MOM'S LIFE
7 Kebiasaan Orang yang Terlalu Keras pada Diri Sendiri
Azhar Hanifah | HaiBunda
Minggu, 18 Oct 2026 09:45 WIBBunda, memiliki semangat untuk sukses dan selalu berusaha memberikan yang terbaik merupakan hal yang positif. Namun, ketika seseorang terus menuntut kesempurnaan, pencapaian yang diraih justru terasa tidak pernah cukup.
Kebiasaan orang yang terlalu keras pada diri sendiri ini bisa membuat mereka sulit menikmati keberhasilan, mudah meragukan keputusan, hingga merasa terbebani oleh tuntutan pribadi.
Sekilas, sikap tersebut mungkin terlihat seperti bentuk kedisiplinan dan ambisi untuk terus berkembang. Padahal, terlalu sering mengkritik diri sendiri dapat memicu stres, mengurangi kebahagiaan, dan membuat seseorang kesulitan mempertahankan pencapaiannya dalam jangka panjang.
Agar bisa lebih memahami pola tersebut, ada tujuh kebiasaan yang dapat Bunda kenali dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, simak penjelasannya di artikel berikut ini.
7 Kebiasaan orang yang terlalu keras pada diri sendiri
Mengutip dari laman Your Tango, orang yang sukses tetapi terlalu keras pada diri sendiri cenderung memiliki kebiasaan yang membuat mereka terus merasa kurang, meskipun sudah mencapai banyak hal. Berikut tujuh kebiasaan yang perlu dikenali.
1. Merasa pencapaiannya tidak pernah cukup
Orang yang terlalu keras pada diri sendiri sering kesulitan merasa puas atas keberhasilan yang diraih. Meski berhasil mendapatkan promosi, menyelesaikan pendidikan, atau mencapai target besar, mereka justru memikirkan hal lain yang dianggap belum maksimal.
Mereka mungkin merasa seharusnya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik atau meraih pencapaian yang lebih tinggi. Akibatnya, keberhasilan yang seharusnya membanggakan justru tidak memberikan kepuasan.
Menurut life coach María Tomás-Keegan, seseorang perlu belajar mengubah cara berbicara kepada diri sendiri. Dengan mengurangi keraguan dan ketakutan, seseorang dapat mulai melihat kemampuannya secara lebih positif.
2. Terus meragukan keputusan sendiri
Kebiasaan berikutnya adalah terlalu sering mempertanyakan keputusan yang sudah dibuat. Seseorang mungkin sudah memilih sesuatu dengan pertimbangan matang, tetapi kemudian kembali memikirkan apakah pilihannya benar.
Di hadapan orang lain, mereka bisa terlihat percaya diri. Namun, ketika berbicara dengan orang terdekat, mereka justru mengungkapkan kekhawatiran bahwa keputusan yang diambil mungkin keliru.
3. Mengecilkan keberhasilan yang diraih
Orang yang terlalu keras pada diri sendiri cenderung menganggap keberhasilannya sebagai sesuatu yang biasa saja. Mereka mungkin berkata bahwa keberhasilan tersebut bukan hal besar, orang lain juga bisa melakukannya, atau hasilnya masih kalah bagus dibandingkan pencapaian orang lain.
Konsultan bisnis Susan Kulakowski menyarankan agar seseorang mencatat keberhasilan yang telah diraih. Catatan tersebut bisa berupa daftar pencapaian harian atau done list, yaitu daftar hal-hal yang sudah berhasil diselesaikan.
Cara ini membantu seseorang menyadari bahwa keberhasilan kecil sekalipun tetap layak dihargai, bukan hanya pencapaian besar.
4. Terus membandingkan diri dengan orang lain
Orang yang terlalu keras pada diri sendiri sering menjadikan pencapaian orang lain sebagai tolok ukur keberhasilan pribadi. Ketika berhasil melakukan sesuatu, mereka justru sibuk melihat apakah orang lain memperoleh hasil yang lebih baik.
Misalnya, seseorang berhasil menerbitkan karya, tetapi merasa gagal karena karyanya tidak sepopuler milik orang lain. Padahal, keberhasilan tersebut tetap merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.
Kebiasaan membandingkan diri secara terus-menerus dapat membuat seseorang sulit merasa puas. Sebab, selalu ada orang lain yang memiliki pencapaian berbeda dalam kehidupan, karier, maupun bidang lainnya.
Daripada terus bersaing dengan orang lain, seseorang dapat mencoba berfokus pada perkembangan dirinya sendiri dan menghargai kemajuan yang telah dicapai.
