PARENTING
Senyum Tegar Nazila, Bocah Yatim Piatu Alami Penyempitan Otak
tim berbuatbaik.id | HaiBunda
Senin, 10 Jul 2023 19:50 WIBWajah ceria penuh senyum tak henti ditunjukkan Surotun Nazila Salsabila (8) padahal dirinya tak lagi bersama orangtua dan alami keterlambatan pertumbuhan. Entah dari mana semangatnya ini meskipun sudah sejak 1 tahun dia tidak bisa berjalan dan berbicara.
Seminggu setelah Nazila lahir, Ibu Nazila meninggal karena sakit. Sementara ayahnya meninggal karena sakit paru-paru pada 2020 lalu. Nazila pun akhirnya tinggal dan dirawat nenek, Muzaiyana.
Muzaiyana pun harus esktra dalam merawat cucunya ini lantaran dia tidak bisa makan seperti pada umumnya. Sehingga Muzaiyana harus mengolah lauk pauk dengan tepat yakni agar lembut dan berkuah.
Menurut sang nenek, cucunya ini mengalami penyempitan otak dan pernah dibawa ke RSUD Syaiful Anwar. Nazila pun harus menjalani terapi rutin. Dulu saat ayahnya masih hidup, Nazila sering dibawa ke fisioterapi hingga pengobatan alternatif. Namun selepas berpulang, tak ada lagi yang dilakukan keluarga ini.
"Dokter menyuruh terapi, penyakit Nazila tidak ada obatnya. Saya bilang ke dokter, masa ada penyakit tidak ada obatnya. Terapi seminggu dua kali sampai bosan. Pindah-pindah. Sampai terapi ke ustad. Ke dukun pijat bayi juga. Sudah lelah. Sudah berhenti. Sudah tidak terapi lagi. Hanya pijat di dukun pijat bayi karena nggak ada yang antar," kata Muzaiyana kepada tim berbuatbaik.id.
Muzaiyana pun seorang guru ngaji yang merupakan profesi yang dia lanjutkan setelah suaminya tiada. Kendati demikian, dia mengaku tidak bisa maksimal lantaran harus mengurus cucunya yang berkebutuhan khusus ini.
"Kalau anu panas rewel capek kalau nggak Nggak rewel nggak capek," ungkapnya.
Jika pun tak bisa meninggalkan Nazila, Muzaiyana lantas membawa cucunya sembari mengajar anak-anak mengaji di langgar seberang rumah mereka pada sore hari.
Berprofesi sebagai guru ngaji, Muzaiyana hanya mendapatkan penghasilan sukarela dari murid-muridnya. Tentu saja penghasilan yang tidak bisa diandalkan. Namun Muzaiyana yakin usaha sekecil apapun merupakan bentuk perjuangan bagi Nazila.
"Iya ingin Nazila bisa jalan, bisa berbicara seperti anak lain. Saya ingin sekolahkan Nazila, belikan dia sepeda, kalau bisa jalan," harapnya.
Keluarga yang tinggal di Desa Sumberkradenan, Pakis, Kab Malang ini, juga mendapat perhatian dari warga. Mereka saling bahu membahu agar Nazila dan neneknya tidak kelaparan.
Di lain pihak, Spesialis Neurologi RSUD Saiful Anwar, dr Ria Damayanti mengatakan kondisi Nazila bisa jadi sudah alami sejak dalam kandungan, saat proses melahirkan atau terkena virus saat masa pertumbuhan. Tingkat kesembuhan penyakit ini pun kecil.
"Harus fisioterapi. Alhamdulillah gak sampai benar kaku ya Bu tapi masih ada kakunya. Jadi untuk memaksimalkan kondisinya fisioterapi sama terapi bicara juga ya memang nyuwun sewu tenaga yang profesional. jadi kalau nyuwun sewu ke dukun pijet. Jadi memang harus ke fisioterapi yang ada di rumah sakit," jelas dr Ria
Kendala untuk berobat ini pun bertambah karena keluarga ini masih mempunyai tanggungan BPJS Kesehatan yang belum dibayar. Padahal tindakan medis diperlukan agar tubuh Nazila tidak semakin kaku dan bertambah buruk. Sahabat baik, kamu bisa bantu Nazila untuk berikhtiar agar kondisinya semakin membaik.
Yuk mulai membantu bocah ini dengan mulai Donasi di berbuatbaik.id. Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan. Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami.
Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang diikuti, berikut update terkininya. Jika berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.
Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!
(mul/ziz)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Anak Artis yang Ukir Prestasi di Kancah Internasional
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tumor Hati Buat Tubuh Kecil Bayi Castiel Lemah Tak Berdaya
Kembar Siam dengan Perut Menyatu, Syafaat dan Hidayah Tetap Tegar Terima Takdir
Terpaksa Putus Sekolah, Sani Bantu Ortu Jadi Kuli Angkut Batu
Perjuangan Riswan, Kuli Pasir Remaja yang Hidup Jadi Tulang Punggung Keluarga
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya
Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
REKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
Bangga! Potret Hengky Kurniawan & Sonya Fatmala Dampingi Sang Putra Menang Lomba Matematika
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya
7 Drama Korea Cha Woo Min Terbaik Rating Tertinggi, Ada 'My Bias, My Boss'
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Lampu UV Nail 48W: Worth It Buat Gel Nail di Rumah?
-
Beautynesia
5 Cara Mengenali Orang Caper yang Dilihat dari Ucapannya Sehari-hari
-
Female Daily
Ini 4 Tips Memaksimalkan Setiap Sudut Rumah yang Bisa Kamu Tiru!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Viral Pria Asal Depok Ini Garap Desain Judul Video Musik Terbaru Ariana Grande
-
Mommies Daily
10 Cara Mengajarkan Literasi Keuangan kepada Anak Remaja Menurut Ahli, Bijak Mengelola Uang