea cukai dalam kasus ini. Ia menilai barang impor yang tidak sesuai aturan bisa masuk dan dijual dalam waktu lama, sehingga perlu ditelusuri lebih lanjut.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)