5. Sulit beristirahat karena terus memikirkan pekerjaan
Tuntutan terhadap diri sendiri juga dapat memengaruhi waktu istirahat. Seseorang mungkin bekerja hingga larut malam, terus memikirkan tugas yang belum selesai, atau merasa khawatir terhadap hal-hal yang sebenarnya bisa ditangani keesokan hari.
Pikiran yang terus aktif membuat mereka kesulitan bersantai dan mendapatkan tidur yang cukup. Akibatnya, mereka bisa merasa lelah pada pagi hari dan membutuhkan banyak kafein untuk kembali beraktivitas.
Jika kebiasaan ini berlangsung berulang kali, tubuh dan pikiran dapat semakin terbebani.
6. Menghindari risiko karena takut gagal
Orang yang selalu menuntut kesempurnaan terkadang enggan mencoba hal baru karena khawatir hasilnya tidak sesuai harapan. Mereka bisa memilih bertahan dalam situasi yang sudah dikenal daripada mengambil peluang yang mengandung ketidakpastian.
Kecenderungan ini juga dibahas dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Behaviour Research and Therapy, yang berkaitan dengan perfeksionisme dan ketakutan terhadap kegagalan.
Ketika seseorang merasa harus selalu berhasil, kemungkinan membuat kesalahan dapat terasa sangat menakutkan. Padahal, mencoba sesuatu yang baru tidak selalu menjamin hasil sempurna, dan kesalahan merupakan bagian yang mungkin terjadi dalam proses belajar.
7. Terlalu keras menilai orang lain
Kebiasaan mengkritik diri sendiri juga dapat memengaruhi cara seseorang memperlakukan orang lain. Ketika terbiasa menuntut kesempurnaan dari dirinya, mereka mungkin tanpa sadar menerapkan standar yang sama kepada teman, pasangan, keluarga, atau rekan kerja.
Akibatnya, mereka dapat memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap orang lain dan sulit menerima kekurangan yang sebenarnya wajar dimiliki setiap orang.
Bunda, memiliki ambisi dan keinginan untuk berkembang tentu bukan hal yang salah. Namun, jangan sampai tuntutan untuk selalu berhasil membuat Bunda lupa menghargai usaha dan pencapaian sendiri.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
3 Warna Favorit Orang dengan EQ Tinggi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bunda Merasa Sulit Jadi Kaya? Yuk, Mulai Jauhi 10 Kebiasaan Ini
6 Kebiasaan Sehari-hari Orang Cerdas, Percaya Diri Tidak Termasuk Bun
3 Kebiasaan Orang Kaya Saat Punya Waktu Luang, Bukan Cuma Rebahan Bun
7 Kebiasaan Pengusaha Wanita Sukses, Bisa Jadi Inspirasi Bun
TERPOPULER
150 Nama Bayi Bermakna Rasa Ingin Tahu untuk Anak Perempuan & Laki-Laki Beserta Artinya
7 Kebiasaan Orang yang Terlalu Keras pada Diri Sendiri
Bukan Cuma Cegah Kanker Serviks, Vaksin HPV Juga Kurangi Risiko Komplikasi Kehamilan
Mata Kiri Bawah Sering Kedutan, Ternyata..
11 Alasan Ini Kerap Diucapkan Orang yang Malas Membersihkan dan Merapikan Rumah
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Prasmanan Stainless Satu Set Terbaik dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Panci Prasmanan Stainless Satu Set Terbaik dan Awet
Bukan Cuma Cegah Kanker Serviks, Vaksin HPV Juga Kurangi Risiko Komplikasi Kehamilan
150 Nama Bayi Bermakna Rasa Ingin Tahu untuk Anak Perempuan & Laki-Laki Beserta Artinya
7 Kebiasaan Orang yang Terlalu Keras pada Diri Sendiri
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Punya Sneakers Suede Sol Gum? Ini 5 Cara Merawatnya agar Awet
-
Beautynesia
6 Inspirasi Nail Art ala Pumpkin Spice, Minuman Khas Musim Gugur yang Bikin Kamu Stylish
-
Female Daily
Cara Menghindari Makeup Oksidasi di Siang Hari Biar Foundation Kamu Nggak Makin Gelap!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Jennie BLACKPINK Tuai Kritik Isi OST Film STEPS, Nama Justin Tranter Disorot
-
Mommies Daily
10 Bubuk Matcha untuk Matcha Latte Enak di Rumah, Gak Pakai Mahal!