parenting

Sedih, Orang Tua Ini Temukan Bayi di Saluran Air yang Ternyata Cucunya

Maya Sofia Sabtu, 12 Oct 2019 17:09 WIB
Sedih, Orang Tua Ini Temukan Bayi di Saluran Air yang Ternyata Cucunya Ilustrasi bayi yang dibuang dekat Tol Cisumdawu/ Foto: iStock
Jakarta - Orang tua perempuan berisinial YY mungkin tak menyangka bayi yang ditemukan di saluran air Tol Cisumdawu ternyata adalah cucu mereka sendiri. Mengutip detikcombayi yang dibuang pada Kamis (10/10/2019) itu merupakan anak dari YY dan sang kekasih berinisial AO.

"Berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan, telah diamankan satu orang perempuan bernama YY (18) yang diduga pelaku pembuangan bayi dan satu orang laki-laki bernama AO (17) sebagai pacar dari terduga pelaku," ucap Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo.

YY diketahui melahirkan bayinya di kolam dekat rumah. Ketika itu ia pergi ke kamar mandi karena merasa ingin BAB. Namun yang dilihat adalah flek.


Remaja perempuan tersebut kemudian menuju dekat kolam rumahnya. Ia duduk dengan posisi kaki setengah menyilang dan kemudian lahir seorang bayi berjenis kelamin laki-laki.

YY kemudian menggendong bayi malang tersebut dan membungkusnya dengan daun pisang. Setelah itu ia meletakkan buah hati yang baru saja dilahirkannya di dekat proyek Tol Cisumdawu.

Tindakan YY terungkap setelah kedua orang tuanya melihat ada ceceran darah di dekat kolam dan kamar mandi. Setelah ditelusuri, mereka menemukan bayi di saluran air di pinggir Tol Cisumdawu.

Sedih, Orang Tua Ini Temukan Bayi di Saluran Air yang Ternyata CucunyaIlustrasi bayi. (Foto: iStock)

Bayi tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Rancakalong dalam kondisi hidup. Hasil pemeriksaan dari Bidan Puskesmas menunjukkan bahwa bayi mungil itu mengalami asfiksia. Kabar terakhir, nyawa bayi tak berdosa tersebut tak dapat diselamatkan. Hiks, sedih ya, Bunda.

Berbicara soal asfiksia yang dialami bayi YY, ini adalah kondisi saat bayi tidak mendapat cukup oksigen selama proses persalinan. Perlu Bunda ketahui, Survei Demografi Kesehatan Indonesia pada tahun 2012 menunjukkan bahwa kematian neonatal (28 hari setelah bayi dilahirkan) sebagai penyumbang terbesar angka kematian bayi di Indonesia.

Sebanyak 60 Persen bayi meninggal dalam fase neonatal karena berbagai sebab mulai dari infeksi, asfiksia hingga berat badan sangat rendah.

Bunda juga bisa simak cerita Tasya Kamila saat proses persalinan sang buah hati dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(som/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi