HaiBunda

MOM'S LIFE

Kasus Kanker Ginjal Diprediksi Berlipat Ganda pada 2050, Ini Penyebab & Kelompok Paling Berisiko

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 25 Mar 2026 12:40 WIB
Ilustrasi kanker ginjal /Foto: iStock
Jakarta -

Bunda, kanker ginjal merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, dan baik dokter maupun pembuat kebijakan perlu mempersiapkan diri menghadapi peningkatan tajam ini.

Sebuah studi yang diterbitkan di European Urology, mengungkap bahwa penyakit ini diperkirakan akan berlipat ganda pada 2050.

Faktor risiko gaya hidup seperti obesitas, merokok, kurang olahraga, diabetes, dan tekanan darah tinggi menjadi beberapa pendorong utama peningkatan tersebut di seluruh dunia dalam 24 tahun ke depan.


Kanker ginjal berlipat ganda pada 2050

Dilansir dari laman Times of India, para peneliti menemukan bahwa sekitar 435.000 kasus kanker ginjal baru dan 156.000 kematian tercatat secara global pada 2022. Mereka mengatakan jika tren saat ini berlanjut, angka tersebut berpotensi berlipat ganda pada 2050.

Para peneliti menemukan perbedaan angka harapan hidup, dengan tingkat harapan hidup lima tahun bervariasi dari 40 persen hingga 75 persen, tergantung pada letak geografis dan akses terhadap perawatan.

Mereka juga mencatat bahwa sekitar 5 persen hingga 8 persen kanker ginjal bersifat herediter, terkait dengan mutasi pada gen tertentu.

Namun, lebih dari setengah kasus kanker ginjal di seluruh dunia disebabkan oleh faktor-faktor yang bisa dicegah, seperti obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit ginjal kronis, merokok, paparan lingkungan, dan kurangnya olahraga.

Para peneliti juga menekankan bahwa perubahan gaya hidup, seperti pengendalian berat badan, tekanan darah, pengelolaan gula darah, dan berhenti merokok dapat secara signifikan menurunkan risiko dan mencegah kanker.

“Perubahan gaya hidup seperti pengendalian berat badan, pengelolaan tekanan darah dan gula darah, dan terutama berhenti merokok, dapat secara signifikan menurunkan risiko. Ini adalah strategi pencegahan yang dapat membuat perbedaan nyata,” ujar penulis senior Alexander Kutikov, MD, FACS, Ketua Departemen Urologi di Fox Chase Cancer Center.

Tanda-tanda kanker ginjal

Kanker ginjal paling umum terjadi pada orang berusia antara 65 dan 74 tahun. Pria memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ini dibandingkan perempuan.

Mendeteksi gejala kanker ginjal sejak dini sangat penting untuk meningkatkan pilihan pengobatan dan hasil yang lebih baik.

Banyak orang akhirnya mengabaikan tanda-tanda peringatan kanker ginjal, yang mengakibatkan diagnosis terlambat dan pilihan pengobatan yang terbatas, yang berdampak negatif pada hasil pengobatan.

Berikut beberapa tanda kanker ginjal yang tidak boleh Bunda abaikan dan segera mencari pertolongan ke dokter:

  • Darah dalam urine
  • Benjolan atau pembengkakan di punggung, di bawah tulang rusuk, atau leher
  • Nyeri terus-menerus di antara tulang rusuk dan pinggang
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan

Sementara itu, ada juga gejala umum lainnya yang perlu Bunda perhatikan juga. Berikut di antaranya:

  • Penurunan berat badan
  • Suhu tinggi yang tidak kunjung hilang
  • Selalu merasa tidak enak badan
  • Berkeringat banyak, termasuk di malam hari
  • Anemia
  • Tekanan darah tinggi
  • Kalsium tinggi

Cara mengurangi risiko kanker ginjal

Dilansir dari laman Healthline, berikut beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk mengurangi risiko kanker ginjal.

1. Konsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya serat

Para ahli berpendapat bahwa karotenoid dalam buah dan sayuran membantu memberikan perlindungan untuk menurunkan risiko kanker ginjal.

2. Mengendalikan tekanan darah

Dokter kesehatan sering meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah jika terlalu tinggi. Selain itu, ada juga perubahan gaya hidup yang dapat membantu menjaga tekanan darah dalam kisaran yang sehat.

Para profesional kesehatan sering merekomendasikan diet DASH untuk penderita tekanan darah tinggi.

Diet ini berfokus pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan daging tanpa lemak. Selain itu, diet DASH juga mengutamakan makanan rendah sodium dan tinggi kalium.

3. Pertimbangan tes skrining

Kanker ginjal biasanya tidak menimbulkan gejala pada stadium awal. Tes skrining dapat membantu dokter mendeteksi kanker lebih dini ketika masih lebih mudah diobati.

Nah, itulah penjelasan terkait kasus kanker ginjal yang akan meningkat pada 2050 hingga pencegahannya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bisakah Sperma pada Laki-Laki Habis? Ini Faktanya, Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Berat Badan Naik Setelah Lebaran? Ini Cara Diet Ampuh Mengembalikannya, Bun

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

Benarkah Anak yang Suka Main HP Bisa Sebabkan Mata Merah?

Parenting Kinan

Pakar Sebut Puasa Syawal Baik untuk Kesehatan Lambung Pasca Lebaran

Mom's Life Amira Salsabila

11 Ciri Perempuan Terlalu Banyak Berkorban untuk Orang yang Tak Melakukan Hal Sama Menurut Psikologi

Mom's Life Azhar Hanifah

Kasus Kanker Ginjal Diprediksi Berlipat Ganda pada 2050, Ini Penyebab & Kelompok Paling Berisiko

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

11 Ciri Perempuan Terlalu Banyak Berkorban untuk Orang yang Tak Melakukan Hal Sama Menurut Psikologi

Benarkah Anak yang Suka Main HP Bisa Sebabkan Mata Merah?

Pakar Sebut Puasa Syawal Baik untuk Kesehatan Lambung Pasca Lebaran

Berat Badan Naik Setelah Lebaran? Ini Cara Diet Ampuh Mengembalikannya, Bun

Ruang Paling Pribadi Ratu Elizabeth Dibuka untuk Publik, Ini Isinya yang Curi Perhatian

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK