MOM'S LIFE
Ciri Kepribadian Orang yang Sering Membatalkan Janji Tanpa Rasa Bersalah
Melly Febrida | HaiBunda
Minggu, 09 Aug 2026 09:45 WIBOrang yang sering membatalkan janji kerap dianggap tidak menghargai orang lain. Namun, dalam psikologi, alasan seseorang membatalkan rencana tidak selalu sama.
Ada yang melakukannya karena ingin menjaga batas kemampuan diri, ada yang merasa kelelahan, tetapi ada juga yang memang kurang mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain.
Karena itu, kebiasaan membatalkan janji tanpa rasa bersalah tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menilai kepribadian seseorang. Meski demikian, cara seseorang menyikapi komitmen, menetapkan batasan, serta merespons perasaan orang lain dapat memberikan gambaran mengenai kecenderungan perilakunya.
Melansir YourTango, ada beberapa ungkapan yang kerap diucapkan oleh orang yang membatalkan janji tanpa merasa bersalah. Sejumlah teori dan temuan dalam psikologi dapat membantu menjelaskan kemungkinan alasan yang melatarbelakangi perilaku tersebut.
Mengapa ada orang yang membatalkan janji tanpa merasa bersalah?
Menurut teori Self-Determination Theory yang dikembangkan psikolog Richard M. Ryan dan Edward L. Deci, setiap orang memiliki kebutuhan untuk membuat pilihan yang sesuai dengan nilai dan kebutuhannya sendiri. Kemampuan mengambil keputusan secara mandiri (autonomy) berkaitan dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik.
Di sisi lain, para psikolog juga menjelaskan bahwa menetapkan batasan (boundaries) merupakan bagian dari hubungan yang sehat. Seseorang dapat menolak atau membatalkan janji ketika merasa tidak sanggup, selama dilakukan secara jujur, dikomunikasikan dengan baik, dan tetap menghargai waktu maupun perasaan orang lain.
Meski begitu, apabila seseorang berulang kali membatalkan janji tanpa menunjukkan empati atau tanggung jawab terhadap dampaknya pada orang lain, kebiasaan tersebut juga dapat memengaruhi kualitas hubungan interpersonal.
Ciri kepribadian orang yang sering membatalkan janji tanpa rasa bersalah
Perlu dipahami bahwa kebiasaan membatalkan janji tanpa rasa bersalah tidak selalu menunjukkan tipe kepribadian tertentu. Namun, dalam konteks tertentu, cara seseorang mengambil keputusan dan berkomunikasi dapat memberikan gambaran mengenai kecenderungan perilakunya.
Melansir YourTango, berikut beberapa ciri yang dapat terlihat, beserta contoh ungkapan yang kerap digunakan.
1. Mengenali batas kemampuan diri
Contoh ungkapan: "Aku tidak sanggup"
Tidak semua orang membatalkan janji karena tidak peduli. Ada kalanya seseorang memang merasa kelelahan secara fisik maupun emosional sehingga memilih beristirahat daripada memaksakan diri.
Mengakui bahwa diri sedang tidak sanggup juga dapat mencerminkan kesadaran terhadap batas kemampuan (self-awareness). Selama disampaikan dengan jujur dan tetap menghargai waktu orang lain, keputusan membatalkan janji dalam kondisi seperti ini tidak selalu menunjukkan sikap yang negatif.
2. Berani menetapkan batasan
Contoh ungkapan: "Aku sepertinya tidak bisa"
Orang yang memahami batas kemampuan fisik maupun emosionalnya cenderung lebih berhati-hati sebelum membuat komitmen. Mereka memilih menyesuaikan aktivitas dengan kapasitas yang dimiliki agar tidak kewalahan.
Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki kecenderungan introvert, waktu menyendiri dapat menjadi cara untuk memulihkan energi setelah banyak berinteraksi dengan orang lain. Karena itu, mereka cenderung lebih selektif dalam menerima undangan atau membuat rencana agar tidak merasa kewalahan.
Selama dikomunikasikan secara jujur dan tetap menghargai waktu maupun perasaan orang lain, keputusan membatalkan janji dalam kondisi seperti ini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan diri (self-care).
3. Tetap berusaha menjaga hubungan
Contoh ungkapan: "Sampai jumpa lain kali"
Membatalkan janji tidak selalu berarti seseorang tidak menghargai hubungan yang sudah terjalin. Mengucapkan "sampai jumpa lain kali" dapat menunjukkan bahwa ia tetap ingin menjaga hubungan tersebut dan berharap ada kesempatan lain untuk bertemu.
Ungkapan ini juga dapat mencerminkan kepedulian terhadap perasaan orang lain. Meski harus membatalkan rencana, mereka berusaha menyampaikannya dengan sopan, meminta maaf jika diperlukan, serta membuka peluang untuk menjadwalkan pertemuan di lain waktu.
Cara berkomunikasi seperti ini dapat membantu mengurangi rasa kecewa sekaligus menunjukkan bahwa pembatalan janji bukan berarti hubungan tersebut tetap penting untuk mereka.
4. Memilih jujur daripada mencari alasan
Contoh ungkapan: "Aku mau rebahan dulu di sofa"
Ungkapan ini biasanya digunakan sebagai cara bercanda untuk mengatakan bahwa seseorang membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Sebagian orang memilih menyampaikan alasan yang sebenarnya daripada membuat alasan yang dibuat-buat ketika harus membatalkan janji. Bersikap jujur mengenai kondisi diri dapat membantu membangun kepercayaan dalam hubungan, meskipun lawan bicara mungkin tetap merasa kecewa.
