MOM'S LIFE
10 Kebiasaan Orang yang Benar-Benar Tulus Menurut Psikologi
Natasha Ardiah | HaiBunda
Selasa, 31 Mar 2026 15:40 WIBTidak semua kebaikan yang terlihat benar-benar datang dari hati yang tulus. Namun, dunia psikologi menunjukkan bahwa ada beberapa kebiasaan orang tulus yang biasanya muncul secara konsisten dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Orang yang benar-benar tulus sering kali tidak banyak bicara tentang kebaikan yang mereka lakukan. Sebaliknya, kebiasaan orang tulus justru terlihat dari tindakan kecil yang sederhana tetapi penuh makna.
Menariknya, banyak dari kebiasaan ini sering kita temui tanpa kita sadari. Mari simak 10 kebiasaan orang tulus menurut psikologi yang mungkin selama ini ada di sekitar Bunda.
10 Kebiasaan orang tulus menurut psikologi
Dilansir dari laman Psychology Today dan Forbes, berikut ini 10 kebiaasan orang tulus yang bisa Bunda temukan pada diri seseorang dalam kehidupan sehari-hari:
1. Orang yang tulus akan mengungkapkan pendapatnya secara jujur
Kebiasaan orang tulus terlihat dari keberanian mereka menyampaikan pendapat secara jujur setelah terlebih dahulu memikirkan sudut pandang mereka dengan matang.
Seorang psikolog berlisensi dari Amerika Serikat dan penulis buku Mind Over Grind: How to Break Free When Work Hijacks Your Life, Guy Winch, Ph.D., orang yang tulus lebih memahami apa yang mereka rasakan dan yakini, sehingga mereka tidak ragu mengungkapkannya kepada orang lain.
Ketika berbagi pandangan, orang yang tulus tidak berusaha memaksakan pendapat atau mencari pembenaran. Mereka menyampaikannya dengan tenang dan terbuka karena tujuan utamanya adalah bersikap autentik, bukan memenangkan perdebatan.
2. Lebih suka menempuh jalannya sendiri
Guy Winch juga berpendapat bahwa kebiasaan orang tulus sering terlihat dari keberanian mereka untuk menjalani hidup dengan caranya sendiri. Mereka tidak merasa harus mengikuti jalan yang dianggap umum atau biasa jika hal itu tidak sejalan dengan nilai dan keyakinan mereka.
Orang yang tulus biasanya lebih percaya pada perasaan dan batin mereka yang menuntun keputusan mereka. Oleh karena itu, mereka berani mencoba cara yang berbeda untuk meraih tujuan, meski menyadari bahwa tidak semua langkah yang diambil akan selalu berhasil.
3. Orang yang tulus akan mengakui kesalahan mereka
Kebiasaan orang tulus juga terlihat dari keberanian mereka untuk mengakui kesalahan tanpa mencari alasan atau menyalahkan orang lain. Mereka mampu jujur pada diri sendiri dengan menyadari bahwa setiap orang memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki.
Sikap tersebut dapat membuat mereka menjadi lebih mudah menerima tanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukan. Dengan kesadaran tersebut, orang yang tulus akan cenderung belajar dari kekeliruan dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
4. Orang tulus tidak akan takut dengan kegagalan
Kebiasaan orang tulus sering kali tampak dari cara mereka memandang kegagalan dengan lebih tenang dan terbuka. Orang tulus tidak selalu terpaku pada zona nyaman karena berani mencoba hal baru meskipun ada kemungkinan tidak berhasil.
Bagi mereka, kegagalan bukan ancaman yang harus ditakuti. Sebaliknya, pengalaman tersebut dianggap sebagai pelajaran penting yang bisa membantu mereka untuk belajar, berkembang, dan memahami hidup dengan lebih bijak.
5. Orang tulus tidak suka menghakimi orang lain
Kebiasaan orang tulus yang selanjutnya adalah tidak mudah menghakimi orang lain. Mereka sangat menyadari bahwa setiap orang memiliki latar belakang, pilihan hidup, dan proses yang berbeda sehingga lebih memilih bersikap memahami daripada cepat menghakimi orang lain.
Sikap ini juga muncul karena orang tulus sangat berani jujur terhadap kesalahan diri sendiri dan menerima perbedaan dengan pikiran yang terbuka. Cara pandang yang lebih bersih dari prasangka membuat hubungan dengan orang lain terasa lebih jujur, hangat, dan apa adanya.
6. Mengeksplorasi harapan dan keyakinan dirinya
Kebiasaan orang tulus yang lainnya adalah mereka mampu memberi ruang bagi diri sendiri untuk memahami harapan, nilai, dan keyakinan pribadi yang mereka pegang. Dengan cara seperti ini, mereka memiliki arah hidup yang lebih jelas dan tahu apa yang benar-benar penting bagi dirinya.
Proses mengenali keyakinan diri sendiri tidak selalu mudah karena kadang berbeda dengan pandangan keluarga, lingkungan, atau budaya setempat seseorang dibesarkan. Namun, orang yang tulus mampu berani menjalani proses tersebut demi hidup yang lebih jujur dan selaras dengan dirinya sendiri.
7. Orang tulus memiliki harga diri yang kuat
Salah satu kebiasaan orang tulus yang bisa Bunda temukan pada orang lain adalah memiliki harga diri yang kuat dan stabil, tidak berlebihan tetapi juga tidak merendahkan diri sendiri. Orang yang tulus akan mampu memandang diri mereka secara realistis sehingga tidak mudah goyah oleh kritik atau kegagalan.
Karena merasa aman dengan dirinya sendiri, mereka lebih berani mengakui kesalahan dan terbuka menerima masukan. Sikap inilah yang membuat kebiasaan orang tulus terlihat dari cara mereka menghargai kekurangan diri sekaligus menerima orang lain apa adanya.
8. Mereka sangat murah hati
Salah satu kebiasaan orang tulus yang lainnya adalah mereka bersikap murah hati, baik dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, maupun hal-hal lain yang mereka miliki. Orang yang tulus tidak merasa perlu menyembunyikan informasi atau menahan bantuan hanya demi menjaga keunggulan diri mereka sendiri.
Sebaliknya, mereka justru senang melihat orang lain berkembang dan mencapai keberhasilan. Bagi mereka, keberhasilan bersama adalah hal yang membanggakan, sehingga membantu orang lain maju menjadi bagian alami dari kebiasaan orang tulus.
9. Orang tulus lebih dapat dipercaya
Kebiasaan orang tulus selanjutnya adalah sikap mereka yang membuat orang lain merasa aman untuk percaya. Ketulusan membuat mereka terlihat apa adanya, sehingga orang di sekitarnya tidak perlu menebak-nebak isi hati atau maksud sebenarnya.
Selain itu, kebiasaan orang tulus juga tampak dari cara mereka berbicara dan menepati janji. Apa yang mereka katakan biasanya benar-benar mencerminkan keyakinan mereka, sehingga ketika berkomitmen, mereka berusaha sungguh-sungguh untuk menepatinya kepada orang lain.
10. Mereka tidak menyombongkan diri
Kebiasaan orang tulus yang terakhir adalah mereka tidak merasa perlu memamerkan pencapaiannya kepada orang lain. Orang tulus lebih memahami bahwa nilai dari sebuah usaha tidak ditentukan dari seberapa sering hal tersebut diceritakan.
Berbeda dengan orang yang sering menyombongkan diri karena merasa tidak percaya diri, orang yang tulus tetap rendah hati meski memiliki banyak prestasi. Dalam kebiasaan orang tulus, keyakinan pada diri sendiri membuat mereka membiarkan hasil kerja berbicara dengan sendirinya dan tidak perlu menyombongkan diri kepada orang lain.
Bunda, itulah kebiasaan-kebiasaan orang tulus yang sering terlihat dari sikap seseorang saat berinteraksi dengan orang lain di kehidupan sehari-hari. Dengan memahami kebiasaan orang tulus ini, semoga Bunda bisa belajar untuk membangun hubungan yang lebih hangat, jujur, dan penuh ketulusan dengan orang di sekitar.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)