HaiBunda

MOM'S LIFE

3 Keterampilan Introvert yang Sering Diremehkan tapi Ternyata Berharga

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 29 Sep 2026 20:40 WIB
Ilustrasi keterampilan introvert yang sering diremehkan tapi ternyata berharga / Foto: Getty Images/Jajah-sireenut

Ada beberapa keterampilan introvert yang sering diremehkan. Namun ternyata bisa bantu Bunda menjadi sukses. Apa saja?

Kepribadian introvert sering dikaitkan dengan sifat pendiam, pemalu, atau kurang percaya diri ketika berada di tengah banyak orang. Padahal tidak sedikit introvert yang justru mampu berkembang dalam lingkungan kerja yang menuntut kemampuan komunikasi, kepemimpinan, hingga berbicara di depan publik.

Seorang pembicara utama internasional sekaligus LinkedIn Top Voice dan penulis buku Unforgettable Presence mengungkapkan bahwa dirinya tetap seorang introvert meski kini terbiasa tampil di hadapan banyak orang, menjadi narasumber televisi, serta berbicara untuk perusahaan besar seperti Amazon, LinkedIn, dan McKinsey.


Menurutnya, introversi bukanlah hambatan. Ada sejumlah kekuatan yang justru dapat menjadi keunggulan jika digunakan dengan tepat.

Keterampilan introvert yang sering diremehkan

Mengutip CNBC International, berikut tiga keterampilan introvert yang sering kali tidak terlalu terlihat, namun sebenarnya memiliki nilai besar dalam kehidupan maupun dunia kerja.

1. Membangun hubungan yang kuat tanpa harus banyak bicara

Introvert mungkin bukan orang yang paling aktif berbicara dalam rapat atau menjadi pusat perhatian ketika berkumpul. Namun kecenderungan untuk lebih banyak mendengarkan dapat membantu mereka memahami orang lain secara lebih mendalam.

Mereka biasanya lebih peka terhadap detail kecil dalam percakapan, seperti mengingat cerita yang pernah disampaikan teman, perubahan sikap rekan kerja, atau keraguan seorang klien saat berdiskusi. Perhatian semacam ini dapat menjadi dasar untuk membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan.

Orang cenderung merasa dihargai ketika lawan bicaranya benar-benar mengingat dan menindaklanjuti hal yang pernah mereka ceritakan. Meski demikian, menjadi pendengar yang baik bukan berarti harus terus diam. Introvert tetap perlu menunjukkan ketertarikan dan merespons percakapan secara aktif.

Lakukan:

  • Ajukan pertanyaan lanjutan yang menunjukkan bahwa kamu memperhatikan percakapan.
  • Ingat detail penting yang pernah disampaikan orang lain dan tanyakan kembali di kesempatan berikutnya.
  • Manfaatkan percakapan satu lawan satu untuk membangun hubungan yang lebih dekat.

Jangan:

  • Hanya diam sepanjang percakapan dengan anggapan bahwa mendengarkan saja sudah cukup.
  • Menghindari interaksi karena merasa bukan orang yang banyak bicara.
  • Menunggu orang lain selalu mengambil inisiatif untuk membangun hubungan.

2. Berkomunikasi secara jelas dan terarah

Introvert mungkin tidak selalu menjadi orang yang paling sering berbicara. Namun ketika memiliki sesuatu untuk disampaikan, mereka cenderung sudah memikirkan pesannya terlebih dahulu.

Kebiasaan mempertimbangkan kata-kata sebelum berbicara dapat membantu menghasilkan komunikasi yang lebih terarah dan tidak bertele-tele. Kemampuan tersebut sangat berguna dalam berbagai situasi, mulai dari rapat, presentasi, email hingga komunikasi di media sosial.

Bunda juga dapat meminta agenda sebelum rapat dan menyiapkan satu atau dua gagasan yang ingin disampaikan. Dengan persiapan tersebut maka tidak perlu menunggu terlalu lama hingga menemukan momen yang dianggap sempurna untuk berbicara.

