MOM'S LIFE
Cara Mengenali Perasaan Diri Sendiri agar Lebih Memahami Emosi
Amira Salsabila | HaiBunda
Senin, 10 Aug 2026 11:05 WIBBunda, memahami perasaan diri sendiri bukan selalu hal yang mudah. Terkadang kita hanya merasa sedih, kesal, kecewa, atau tidak nyaman tanpa benar-benar tahu apa yang sedang terjadi di dalam diri.
Padahal, mengenali perasaan bisa membantu Bunda lebih memahami emosi dan mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan.
Dengan menyadari emosi yang muncul, Bunda juga bisa belajar merespons suatu keadaan dengan lebih tenang, bukan sekadar mengikuti reaksi sesaat.
Lantas, bagaimana cara mengenali perasaan diri sendiri dengan lebih baik? Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk memahami emosi dan mencari tahu apa yang sebenarnya sedang dirasakan.
Cara mengenali perasaan diri sendiri agar lebih memahami emosi
Dilansir Psychology Today, langkah-langkah berikut mengacu pada teknik kesadaran, dan dapat membantu menumbuhkan seni bersandar pada perasaan Bunda.
1. Kenali dan beri nama perasaan
Ketika menyadari ada emosi yang muncul, coba berhenti sejenak. Perhatikan apa yang sedang Bunda rasakan. Awalnya mungkin hanya terasa seperti stres, tidak nyaman, atau suasana hati yang kurang baik.
Coba kenali perasaan tersebut dengan lebih spesifik, misalnya sedih, takut, malu, bahagia, bersemangat, atau senang.
Tidak perlu menilai apakah perasaan tersebut baik atau buruk. Cukup akui dan beri nama pada emosi yang sedang dirasakan.
2. Perhatikan apa yang dirasakan tubuh
Emosi tidak hanya muncul dalam pikiran, tetapi juga bisa terasa di tubuh. Coba perhatikan bagaimana tubuh Bunda merespons emosi tersebut. Misalnya, dada terasa sesak, jantung berdebar, tangan gemetar, perut terasa tidak nyaman, atau tubuh terasa lemas.
Biarkan sensasi tersebut muncul tanpa berusaha langsung menghilangkan atau menghindarinya. Tidak perlu memaksakan diri untuk merasa lebih baik. Cukup amati apa yang terjadi dan biarkan perasaan tersebut datang dan perlahan mereda.
Jika terasa sulit, coba tetap tenang dan arahkan perhatian kembali pada sensasi yang dirasakan tubuh. Hindari terlalu larut dalam pikiran atau membuat berbagai asumsi. Beri diri sendiri waktu beberapa menit untuk benar-benar merasakan apa yang sedang terjadi.
3. Cari tahu apa yang sebenarnya ada di balik perasaan
Setelah mengenali perasaan dan sensasi tubuh, coba cari tahu apa yang sebenarnya memicu emosi tersebut. Mungkin Bunda sedang mengalami kehilangan, merasa terancam, tidak dihargai, tidak didengar, atau merasa tersisih.
Cobalah memahami perasaan tersebut tanpa langsung menyalahkan diri sendiri atau orang lain. Ingat, cara Bunda melihat suatu kejadian bisa dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu.
Jangan terlalu sibuk menganalisis kejadian atau memikirkan berbagai kemungkinan. Cukup tanyakan kepada diri sendiri, “Apa yang sebenarnya ada di balik rasa sakit atau kebahagiaan ini?”
Bayangkan emosi yang pertama muncul seperti ombak di permukaan laut. Setelah ombaknya mulai tenang, coba lihat lebih dalam. Di sana, Bunda mungkin menemukan perasaan yang lebih mendasar dan hal-hal yang sebenarnya sangat penting bagi Bunda.
4. Hadapi perasaan dengan penuh kasih sayang
Saat sedang berusaha memahami perasaan, jangan lupa untuk bersikap lembut kepada diri sendiri, terutama ketika emosi yang muncul terasa menyakitkan. Kita sering kali mudah mengkritik diri sendiri ketika sedang mengalami masalah. Kali ini, coba lakukan sebaliknya.
Bayangkan Bunda sedang berbicara kepada orang yang sangat disayangi. Apa yang akan Bunda katakan jika sahabat atau anggota keluarga sedang merasakan hal yang sama? Cobalah memberikan perhatian dan empati yang sama kepada diri sendiri.
Bunda bisa mengatakan, “Aku tahu ini berat,” “Nggak apa-apa kalau aku merasa seperti ini,” atau “Aku akan menemani diriku melewati ini.”
Apa pun yang sedang dirasakan, Bunda tidak sendirian. Setiap orang pernah merasa terluka, kecewa, takut, atau membutuhkan rasa aman dan diterima.
Pengalaman setiap orang memang berbeda, tetapi kebutuhan untuk disayangi, dimengerti, dan merasa aman adalah hal yang dimiliki banyak orang. Belajar memahami emosi juga berarti belajar memperlakukan diri sendiri dengan lebih baik.
5. Coba menerima perasaan
Ketika Bunda mulai belajar menerima perasaan, termasuk rasa takut dan emosi yang tidak nyaman, perlahan sesuatu yang baik bisa terjadi.
Bunda tidak lagi terus-menerus melawan atau menghindari perasaan tersebut. Mulai berani menghadapinya dan memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam diri.
Dari sana, Bunda bisa menjadi lebih tenang dan lebih memahami diri sendiri. Bunda juga bisa lebih hadir dalam hubungan dengan orang lain, menikmati hal-hal yang membuat bahagia, sekaligus menerima rasa sedih ketika kehilangan sesuatu yang berarti.
Bunda pun bisa lebih berani mencoba hal-hal baru, meskipun mungkin ada rasa takut, canggung, atau malu.
Bunda belajar merasakan takut ketika memang ada bahaya, berduka ketika kehilangan, menerima kenyamanan dari orang lain, dan kembali menikmati hal-hal sederhana yang membuat bahagia.
Pada akhirnya, belajar memahami dan merasakan emosi dengan baik membantu Bunda lebih terhubung dengan diri sendiri. Bunda tidak lagi harus selalu dikendalikan oleh perasaan, tetapi bisa menjalani hidup dengan lebih bebas dan memilih hal-hal yang benar-benar bermakna.
Nah, itulah beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk mengenali perasaan diri sendiri agar lebih memahami emosi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
David Beckham Buktikan Asma Bukan Penghalang Jadi Atlet Dunia
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Orang Kesepian Ternyata Mudah Sakit, Ini Kata Studi
Ketahui Gejala Bipolar pada Perempuan dan Cara Mengatasinya
Tren 'Cek Khodam' di Media Sosial Berhubungan dengan Kesehatan Mental? Begini Kata Pakar
Pelaku Bullying Kemungkinan Besar Miliki Masalah Kesehatan Mental, Ini Hasil Penelitian
TERPOPULER
Marshanda Ungkap Sisi Manis Ben Kasyafani ke Anak, Tak Ingin Sienna Fatherless
Ciri Kepribadian Orang yang Tak Mau Mengangkat Telepon dari Nomor Tak Dikenal
Bukan Pola Asuh, Studi Terbaru Temukan Risiko Autisme pada Anak Disebabkan Genetik
Cara Mengenali Anak yang Terlalu Sensitif, Ada 2 Tanda yang Perlu Diketahui Orang Tua
Pulang dari Australia, Rini Yulianti Langsung Kumpul dan Kompak Lari Bareng Ririn Ekawati
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Hamil 22 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?
150 Nama Bayi Terinspirasi dari Alam Semesta dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
Marshanda Ungkap Sisi Manis Ben Kasyafani ke Anak, Tak Ingin Sienna Fatherless
Bukan Pola Asuh, Studi Terbaru Temukan Risiko Autisme pada Anak Disebabkan Genetik
Ciri Kepribadian Orang yang Tak Mau Mengangkat Telepon dari Nomor Tak Dikenal
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sering Silau Saat Makan? Coba Atur Posisi Dengan Lampu Gantung Ini
-
Beautynesia
6 Cara Menagih Utang dengan Sopan Tapi Tetap Tegas
-
Female Daily
Tahun Ini Berusia 30? Ini 5 Moisturizer yang Agar Kulit Awet Muda dan Glowing!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gisele Bundchen Disebut Cerai dari Tom Brady Setelah Baca Ramalan Zodiak
-
Mommies Daily
Sontek Warna Hijab Nikita Willy, Ini 7 Warna yang Bikin Wajah Terlihat Cerah!