Memprioritaskan waktu untuk beristirahat bukanlah hal yang keliru. Namun, agar hubungan tetap terjaga, keputusan membatalkan janji sebaiknya disampaikan secara jujur, dikomunikasikan dengan baik, serta tetap menghargai waktu dan perasaan orang lain.
5. Terlalu mengutamakan kepentingan diri
Contoh ungkapan: "Saya tidak berutang apa pun kepadamu"
Kalimat ini terdengar seperti mengabaikan perasaan orang lain jika digunakan untuk membenarkan kebiasaan membatalkan janji. Meski setiap orang berhak menentukan pilihannya sendiri, hubungan interpersonal tetap membutuhkan rasa saling menghargai.
Komitmen yang telah dibuat juga membawa konsekuensi terhadap waktu dan harapan orang lain. Karena itu, perlu dibedakan antara tidak memiliki kewajiban untuk selalu memenuhi setiap ajakan dan tetap menghormati waktu serta usaha yang telah diberikan orang lain.
Jika seseorang berulang kali membatalkan janji tanpa penjelasan atau tanpa menunjukkan kepedulian terhadap dampaknya, hal tersebut dapat mengurangi kepercayaan dan memengaruhi kualitas hubungan.
6. Kurang mempertimbangkan perasaan orang lain
Contoh ungkapan: "Kalau mereka marah, itu urusan mereka"
Menetapkan batasan bukan berarti mengabaikan perasaan orang lain. Seseorang tetap dapat memutuskan untuk membatalkan janji, tetapi pada saat yang sama menyadari bahwa keputusan tersebut mungkin membuat orang lain kecewa.
Sebaliknya, jika seseorang sepenuhnya mengabaikan dampak tindakannya dan menganggap kekecewaan orang lain bukan tanggung jawabnya, hal tersebut dapat menunjukkan kurangnya empati dalam hubungan interpersonal. Komunikasi yang jujur, disertai kesediaan mengakui dampak dari keputusan yang diambil, umumnya membantu menjaga hubungan tetap sehat.
7. Cenderung menghindari komitmen yang pasti
Contoh ungkapan: "Kita lihat nanti saja"
Sebagian orang memilih tidak langsung memberikan kepastian karena belum mengetahui kondisi fisik maupun emosinya pada hari tersebut. Cara ini dapat membantu menghindari pembatalan mendadak. Namun, apabila terlalu sering dilakukan tanpa memberikan kepastian, orang lain juga bisa kesulitan menyusun rencana bersama.
8. Lebih menyukai jadwal yang fleksibel
Contoh ungkapan: "Saya belum tahu akan melakukan apa hari itu"
Ada orang yang lebih nyaman menjaga jadwalnya tetap fleksibel dibanding membuat rencana jauh-jauh hari. Hal ini tidak selalu menunjukkan sikap yang buruk.
Meski demikian, jika seseorang terus-menerus menghindari membuat komitmen yang jelas hingga membuat orang lain menggantung, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kepercayaan dan kualitas hubungan.
Membatalkan janji tidak selalu mencerminkan kepribadian
Tidak semua orang yang membatalkan janji tanpa rasa bersalah memiliki kepribadian yang sama. Ada yang melakukannya sebagai bentuk menjaga kesehatan mental atau batas kemampuan diri, ada pula yang memang kurang mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain.
Karena itu, penting melihat perilaku tersebut secara utuh, termasuk bagaimana seseorang menjelaskan alasannya, menghargai waktu orang lain, serta menunjukkan empati ketika harus membatalkan sebuah komitmen. Dalam hubungan yang sehat, menjaga diri sendiri dan menghargai orang lain seharusnya dapat berjalan beriringan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Ciri Perempuan dengan EQ Tinggi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Menyendiri, Bukan Berarti Anti Sosial
Ciri Kepribadian Orang dari Bentuk Jari Kaki
Ciri Kepribadian Berdasarkan Jam Lahir, Pagi dan Malam Punya Sifat Berbeda
Ciri Kepribadian Orang Berdasarkan Warna Favorit Menurut Psikologi
TERPOPULER
Marshanda Ungkap Sisi Manis Ben Kasyafani ke Anak, Tak Ingin Sienna Fatherless
Ciri Kepribadian Orang yang Tak Mau Mengangkat Telepon dari Nomor Tak Dikenal
Bukan Pola Asuh, Studi Terbaru Temukan Risiko Autisme pada Anak Disebabkan Genetik
Cara Mengenali Anak yang Terlalu Sensitif, Ada 2 Tanda yang Perlu Diketahui Orang Tua
Pulang dari Australia, Rini Yulianti Langsung Kumpul dan Kompak Lari Bareng Ririn Ekawati
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Hamil 22 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?
150 Nama Bayi Terinspirasi dari Alam Semesta dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
Marshanda Ungkap Sisi Manis Ben Kasyafani ke Anak, Tak Ingin Sienna Fatherless
Bukan Pola Asuh, Studi Terbaru Temukan Risiko Autisme pada Anak Disebabkan Genetik
Ciri Kepribadian Orang yang Tak Mau Mengangkat Telepon dari Nomor Tak Dikenal
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sering Silau Saat Makan? Coba Atur Posisi Dengan Lampu Gantung Ini
-
Beautynesia
6 Cara Menagih Utang dengan Sopan Tapi Tetap Tegas
-
Female Daily
Tahun Ini Berusia 30? Ini 5 Moisturizer yang Agar Kulit Awet Muda dan Glowing!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gisele Bundchen Disebut Cerai dari Tom Brady Setelah Baca Ramalan Zodiak
-
Mommies Daily
Sontek Warna Hijab Nikita Willy, Ini 7 Warna yang Bikin Wajah Terlihat Cerah!