Lakukan:

  • Minta agenda rapat terlebih dahulu agar dapat menyiapkan pendapat atau pertanyaan.
  • Catat satu atau dua poin utama yang ingin disampaikan sebelum diskusi dimulai.
  • Jika memimpin rapat, berikan topik dan pertanyaan pembahasan sejak awal agar semua peserta memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.
  • Gunakan berbagai cara untuk menyampaikan pendapat, misalnya melalui kolom chat atau memberikan tanggapan tertulis setelah rapat.

Jangan:

  • Terlalu lama menunggu waktu yang dianggap paling tepat untuk berbicara.
    Terus-menerus mengoreksi atau meragukan pendapat sendiri hingga akhirnya memilih diam.
  • Menganggap bahwa berbicara lebih banyak selalu berarti komunikasi yang lebih efektif.

3. Persiapan matang sebagai kekuatan

Bagi banyak introvert, persiapan dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri. Oleh karena itu, mereka biasanya lebih nyaman ketika sudah mengetahui materi, situasi, maupun orang-orang yang akan dihadapi.

Kebiasaan mempersiapkan diri ini dapat mencakup latihan presentasi, memperkirakan pertanyaan yang mungkin muncul, hingga memahami karakter audiens. Menariknya, persiapan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bekal bagi introvert untuk tampil dalam situasi yang membutuhkan keberanian berbicara.

Wawancara kerja, presentasi penting, rapat dengan klien, hingga percakapan sulit di lingkungan kerja dapat dihadapi dengan lebih terstruktur. Namun latihan sebaiknya tidak dilakukan sendirian saja karena masukan dari orang lain dapat membantu menemukan kekurangan yang sebelumnya tidak disadari.

Lakukan:

  • Latih presentasi dalam kondisi yang mendekati situasi sebenarnya.
  • Jika memungkinkan, gunakan ruangan yang sama dengan tempat acara akan berlangsung.
  • Simulasikan presentasi di depan teman, rekan kerja, atau atasan untuk mendapatkan masukan.
  • Rekam latihan agar dapat mengevaluasi cara berbicara, ekspresi, maupun bahasa tubuh.

Jangan:

  • Hanya berlatih sendiri tanpa pernah meminta masukan dari orang lain.
  • Mengandalkan persiapan tanpa melakukan simulasi situasi sebenarnya.
  • Terjebak mempersiapkan sesuatu secara berlebihan hingga justru menunda kesempatan untuk tampil.

Pada akhirnya, menjadi introvert tidak berarti harus mengubah diri sendiri menjadi pribadi yang paling vokal atau mudah bergaul. Kekuatan introvert justru dapat muncul dari kemampuan mendengarkan dengan saksama, menyampaikan sesuatu dengan tujuan yang jelas, serta mempersiapkan diri secara matang.

Dengan memahami kekuatan tersebut, introvert dapat menggunakannya sebagai modal untuk berkembang dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

3 Warna Favorit Orang dengan EQ Tinggi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Tiggy Anak Bungsu Indah Kalalo yang Baru Ulang Tahun ke-11

Parenting Annisa Karnesyia

3 Keterampilan Introvert yang Sering Diremehkan tapi Ternyata Berharga

Mom's Life Arina Yulistara

Potret Adzana dan Rizky Alatas Hadiri Peresmian Museum Sang Kakek Bing Slamet

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Membuat 'Bawang Hitam' Kaya Manfaat dengan Magic Com di Rumah

Mom's Life Amira Salsabila

15 Dongeng Romantis Sebelum Tidur tentang Cinta dan Kasih Sayang, Penuh Pesan Moral

Parenting Elia Amaliana

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sosok Zhang Ziyu Pebasket 223 Cm yang Taklukkan Tim Basket RI di Asian Games 2026

Potret Tiggy Anak Bungsu Indah Kalalo yang Baru Ulang Tahun ke-11

3 Keterampilan Introvert yang Sering Diremehkan tapi Ternyata Berharga

Potret Adzana dan Rizky Alatas Hadiri Peresmian Museum Sang Kakek Bing Slamet

15 Dongeng Romantis Sebelum Tidur tentang Cinta dan Kasih Sayang, Penuh Pesan Moral

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK