PARENTING
Merana Anak Tukang Somay, Alami Stunting dan Masalah pada Usus
tim berbuatbaik.id | HaiBunda
Jumat, 15 Mar 2024 19:30 WIBKisah keluarga Dini dan Rijan adalah satu dari banyak kisah tentang perjuangan tanpa henti menjaga nyala harapan bagi putra mereka, Rey. Anak bungsu ini menghadapi tantangan medis yang berat yang membuatnya BAB dari usus yang terbuka di perut kecilnya. Anak berumur 6 bulan ini pun divonis alami stunting karena tak banyak makanan yang bisa dia serap.
Rey sejak lahir telah dihadapkan pada perjuangan keras melawan kondisi medis yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif dan mahal. Salah satu tantangan medis yang dialami Rey adalah kondisi ususnya yang keluar yang mengakibatkan gangguan serius pada kesehatannya.
"Kantongnya (untuk BAB dari usus) sekali pakai Rp 50 ribu. Kita gak mampu beli," ungkap Dini menahan tangisnya.
Setiap porsi susu, setiap perlengkapan medis, menjadi beban pikiran yang terus menerus menghantui keluarga ini. Keterbatasan fisik Rey membuatnya harus mengalami operasi lanjutan, namun kondisi kesehatannya yang rapuh sering kali menjadi penghalang. Rey, di tengah perjuangannya melawan kondisi medisnya yang kompleks, didiagnosis mengalami stunting, sebuah kondisi yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis
"Dede kalau makan keluar terus jadi dedenya sakit sakitan, nanti seminggu sekali sakit seminggu sekali sakit. Susunya juga mahal, ga mampu beli kita." jelas Dini.
Tak banyak yang bisa dilakukan keluarga ini. Apalagi sang ayah hanyalah pedagang somay keliling yang penghasilannya tidak menentu, bahkan hanya sekitar Rp 25 ribu per hari. Rijan pun mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya karena motor yang digunakan untuk berdagang sering kali mogok.
"Kadang bapak dagangan udah siap tapi pas diidupin motornya ga nyala. Pernah bapak jam 10 malem nelpon pakai hp pedagang lain motornya mogok. Akhirnya ya dorong ke rumah kan gak ada yang bisa jemput, jam 12 malem baru sampai," cerita Dini sedih
Perjuangan ini juga dirasakan oleh kakak-kakak Rey. Mereka tumbuh dalam kesadaran akan keterbatasan yang dihadapi keluarga, rela berkorban demi adik mereka.
"Ini kakak kakaknya ngerti, kadang mau minta uang jajan kalau dibilangin ga ada yaudah diem. kakaknya juga bilang Mah sepatu AA udah jebol, kata saya pake sendal aja A. kan udah jebol semua sepatunya kita ga bisa beli, kata saya A mama ga ada uang. buat sekolah aja katanya mah AA ditegor bu guru ga pake sepatu. kata saya yaudah nanti mama yang ngadep, saya bilang sepatunya jebol," ujar Dini tak rela.
Dalam banyaknya keterbatasan, Dini berharap akan kesembuhan si bungsu Rey. Dini dan Rijan bercerita tentang harapan dan doa mereka untuk masa depan, matanya berbinar, tidak hanya karena air mata, tapi karena kekuatan cinta yang mereka miliki untuk anak-anak mereka.
"Hancur saya kak. Kalau boleh pilih biar saya aja yang ngerasain sakit jangan dede. Saya doa setiap hari, mohon agar diberi kekuatan, agar Rey bisa bertahan dan memiliki kesempatan hidup yang lebih baik," kata Din kepada tim berbuatbaik.id yang mengunjungi kediaman mereka di Kabupaten Bekasi.
Kisah Dini dan Rijan adalah cerminan dari ribuan keluarga di Indonesia yang berjuang melawan keterbatasan demi kesembuhan pelita hati anak-anaknya. Mereka mengingatkan akan kekuatan cinta, pengorbanan, dan harapan yang tidak pernah padam meski di tengah cobaan yang begitu berat.
#Sahabatbaik, mari kita tunjukkan kekuatan kebersamaan kita. Bantuan #sahabatbaik dapat meringankan beban yang dipikul Dini, Pak Rijan , dan anak-anak mereka.
Caranya dimulai dengan klik tombol Donasi Sekarang. Semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke keluarga Rey 100% tanpa ada potongan.
Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!
(mul/ziz)Simak video di bawah ini, Bun:
Ciri-ciri Gizi Buruk Pada Bayi, Penyebab & Cara Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Terbatas Bukan Alasan untuk Tak Berprestasi, Ini perjuangan SMA di Sumba
Hampir Setahun di Rumah Sakit, Putri Berjuang Sembuh dari Penyempitan Usus
Sekolah Bertaruh Nyawa, Anak-anak Kilmury Seberangi Sungai Nyaris Tenggelam
Bantu Buku Jadi Penerang Asa Pendidikan di Pelosok
TERPOPULER
Tanpa Disadari, Ucapan Orang Tua Ini Bisa Membuat Anak Menjauh secara Emosional
Potret Prilly Latuconsina Temani Omara Esteghlal Napak Tilas Kampus Lamanya di St. Olaf College Amerika Serikat
ASI Seret di Salah Satu Payudara? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
Hamil 13 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?
Ciri Kepribadian Orang yang Memasukkan Tanggal atau Tahun Lahir di Alamat Email
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Prilly Latuconsina Temani Omara Esteghlal Napak Tilas Kampus Lamanya di St. Olaf College Amerika Serikat
Tanpa Disadari, Ucapan Orang Tua Ini Bisa Membuat Anak Menjauh secara Emosional
ASI Seret di Salah Satu Payudara? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
5 Fakta Psylocke, Karakter X-Men MCU yang Ramai Diusulkan Jadi Peran Agnez Mo
Hamil 13 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Rambut Lepek di Bagian Akar? Root Spray Ini Diklaim Bikin Volume Tahan Lama
-
Beautynesia
7 Hal Unik yang Dilakukan Orang dengan IQ Tinggi, Salah Satunya Suka Mandi Air Dingin!
-
Female Daily
Intip Gaya Han So Hee dengan Tas Dior, Simple tapi Tetap Elegan!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kontroversi Met Gala 2027, Karyawan Malu dengan Tema yang Diusung Anna Wintour
-
Mommies Daily
Hasil Survei Mommies Daily: Ini Nipple Cream Favorit Para Ibu Menyusui di 2026