MOM'S LIFE
9 Kalimat Diucapkan Orang yang Enggak Punya Empati dalam Percakapan Sehari-hari
Annisa Karnesyia & Firli Nabila | HaiBunda
Minggu, 28 Jun 2026 08:50 WIBMemiliki empati sangat penting dalam menjalin relasi, baik dengan keluarga, teman, pasangan, maupun rekan kerja. Empati dapat membantu kita memahami orang lain dan membangun hubungan yang lebih kuat, Bunda.
Namun, tidak semua orang memiliki tingkat empati yang sama. Ada sebagian orang yang kesulitan memahami atau merespons emosi orang lain, sehingga tanpa disadari mereka sering dianggap tidak punya empati.
"Sebagian orang kurang memiliki empati, sehingga mereka tidak mampu memahami apa yang mungkin dialami atau dirasakan orang lain. Hal tersebut dapat mengakibatkan perilaku yang tampak tidak peduli atau bahkan terkadang menyakitkan bagi orang lain," kata pendidik psikologi dan penulis buku Everything Psychology Book, Kendra Cherry, MSEd, dilansir Very Well Mind.
Orang yang tidak memiliki empati cenderung menunjukkannya dalam perilaku dan ucapan sehari-hari. Lantas, apa saja kalimat yang biasa diucapkan oleh orang dengan empati yang rendah?
Kalimat yang diucapkan orang yang tidak punya empati
Dilansir dari laman Your Tango, berikut kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang enggak punya empati dalam percakapan sehari-hari:
1. 'Tidak terlalu sulit'
Menyederhanakan topik yang kompleks dan tidak memberi toleransi kepada orang lain adalah hal yang sering dilakukan orang-orang dengan empati rendah. Mereka membuat diri mereka merasa nyaman dengan berpura-pura tahu segalanya, tetapi pada kenyataannya menciptakan gelombang frustrasi dalam diri sendiri.
Terkadang, ungkapan seperti 'Itu tidak sulit' dapat langsung menunjukkan kurangnya empati pada seseorang. Jika seseorang terus-menerus membuat kita merasa lebih buruk tentang diri sendiri dan menyalahkan kita hanya karena meminta hal yang paling mendasar, kemungkinan besar mereka tidak berempati.
2. 'Aku tidak pernah mengatakan itu'
Orang-orang yang kurang empati sering melakukan gaslighting atau membuat orang lain meragukan dirinya sendiri. Saat melakukan aksinya, orang-orang ini menggunakan frasa seperti, 'Aku tidak pernah mengatakan itu', untuk melindungi diri mereka sendiri.
Mereka tidak peduli jika taktik mempertahankan diri atau pertahanan mereka merusak harga diri orang lain. Mereka hanya peduli pada diri mereka sendiri, Bunda.
3.'Itu terjadi padaku'
Orang-orang yang kurang empati lebih suka mencari perhatian, dengan mengatakan 'Itu terjadi juga kepadaku'. Kalimat itu dapat menunjukkan mereka lebih peduli pada kenyamanan diri sendiri daripada benar-benar hadir untuk mendukung orang lain.
Orang yang kurang empati biasanya adalah kebalikan dari pendengar aktif karena selalu fokus utama berbicara tentang diri mereka sendiri dan mencari perhatian. Jika seseorang tidak membantu mereka mengisi kekosongan, orang tersebut dianggap tidak layak didekati.
4. 'Kamu tidak akan mengerti'
Mereka yang tidak memiliki empati merasa perlu menjadi lebih baik daripada siapa pun untuk merasa aman, bahkan ketika hal itu mustahil. Mereka sering memanfaatkan mentalitas yang terlalu percaya diri dengan mengatakan, 'Kamu tidak akan mengerti'.
Kalimat tersebut adalah jebakan. Mereka mengucapkannya agar tidak memberikan empati dan pengertian pada seseorang yang mereka anggap lebih rendah dari mereka.
5. 'Tenang saja'
Orang dengan tingkat empati rendah dan tingkat narsisme tinggi jauh lebih mungkin terlibat dalam perilaku gaslighting. Mereka tidak keberatan membuat orang lain merasa ragu dengan berbohong dan melebih-lebihkan sesuatu, terutama jika itu bisa membangun citra diri mereka.
Ungkapan 'Tenang saja' sekilas mungkin tampak tidak berbahaya. Tetapi, ketika itu digunakan untuk mengabaikan perasan dan meremehkan emosi seseorang demi melindungi kenyamanan diri sendiri, maka itu sangat manipulatif dan toxic.
6. 'Aku tidak bertanya'
Seseorang yang tidak memiliki empati sama sekali akan sering merasa dengki ketika orang lain yang berhasil. Mereka tidak bisa merasa bahagia untuk orang lain karena mereka harus menjadi tokoh utama yang sukses.
Dalam percakapan, mereka sering mengatakan, 'Aku tidak bertanya, karena tidak mau memberi ruang bagi orang lain untuk bersinar'. Mengakui kesuksesan orang lain terasa seperti mengikis ego dan harga diri mereka yang sangat rapuh.
7. 'Itu bukan salahku'
Orang yang memiliki empati rendah jarang mengakui kesalahannya. Mereka lebih tertarik melindungi citra diri daripada meminta maaf ketika menyakiti seseorang. Namun di satu sisi, mereka juga terus-menerus memainkan peran sebagai korban ketika hal itu menguntungkan buat mereka, Bunda.
Orang-orang ini mungkin sesekali meminta maaf ketika ada orang lain yang melihat. Namun, bila hendak mengelak dari kesalahan, mereka akan mengucapkan kalimat 'itu bukan salahku', sebagai bentuk pembelaan diri.
8. 'Maaf kalau kamu merasa seperti itu'
Alih-alih secara aktif meminta maaf karena telah melakukan kesalahan, seseorang yang kurang empati akan menggunakan ungkapan 'Maaf kalau kamu merasa seperti itu', saat melakukan kesalahan. Mereka tidak menyesal atas apa yang telah dilakukan, tapi menyesal karena hal itu akan merusak citranya.
Seseorang yang minim empati juga biasanya menghindari pertanggungjawaban. Mereka membenarkan perilakunya sendiri dengan alasan yang tak masuk akal.
9. 'Aku tidak akan melakukan itu'
Seperti dijelaskan sebelumnya, orang yang kurang empati suka lari dari tanggung jawab. Dalam pikiran mereka, mereka tidak mungkin melakukan kesalahan.
Orang yang minim empati sering mengucapkan, 'Aku tidak akan melakukan itu'. Kalimat tersebut dapat berarti mereka menolak untuk berkompromi dan menggunakan perasaan mereka sebagai senjata ketika seseorang merasa kesal.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank)Simak video di bawah ini, Bun:
Kenali 7 Tanda Seseorang yang Terlahir Egois
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ciri-ciri Orang Kurang Empati, Sering Ucapkan 11 Kalimat Menurut Studi Psikolog
10 Tanda Seseorang Diam-diam Membenci Kita Menurut Pakar
15 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Sosial Tinggi Menurut Psikolog
Ingin Tahu Bunda Tipe Ibu Seperti Apa? Coba Kuis Ini Yuk
TERPOPULER
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
Ramai Selebgram Fahira Almira Bandingkan Pengobatan di RI & Penang, Diduga Ada 'Black Campaign'
Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator
Orang Tua Kini Sewa Babysitter Khusus Anak Sekolah, Ternyata Ini yang Dilakukan
Tips Memilih Gaun untuk Maternity Shoot agar Tampil Cantik dan Flawless dengan Baby Bump
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
Tips Memilih Gaun untuk Maternity Shoot agar Tampil Cantik dan Flawless dengan Baby Bump
Orang Tua Kini Sewa Babysitter Khusus Anak Sekolah, Ternyata Ini yang Dilakukan
Ramai Selebgram Fahira Almira Bandingkan Pengobatan di RI & Penang, Diduga Ada 'Black Campaign'
Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Mic Wireless Karaoke: Jangkauan 80 Meter, Beneran Stabil?
-
Beautynesia
3 Kalimat Orang Cerdas secara Emosional saat Menghadapi Situasi Tegang
-
Female Daily
Usual Parfums × Barasuara “Hitam dan Biru”: Saat Lagu Menjadi Aroma
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pebalap F1 George Russell Lamar Kekasih, Cincin Tunangan Rp 24 M Jadi Sorotan
-
Mommies Daily
Drama Hayoung yang Bisa Masuk Daftar Tontonan Mommies, Terbaru Our Sticky Love