HaiBunda

MOM'S LIFE

Dituding Catut Nama Profesor Jerman, Ini Penjelasan Dosen Indonesia soal Kasus Jurnal

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 02 Nov 2026 16:20 WIB
Ilustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Nutthaseth Vanchaichana
Jakarta -

Kasus dugaan pencatutan nama profesor asal Jerman dalam publikasi jurnal ilmiah baru-baru menjadi sorotan publik Tanah Air. Persoalan ini turut menimbulkan pertanyaan mengenai etika dan kredibilitas publikasi ilmiah, Bunda.

Seorang profesor dari University of Konstanz, Jerman, bernama Ines Mergel mengungkapkan namanya dicatut dalam sebuah publikasi akademik yang diterbitkan dari Indonesia. Artikel yang dipersoalkan ini berjudul 'Kolinearitas dan Regularisasi pada Model Layanan Publik Digital: Simulasi dalam Konteks Green Government', yang dimuat dalam 'Ekliptika: Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan', Vol. 7 No. 1 edisi Juli 2026, halaman 17-30.

Dalam salinan artikel, selain nama Ines Mergel, terdapat juga nama Muhammad Khafid Ainul Yaqin dengan afiliasi Universitas Yudharta Pasuruan. Khafid tercatat sebagai pengajar di Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Yudharta.


Perlu diketahui, naskah artikel ini diterima pada 5 Mei 2026, direvisi pada 1 Juni 2026, dan dinyatakan layak terbit pada 7 Juli 2026. Sementara itu, alamat e-mail Khafid tercantum sebagai kontak penulis korespondensi (corresponding author).

Profesor Ines Mergel yang juga guru besar bidang Administrasi Publik menegaskan bahwa ia tidak pernah terlibat dalam penulisan artikel tersebut, Bunda. Meski begitu, identitas, afiliasi institusi, dan nomor ORCID yang tercantum memang benar miliknya.

"Saya sama sekali tidak pernah mengetahui keberadaan artikel tersebut, tidak pernah menulis satu kata pun di dalamnya," katanya dalam korespondensi lewat e-mail dengan detikcom, Kamis (29/10/26) lalu.

Publikasi ini juga mencantumkan beberapa nama besar, seperti guru besar Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Rini Rachmawati, guru besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (UI), Yudho Giri Sucahyo, serta Marijn Janssen yang menjabat profesor bidang ICT & Governance di Delft University of Technology, Belanda. Menurut keterangan, para akademisi tersebut juga menyatakan tidak terlibat dalam penulisan artikel.

Menanggapi tudingan tersebut, Muhammad Khafid Ainul Yaqin akhirnya buka suara dan memberikan penjelasan. Lantas, bagaimana kronologi dibuatnya artikel yang dituding mencatut nama profesor Jerman ini?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(ank/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Viral Anak Sopir Taksi Online Kuliah di AS, Impiannya Terinspirasi dari Pekerjaan Ayah

TOPIK TERKAIT

TERPOPULER

Haru, Enno Lerian Ungkap Terima Kasih untuk Sang Putra yang Bantu Wujudkan Warung Impian

Mom's Life Amira Salsabila

Dituding Catut Nama Profesor Jerman, Ini Penjelasan Dosen Indonesia soal Kasus Jurnal

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Membuat Anak Merasa Bersalah Meski Tak Salah

Parenting Dilla Atqia Rahmah

5 Drakor Medis Terbaik Berating Fantastis, Ada Doctor X Hingga Dr. Romantic

Mom's Life Tiara Jasmine & Adi Prakoso

Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Cara Main Media Sosial

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Haru, Enno Lerian Ungkap Terima Kasih untuk Sang Putra yang Bantu Wujudkan Warung Impian

Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Membuat Anak Merasa Bersalah Meski Tak Salah

Dituding Catut Nama Profesor Jerman, Ini Penjelasan Dosen Indonesia soal Kasus Jurnal

5 Drakor Medis Terbaik Berating Fantastis, Ada Doctor X Hingga Dr. Romantic

Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Cara Main Media Sosial

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK