HaiBunda

MOM'S LIFE

Kenali Karakter Orang yang Miliki Trauma Masa Kecil dan Membekas hingga Dewasa

Melly Febrida   |   HaiBunda

Jumat, 31 Jul 2026 06:50 WIB
Kenali Karakter Orang yang Miliki Trauma Masa Kecil dan Membekas hingga Dewasa/Foto: Getty Images/vittaya25
Jakarta -

Kata orang, trauma masa kecil bisa membekas hingga dewasa. Bahkan, pada sebagian orang, pengalaman traumatis di masa kecil dapat memengaruhi cara berpikir, mengelola emosi, hingga membangun hubungan dengan orang lain.

Trauma masa kecil bisa berasal dari berbagai pengalaman. Tidak hanya akibat kekerasan fisik, emosional, atau seksual, tetapi juga ketika anak mengalami atau menyaksikan peristiwa yang mengancam keselamatan, seperti bencana alam, kecelakaan, kekerasan di lingkungan, maupun kehilangan orang yang disayangi.

Namun, penting dipahami bahwa tidak semua orang yang mengalami trauma masa kecil akan menunjukkan karakter atau mengalami gangguan psikologis yang sama.


Respons setiap orang terhadap trauma dapat berbeda-beda, tergantung pada berbagai faktor, seperti usia saat mengalami trauma, tingkat keparahan peristiwa, dukungan dari keluarga atau orang terdekat, serta pengalaman hidup setelahnya.

Karakter yang sering dikaitkan dengan trauma masa kecil

Trauma masa kecil tidak langsung membentuk satu tipe kepribadian tertentu. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pengalaman traumatis dapat memengaruhi cara seseorang berhubungan dengan orang lain, mengelola emosi, dan memandang dirinya sendiri.

Dampak trauma masa kecil dapat bertahan hingga dewasa dan memengaruhi kesehatan mental maupun stabilitas emosional seseorang. Kondisi ini juga dapat memengaruhi cara seseorang merespons tekanan dan menjalin hubungan dengan orang lain.

Beberapa karakteristik yang dapat muncul antara lain yang dilansir dari Very Well Mind:

1. Sulit mempercayai orang lain

Trauma masa kecil dapat memengaruhi cara seseorang membangun kepercayaan dan hubungan dengan orang lain. Orang yang pernah mengalami trauma di masa kecilnya dapat merasa lebih sulit membangun rasa percaya terhadap orang lain, terutama jika trauma yang dialami berasal dari orang terdekat.

Akibatnya, mereka mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa aman dalam suatu hubungan atau cenderung selalu waspada terhadap kemungkinan disakiti.

2. Harga diri yang rendah

Trauma masa kecil juga dikaitkan dengan rendahnya rasa percaya diri atau harga diri (low self-esteem). Akibatnya, sebagian orang mungkin lebih sering menyalahkan diri sendiri, merasa tidak cukup baik, atau kesulitan melihat sisi positif dari dirinya.

3. Kesulitan mengelola emosi

Trauma masa kecil dapat berdampak hingga dewasa, termasuk pada kesehatan mental dan stabilitas emosional. Sebagian orang mungkin lebih rentan mengalami depresi, gangguan stres pascatrauma (PTSD), atau gangguan suasana hati. Namun, tidak semua penyintas trauma mengalami kondisi tersebut.

4. Cenderung mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang dekat

Trauma masa kecil dapat memengaruhi cara seseorang menjalin hubungan dengan orang lain hingga dewasa. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami trauma masa kecil lebih mungkin memiliki gaya keterikatan (attachment style) yang tidak aman, seperti cemas (anxious attachment) atau menghindar (avoidant attachment).

Akibatnya, sebagian orang mungkin merasa lebih sulit membangun kedekatan emosional, sementara sebagian lainnya cenderung khawatir akan ditinggalkan dalam suatu hubungan.

Dampak trauma masa kecil terhadap kesehatan

Selain dapat memengaruhi hubungan sosial, trauma masa kecil juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah kesehatan mental dan fisik di kemudian hari.

Melansir Verywell Mind yang mengutip podcast Cleveland Clinic, orang dewasa yang pernah mengalami trauma saat masa kanak-kanak lebih berisiko mengalami depresi, gangguan suasana hati, hingga munculnya pikiran untuk bunuh diri. Mereka juga dilaporkan lebih rentan menyalahgunakan alkohol maupun zat adiktif lainnya.

Tidak hanya itu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pengalaman traumatis di masa kecil juga berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung, saat dewasa.

Para ahli menjelaskan bahwa peningkatan risiko tersebut diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah kecenderungan sebagian penyintas trauma untuk melakukan perilaku yang berdampak buruk untuk kesehatan, seperti merokok. Namun, hubungan ini bersifat kompleks dan masih terus diteliti.

Kapan perlu mencari bantuan?

Tidak semua orang yang mengalami trauma masa kecil memerlukan terapi. Namun, bantuan profesional dapat dipertimbangkan jika pengalaman tersebut terus memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Misalnya menyebabkan kesulitan menjalin hubungan, mengganggu pekerjaan atau aktivitas, memicu kecemasan maupun kesedihan yang berkepanjangan, atau menghadirkan kembali kenangan traumatis yang sulit dikendalikan.

Psikolog atau psikiater dapat membantu mengidentifikasi dampak trauma serta memberikan penanganan yang sesuai, seperti psikoterapi, untuk membantu seseorang membangun strategi koping yang lebih sehat.

Para ahli juga mengingatkan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk mencari bantuan. Dengan dukungan yang tepat, seseorang dapat belajar memahami pengalaman traumatis sekaligus mengembangkan cara yang lebih sehat dalam mengelola emosi dan menjalani hubungan dengan orang lain.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Cara Menghadapi Suami NPD

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Jangan Taruh 7 Benda Ini di Samping Kompor, Bisa Berbahaya

Mom's Life Arina Yulistara

Kisah Bunda 5 Anak Selamat dari Kanker Rahim, Penyebabnya Terungkap Tak Sengaja

Kehamilan Annisa Karnesyia

Potret Jennifer Bachdim Pulang Kampung ke Jerman, Bahagia Kumpul Bareng Ortu

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Membuat Macaroni Schotel Antiribet untuk Pemula, Mudah Dibuat dan Lezat

Mom's Life Amira Salsabila

Bibir Tetap Kering Meski Sudah Pakai Lip Balm? Ini Penyebabnya

Mom's Life Tiara Jasmine & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Jadi Buruan Warga, BI Buka Suara

Bibir Tetap Kering Meski Sudah Pakai Lip Balm? Ini Penyebabnya

Momen Hangat BCL dan Tiko Beri Kejutan Manis untuk Noah di Ultah Ke-16

Kisah Bunda 5 Anak Selamat dari Kanker Rahim, Penyebabnya Terungkap Tak Sengaja

Jangan Taruh 7 Benda Ini di Samping Kompor, Bisa Berbahaya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK