HaiBunda

PARENTING

Perhatikan Dulu Hal Ini Saat Ikutkan Anak Lomba Ya

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Jumat, 27 Oct 2017 15:54 WIB
Ilustrasi anak lomba/ Foto: dok.HaiBunda
Jakarta - Boleh banget kalau Bunda sama Ayah mau mengikutkan anak lomba. Mewarnai, melukis, menyanyi, atau menari sah-sah aja kok diikuti si kecil. Tapi, sebelum mengikutkan anak ke lomba tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan nih.

Kata psikolog anak dan keluarga dari Tiga Generasi Anna Surti Ariani atau akrab disapa Nina, idealnya anak juga mau ikut lomba tersebut. Kalau anak belum mau ikutan lomba, orang tua boleh-boleh aja memperkenalkan lomba itu atau membujuk si kecil.

"Tapi kalau anak nggak mau nggak usah dipaksa. Toh nggak urgent juga kan. Lalu ingat, dalam prosesnya namanya anak ikut lomba berarti anak yang berjuang ya," kata Nina waktu ngobrol sama HaiBunda.


Jadi, Bun, kita perlu ingat bahwa hasil apapun dari lomba ya biarkan saja itu hasil kerja anak. Sehingga, orang tua nggak perlu mengintervensi atau ikut campur saat si kecil sibuk berlomba. Ketika orang tua ikut campur dalam perlombaan anak, bukan nggak mungkin ketika dia menang, anak nggak merasa bangga.

Baca juga: Ramai Banget Nih, Fashion Show Bunda dan Anak

Ya, karena anak tahu kalau hasil karya yang membuat dia menang adalah hasil ikut campur orang tuanya. Sebaliknya, kalau anak belum menang lomba, nggak usah sedih, Bun. Jangan lupa kita hibur juga si kecil. Bisa kita katakan nggak masalah kok dia nggak menang, yang penting sudah mau mencoba.

Nah, saat anak ikut lomba, sering juga terlihat justru orang tua yang heboh dalam menyiapkan lomba atau di hari H saat anak ikut lomba. Padahal, anaknya biasa-biasa aja, Bun. Menanggapi hal ini, Nina bilang memang ada orang tua yang lagi mencobakan berbagai macam lomba ke anak untuk melihat kemampuan anak.

"Tapi ada juga orang tua yang agak ambisius gimana caranya supaya anak menang lomba. Kenapa mereka begini? Bisa jadi mereka butuh pengakuan mungkin karena mereka sendiri belum merasa cukup artinya si orang tua memang segitu nggak berprestasinya, segitu kurangnya sampai butuh 'dinaikkan' tapi caranya melalui anak," kata Nina yang juga berpraktik di Lembaga Psikologi Terapan UI ini.

Baca juga: Kocak! Laptop pun Jadi 'Pancingan' agar Bayi Mau Merangkak (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi

Mom's Life Annisa Karnesyia

Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?

Parenting Kinan

Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya

Parenting Tim HaiBunda

LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!

Mom's Life Sandra Odilifia & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari

Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?

Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya

LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!

Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK