PARENTING
Kisah Anak Pesisir Hidup dari Ikan Asin untuk Beli Beras
tim berbuatbaik.id | HaiBunda
Rabu, 07 Jun 2023 16:50 WIBAnak adalah masa depan bangsa. Oleh karena itu, hak anak untuk mendapat pendidikan ini bahkan sudah diamanatkan oleh PBB. Namun sayangnya hak akan pendidikan ini sering kali terbentur oleh keadaan.
Hal ini bisa dilihat dari kondisi anak-anak di pesisir Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Banyak di antara anak-anak ini yang tidak mendapat pendidikan. Alasannya tak lain karena keterbatasan ekonomi, apalagi mereka dibesarkan tanpa ayah dan ibu.
Contohnya saja Irawan dan Desti yang hanya tinggal dengan sang nenek. Anak yatim piatu ini sudah dipaksa mencari rupiah demi bertahan hidup. Irawan (11) hampir putus sekolah sampai akhirnya ada bantuan untuk melanjutkan pendidikannya di bangku kelas satu madrasah ibtidaiyah Al jihad Cilincing.
Bersama temannya, Irawan memungut ikan asin yang dijemur para nelayan untuk dijual. Mereka tak peduli panasnya matahari hingga kulit mereka hitam terbakar.
"Kadang dapat 200 ekor lebih, itu Rp20 ribu. Buat beli nasi beras," ujar Irawan kepada tim berbuatbaik.id.
Semenjak ibunya meninggal dua tahun lalu, hidup Irawan terasa berbeda. Bocah ini pun harus menahan rindu kepada sang ibu sedari usia dini.
"Sering kangen. Biasanya kalau tidur sambil lihat foto mama," ucapnya lirih.
Perasaan rindu yang menggelayut ini juga dirasakan kakak Irawan, Desti. Di umur 14 tahun, sulit bagi Desti untuk tidak lagi merasakan kasih sayang ibu.
"Kangen banget. Biasanya baca surat Al Fatihah terus baca surat Al-Ikhlas supaya mamanya tenang di alam kubur," kata Desti.
Berbeda dari adiknya, Desti tidak lagi bersekolah. Sudah dua tahun Desti tidak lagi duduk di bangku sekolah. Dia harus mengubur mimpinya dan ikut sang nenek mencari rupiah dengan menjadi pengupas kerang.
"Kalau Desti suruh ngupas Desti mau, karena karena kalau enggak ada nenek mau makan pakai apa lagi. Kalau bapak di Makassar, mama sudah enggak ada," sambungnya.
Desti dan sang nenek mendapat upah Rp50 ribu setiap hari dengan menjadi pengupas kerang. Namun pendapatan itu tidak pasti karena bergantung dari musim.
Sang nenek, Hatijah (64), yang menjadi tumpuan dua anak ini sebenarnya tak kuasa melihat cucunya bekerja. Namun fisiknya semakin lemah sehingga dia pun akhirnya bergantung kepada tenaga cucu-cucunya ini.
Apalagi dia tidak bisa memberikan kehidupan yang nyaman karena hanya tinggal di rumah semi permanen yang luasnya tidak lebih dari 15 meter persegi. Dinding rumahnya pun hanya berupa triplek dan tambalan kayu seadanya. Bahhkan untuk mandi dan buang air besar, mereka harus mengandalkan MCK umum yang berbayar Rp 2 ribu per sekali pakai.
Sahabat baik, tak terbayang betapa susahnya hidup kakak beradik ini. Hanya kebaikan yang bisa membuat masa depan mereka lebih baik dan sahabat baik lah yang bisa meringankan beban mereka.
Caranya sederhana. Hanya dengan mulai Donasi dan mendoakan agar kelak kehidupan anak-anak pesisir segera terbantu. Yuk mulai Donasi sekarang hanya melalui berbuatbaik.id. Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan. Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.
Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.
Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!
(mul/ziz)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Di Rumah Reyot Berkursi Roda, Dicki Sandarkan Hidup pada Ayah Petani Jagung
Diikat karena Sering Berguling ke Jalan, Anak Lumpuh Otak Berjuang Sembuh
Bocah Ditinggal Ayah Ibu, Rela Bersihkan Kandang Bebek untuk Bantu Keluarga
Derita Mak Odah, Hidup di Rumah Bilik Bambu Besarkan Anak Penderita Tumor
TERPOPULER
Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak
Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan
9 Zodiak Paling Drama, Masalah Kecil Bisa Jadi Panjang
9 Resep MPASI 6 Bulan ke Atas Anti Sembelit, Enak & Praktis Dibuat
150 Nama Bayi Terinspirasi dari Lautan dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru
Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak
9 Resep MPASI 6 Bulan ke Atas Anti Sembelit, Enak & Praktis Dibuat
Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan
150 Nama Bayi Terinspirasi dari Lautan dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Samba OG Masih Tren di 2026 atau Sudah Lewat? Cek Dulu Sebelum Beli
-
Beautynesia
3 Tanda Seseorang Sedang Mengalami Krisis Hidup
-
Female Daily
All-Black, All-Glam! Intip Look Sana TWICE Saat Hadiri Prada SS27 di Milan
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Tren Sepatu Kerja 2026, VIVAIA Hadirkan Sneakerina Hingga Kitten Heels
-
Mommies Daily
Sontek Warna Hijab Nikita Willy, Ini 7 Warna yang Bikin Wajah Terlihat Cerah!