HaiBunda

MOM'S LIFE

Ciri Kepribadian Orang Dewasa yang Miliki Sifat Childish

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Kamis, 30 Jul 2026 06:50 WIB
Ciri Kepribadian Orang Dewasa yang Miliki Sifat Childish/Foto: Getty Images/iStockphoto/torwai
Jakarta -

Jika Si Kecil usia balita menginginkan mainan yang sedang dimainkan anak lain, mereka mungkin akan meraih dan mengambilnya. Atau, mereka cenderung tidak mau kalah dan sering mencari perhatian. Hal tersebut dianggap wajar karena anak-anak belum matang secara emosional, ya Bunda. Lain halnya jika hal itu terjadi pada orang dewasa.

Psikolog klinis Susan Heitler, Ph.D. mengatakan dalam tulisannya di Psychology Today, ia pernah mengajak bicara seorang psikolog dari Afrika di sebuah konferensi psikologi internasional. Psikolog tersebut menjelaskan kepada Heitler bahwa di negaranya, umum untuk menilai orang berdasarkan usia fisik dan usia emosional.

Usia fisik dapat dihitung berdasarkan jumlah ulang tahun. Usia fisik, terutama pada anak-anak, juga cenderung berkorelasi dengan tinggi badan, kekuatan, dan fungsi kognitif.


Sementara, usia psikologis atau emosional, sebaliknya, terlihat dalam reaksi dan kebiasaan emosional. Misalnya, orang dewasa dapat tetap tenang sedangkan anak-anak cenderung lebih cepat marah. Orang dewasa menggunakan pertimbangan yang cermat sebelum berbicara sedangkan anak-anak mungkin secara impulsif melontarkan kata-kata yang tidak bijaksana dan menyakitkan.

Ciri kepribadian orang dewasa yang miliki sifat childish

Lalu, bagaimana jika ada (mungkin banyak) orang dewasa yang bersikap seperti anak-anak atau istilahnya, childish? Kita bisa mengetahui ciri-cirinya dalam bersikap dan ini turut menentukan kepribadiannya, apakah ia memiliki sifat childish atau tidak.

Apa saja ciri kepribadian orang dewasa yang memiliki sifat childish? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Mengalihkan kesalahan dirinya seolah itu kesalahan kita

Orang dewasa yang childish ini mengalihkan kesalahan sehingga terlihat seperti kesalahan kita. Dilansir Your Tango, menjadi dewasa berarti memahami bahwa kita tidak selalu benar. Sekalipun perasaan kita valid, begitu pula perasaan orang lain. Orang yang dewasa dapat menempatkan diri pada posisi orang lain dan memahami kesalahan mereka. Mereka tahu bahwa empati memudahkan untuk menerima pertanggungjawaban.

Namun, orang yang belum dewasa atau childish kesulitan mengakui kesalahan mereka. Mereka mungkin tidak memiliki kemampuan untuk merenungkan tindakan mereka, yang berarti mereka tidak bertindak dengan penuh kasih sayang dan tidak akan menerima kesalahan apa pun. Sebaliknya, mereka menyalahkan orang lain dan tidak mau mengakui bahwa itu adalah kesalahan mereka, dan itu sangat menjengkelkan bagi semua orang di sekitar mereka.

2. Biasanya memulai pertengkaran

Anak-anak tidak mengerti bahwa mereka bukanlah pusat dunia. Mereka sering marah ketika keinginan mereka tidak terpenuhi dan akhirnya terlibat dalam pertengkaran karena mereka belum cukup dewasa untuk menangani masalah mereka. Perilaku ini wajar terjadi pada anak-anak, tetapi tidak pada orang dewasa sepenuhnya.

Orang dewasa yang punya kemampuan penyelesaian konflik dapat menyelesaikan argumen dengan tenang dan hormat. Tetapi orang dewasa yang childish kesulitan untuk keluar dari fase kekanak-kanakan itu. Mereka memulai pertengkaran karena hal-hal sepele yang sebenarnya bukan masalah. Jadi, ketika seseorang di sekitar mereka terseret ke dalam drama, itu benar-benar membuat mereka kesal.

3. Menghindari tanggung jawab

Dikutip dari Verywell Health, seseorang yang berperilaku childish cenderung menyalahkan orang lain ketika terjadi kesalahan atau menyangkal peran mereka dalam konflik atau masalah.  Misalnya, selama konflik, seseorang yang berperilaku dengan kedewasaan emosional akan mampu duduk dan dengan tenang membahas masalah tersebut.

Seseorang yang berperilaku tidak dewasa secara emosional kemungkinan akan bersikap defensif tentang peran mereka dalam konflik, menyangkal bahwa mereka telah melakukan kesalahan, atau menghindari membahas konflik sama sekali.

4. Membatalkan rencana di menit-menit terakhir

Ketika kita membuat rencana dengan seseorang, penting untuk menepatinya. Ini tidak berlaku bagi orang dewasa yang childish, mereka rela membuat kita membuang waktu dan merasa jengkel.

Orang dewasa cenderung memiliki manajemen waktu yang baik, orang yang childish mungkin tidak efektif dalam mengelola waktu mereka. Mereka membatalkan rencana tanpa berpikir, dan tidak selalu menyadari dampaknya pada orang lain. Tetapi setelah beberapa kali melakukan ini, mereka seharusnya tidak terkejut jika tidak menerima undangan lagi di lain waktu.

5. Suka meniru orang lain

Individualitas dan keunikan adalah hal-hal yang membuat kita menjadi diri kita sendiri. Hal itu membawa ide dan perspektif baru ke dalam kehidupan orang lain, dan memungkinkan orang untuk tumbuh menjadi versi diri mereka yang lebih dewasa.

Ketika orang berusaha keras untuk meniru orang lain, baik itu gaya atau tingkah laku yang sama, itu sangat tidak dewasa. Mereka tidak memiliki kapasitas emosional dan mental untuk memahami bahwa mereka perlu membentuk identitas mereka sendiri.

Ketika orang tidak tahu siapa diri mereka, mereka akhirnya bergantung pada orang lain untuk mengambil keputusan. Jadi, mereka tidak perlu mengembangkan kematangan emosional yang membantu mereka menemukan kepribadian dan gaya mereka sendiri.

6. Kurangnya empati

Orang yang childish mungkin menunjukkan ketidakmampuan untuk memahami, atau kurangnya empati terhadap perasaan orang lain dalam berbagai tingkatan.

Tingkat empati yang kita rasakan bervariasi dari orang ke orang. Empati yang rendah juga mungkin bersifat situasional dan berkaitan dengan pengalaman masa lalu. Selain itu, empati diyakini memiliki pengaruh lingkungan dan genetik, yang berarti sebagian dapat diwariskan.

7. Menyimpan barang-barang yang tidak perlu

Meskipun tidak baik untuk boros, menyimpan semua barang yang pernah kita miliki juga tidak baik. Beberapa orang menyimpan semuanya karena mereka terlalu terikat padanya. Mereka merasa sentimental karena benda-benda mereka mengingatkan mereka pada momen-momen penting.

Seseorang yang belum dewasa seringkali terjebak dalam pola pikir masa lalu, di mana mereka terikat pada mainan mereka. Dan mereka belum melepaskan diri dari hal itu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ciri Perempuan dengan EQ Tinggi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Curhat Bumil Dipecat 3 Jam Usai Memberi Tahu Atasan soal Kehamilannya, Kisahnya Viral

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Ciri Kepribadian Orang Dewasa yang Miliki Sifat Childish

Mom's Life Asri Ediyati

Terpopuler: Tangis Haru Anne Hathaway Dapat Hadiah untuk Calon Anak Ketiga

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Oki Setiana Dewi & Putri Sulung Liburan di London, Ajak ke Kampus UCL

Parenting Annisa Karnesyia

Garis Tangan Membentuk Huruf M, Benarkah Tanda Orang Istimewa?

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

20 Film Malaysia Terbaik dengan Rating Tertinggi, Romantis hingga Horor

Curhat Bumil Dipecat 3 Jam Usai Memberi Tahu Atasan soal Kehamilannya, Kisahnya Viral

Ciri Kepribadian Orang Dewasa yang Miliki Sifat Childish

Terpopuler: Tangis Haru Anne Hathaway Dapat Hadiah untuk Calon Anak Ketiga

5 Potret Oki Setiana Dewi & Putri Sulung Liburan di London, Ajak ke Kampus UCL

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK