MOM'S LIFE
7 Ciri Kepribadian Orang yang Insecure, Kerap Disebut Toksik
Amira Salsabila | HaiBunda
Kamis, 12 Mar 2026 11:03 WIBBunda, rasa insecure memang kerap dialami banyak orang. Namun, keadaan ini dapat memicu perilaku bermasalah ketika seseorang terus-menerus menutupi atau menyeimbangkan keraguan dalam dirinya.
Upaya tersebut sering membuat seseorang sulit menerima kekurangan pribadi. Alih-alih berkembang, mereka justru terjebak dalam pola sikap defensif yang memengaruhi cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Karakter seperti itu umumnya cenderung menghindari tantangan serta kurang produktif. Dalam beberapa situasi, sikapnya bahkan bisa berubah menjadi keras, menyakitkan, atau merugikan orang lain.
Cara kepribadian orang yang insecure
Dilansir dari laman CNBC Make It, pakar karier dari Harvard, Amy Gallo, mengungkap bahwa ada beberapa perilaku toksik yang umum dilakukan orang insecure. Berikut di antaranya:
- Mereka terlalu khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan.
- Mereka tidak pernah mengungkap pendapat yang tegas.
- Mereka tidak mampu untuk membuat keputusan, bahkan ketika pilihan tersebut memiliki konsekuensi yang kecil.
- Mereka sering kali mencoba mengubah arah proyek dan meeting.
- Mereka merendahkan orang lain agar dirinya terlihat lebih penting.
- Mereka terus-menerus membicarakan betapa sibuknya mereka (padahal sebenarnya tidak) untuk menunjukkan bahwa mereka banyak dibutuhkan.
- Mereka adalah orang-orang yang paranoid dan suka ikut campur, yang membuatmu mempertanyakan setiap langkahmu.
Cara mengatasi orang yang insecure
Orang-orang yang tidak percaya diri tentu ada di sekitar Bunda, termasuk di kantor, penting untuk mengetahui cara menghadapi mereka secara efisien.
Hal yang dapat Bunda lakukan adalah mengaktifkan pola pikir detektif. Ubah interaksi dengan orang-orang yang tidak percaya diri menjadi kesempatan untuk belajar. Berikut beberapa cara mengatasinya:
1. Menilai besarnya masalah
Hitung berapa kali Bunda berinteraksi dengan orang insecure. Berapa banyak yang buruk? Semuanya? Setengahnya? Atau kurang dari sepertiga?
Bunda sekarang telah menjawab pertanyaan terpenting, seberapa besar masalahnya? Jika memiliki lebih banyak interaksi positif daripada negatif, mungkin orang tersebut tidak terlalu sulit.
2. Identifikasi akar penyebab masalah
Coba pikirkan interaksi negatif yang pernah dialami dengan mereka. Topik apa yang cenderung memicu reaksi negatif tersebut? Bagaimana Bunda masing-masing mengekspresikan diri dalam situasi-situasi ini? Sekarang, pikirkan tentang interaksi yang baik. Apa yang berbeda?
3. Bersikaplah transparan dalam berkomunikasi
Orang yang tidak percaya diri cenderung melihat celah dalam argumen, jadi susunlah cara Bunda berkomunikasi dengan mereka dalam urutan ini:
- “Inilah yang saya yakini…”
- “Inilah yang saya yakini, tetapi tidak yakin sepenuhnya…”
- “Ini adalah hal yang terlalu sedikit ketahui untuk dapat memberikan pendapat…”
4. Lakukan secara bertahap
Kurangi keraguan mereka dengan menyarankan masa percobaan, dan sertakan target yang jelas untuk mengevaluasi keputusan tersebut.
5. Tunjukkan bahwa Bunda bukan ancaman
Bunda ingin mereka menganggap Bunda sebagai sekutu, bukan saingan. Berikan pujian dan ungkapan rasa terima kasih serta penghargaan. Misalnya, seperti mengatakan, “Saya mengagumi apa yang kamu lakukan, dan saya senang dapat terus belajar dari kamu.”
6. Bantu mereka menyelesaikan sesuatu
Orang yang tidak percaya diri akan merasa lebih aman ketika mereka memiliki rasa kepemilikan yang kuat. Susun pekerjaan dalam serangkaian pertemuan empat mata di mana Bunda berdua harus mempersiapkan hal-hal tertentu untuk setiap pertemuan.
Nah, itulah beberapa ciri kepribadian orang insecure dan cara mengatasinya yang dapat Bunda ketahui. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)