HaiBunda

PARENTING

Gemas Sama Balita Boleh, Tapi Tak Perlu Tepuk Pantatnya Ya Bun

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Rabu, 19 Jul 2017 12:29 WIB
Ilustrasi gemas pada anak/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Anak-anak memang menggemaskan ya Bun. Kadang kala, sampai bikin kita orang dewasa geregetan karena saking gemasnya. Dalam keseharian pun, ekspresi gemas kita ditunjukkan dengan memukul pantat si kecil.

Ya, terlebih kalau si kecil udah mulai belajar jalan. Ditambah dengan tubuhnya yang gempal dan pakai popok sekali pakai, anak makin menggemaskan ya Bun. Untuk mengungkapkan ekspresi gemas pun kadang kita memukul pantatnya. Tapi, baiknya ini jangan dilakukan ya Bun. Lho, kan kita nggak berniat memukul untuk menyakiti anak?

Iya Bun, seperti kata psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, kita lebih baik nggak memukul pantat anak sebagai tanda gemas, karena tanpa disadar apa yang kita lakukan jadi bentuk penguatan untuk anak kalau ketika pantatnya dipukul, itu hal yang biasa dan dibolehkan.


"Sebenarnya poinnya kalau kita menepuk pantat anak, pantat itu kan area yang sangat pribadi. Kalau kita tepuk pantat itu seperti melecehkan dia," kata Ratih waktu ngobrol sama HaiBunda.

Nah, hal itu yang mesti diantisipasi sama Bunda dan Ayah, jangan sampai harga diri si kecil turun gara-gara pantatnya sering ditepuk, meskipun kita menepuknya karena gemas ya Bun. Terlebih, kalau kita sering menepuk pantat anak sebagai tanda gemas, bisa jadi sesuatu yang nggak sinkron Bun.

Di sisi lain kita ajari si kecil bahwa pantat adalah salah satu area pribadinya, sementara kita sendiri menepuk-nepuk pantat anak di depan orang lain. Lalu, apa lagi yang bisa dirasa anak ketika pantatnya sering ditepuk-tepuk seperti itu?

"Anak bisa merasa ini sesuatu yang biasa. Akhirnya dia bisa tepuk pantat orang lain atau bisa juga saat dia ditepuk pantatnya, dia merasa nggak apa-apa karena dia pikir orang tuanya kan melakukan itu," tambah Ratih yang praktik di RaQQi- Human Development and Learning Centre ini.

Padahal, seperti kita tau pantat merupakan salah satu area pribadi yang nggak boleh disentuh orang lain kecuali orang tua, dokter, atau anggota keluarga yang memang sudah dikenal. Nah, kalau kita gemas sama si kecil, bisa saja kita mengungkapkannya dengan menyentuh area pipi, tangan, atau kakinya saja Bun. (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Terpopuler: Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA

Mom's Life Nadhifa Fitrina

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Terpopuler: Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK