PARENTING
Bukan Pujian, Ini Arti Slang 'Good Boy' & Bahaya Tersembunyi di Baliknya
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Rabu, 28 Jan 2026 16:50 WIBBanyak tren unik yang kini muncul di kehidupan anak-anak, terutama lewat media sosial seperti TikTok. Ketika ada yang memberikannya bantuan, mereka sering menjawabnya dengan sebutan 'Good boy'.
Sayangnya, tren ini enggak cuma berhenti di jejaring sosial saja. Guru maupun orang tua mulai menyaksikan anak-anak mengucapkannya satu sama lain.
Dikutip dari Parents, tren ini muncul ketika seseorang meminta nomor dan nama seorang petugas polisi. Ketika petugas tersebut memberikan informasi itu, orang tersebut menjawabnya dengan 'Good boy'.
Menurut seorang psikoterapis keluarga di Inggris, Fiona Yassin, mengatakan bahwa meski terdengar biasa, tren ini bisa bikin orang lain merasa tersinggung atau kesal, Bunda.
Lantas, apa sebenarnya arti dari slang 'Good boy'? Apakah ada bahaya yang mungkin tersembunyi di baliknya?
Arti slang 'Good boy'
Meski sekilas seperti pujian biasa, tren ini kerap dipakai untuk merendahkan atau mengejek orang lain secara terselubung. Jadi, bukan sekadar pujian saja, tapi lebih ke cara memancing rasa malu atau menyinggung orang lain, Bunda.
Sebagai orang tua, hal yang perlu kita waspadai adalah dampak negatifnya bagi mental anak-anak jika tren ini dijadikan sebagai bahan lelucon.
"Ketika anak-anak atau remaja meniru tren ini, mereka melakukannya dengan sistem otak yang belum matang dan belum mampu memproses informasi sosialnya dengan benar. Hal ini membuat anak-anak sangat sensitif terhadap hukuman," ungkap Yassin dikutip dari laman Huff Post.
Bunda perlu tahu, bahwa cara berpikir anak-anak tentu berbeda dengan kita yang sudah dewasa. Mereka belum punya kemampuan untuk memahami situasi yang rumit atau memberikan respons yang tepat dalam waktu cepat.
"Tidak seperti orang dewasa, anak-anak tidak dapat dengan mudah memahami dinamika sosial yang kompleks atau merespons dengan tepat dalam jangka waktu singkat," ujarnya.
Bahaya tersembunyi di balik slang 'Good boy'
Sebelum kita bahas lebih jauh, anak-anak yang meniru tren ini biasanya tidak sadar bahwa kata-kata itu bisa menimbulkan dampak buruk bagi orang lain, Bunda. Berikut penjelasannya:
1. Risiko merendahkan diri sendiri
Penggunaan istilah ini sering kali mengandung nada ejekan yang sangat tidak sopan untuk didengar. Jika terus dibiarkan, ungkapan tersebut bisa merusak rasa percaya diri pada anak.
2. Dampak buruk bagi kesehatan mental
Anak-anak yang sering disindir dengan sebutan ini cenderung merasa tertekan dan tidak nyaman di lingkungannya. Luka batin yang mereka rasakan bisa menjadi masalah emosional yang cukup berat di kemudian hari.
3. Waspada perundungan verbal
Kita perlu sadar bahwa tren yang kini sedang viral ini sebenarnya termasuk dalam kategori perundungan lewat kata-kata. Hal ini tentu berbahaya karena bisa memberikan pengaruh negatif dan emosi yang buruk di antara anak-anak.
4. Perubahan pada perilaku sosial
Banyak anak yang hanya ikut-ikutan tren ini tanpa paham bahwa mereka sedang menyakiti teman-temannya. Kebiasaan ini bisa membuat mereka kehilangan rasa empatinya terhadap orang lain di sekitar mereka, Bunda.
5. Memicu tindakan yang tidak terkontrol
Bahaya lainnya ialah anak-anak menjadi lebih sering bertindak sesuka hati tanpa mempertimbangkan akibatnya. Mereka bisa saja bersikap kurang bijak hanya demi terlihat keren, tanpa memikirkan hati orang lain.
Cara bijak yang bisa dilakukan orang tua
Kalau anak mulai menirukan tren ini, jangan langsung bersikap marah, ya. Mereka biasanya belum sepenuhnya paham dampaknya bagi orang lain.
"Mereka sering kesulitan memahami hal itu, anak bisa bertindak tanpa memikirkan perasaan orang lain," jelas Yassin.
Pertama, Bunda bisa bantu anak untuk memahami bahwa setiap tindakan itu punya konsekuensi. Ajak mereka berpikir tentang perasaan orang lain sebelum berbicara atau bertindak.
Untuk mempermudah, Bunda bisa ajukan pertanyaan sederhana, misalnya, "Menurut kamu, kira-kira apa yang akan kamu rasakan kalau dikatakan seperti itu?".
Lebih lanjut, kita juga sebagai orang tua bisa mengingatkan mereka supaya tidak sekadar ikut-ikutan tren hanya karena orang lain melakukannya. Jika melihat anak mengejek atau menyakiti temannya, Bunda sebaiknya jangan diam saja.
"Selalu ada saat yang tepat orang tua untuk ikut campur tangan. Jangan pernah membiarkannya begitu saja," katanya.
Satu hal yang enggak kalah penting, Bunda tidak perlu langsung menghukum anak. Lebih baik ajak mereka berdiskusi terlebih dahulu untuk memahami konsekuensi di baliknya.
"Dekati anak dengan lembut, jelaskan akibat dari tindakannya terhadap orang lain, dan bantu mereka tetap belajar memahami perasaan orang lain," pungkas Yassin.
Itulah penjelasan lengkap seputar tren 'Good boy', arti sebenarnya, dan bahaya tersembunyi yang perlu Bunda waspadai.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Gen Alpha vs Gen Beta, Begini Perbedaan Pola Asuhnya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Dampak Buruk Tak Menjaga Kesehatan Mental Anak
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Terpopuler: Potret Putra Hengky Kurniawan Menang Lomba Matematika
7 Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Sulit Dipalsukan, Kamu Punya?
Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya
Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Sulit Dipalsukan, Kamu Punya?
Terpopuler: Potret Putra Hengky Kurniawan Menang Lomba Matematika
Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya
Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Baru Mulai Catok Sendiri di Rumah? Ini 3 Pilihan Catokan yang Ramah Pemula
-
Beautynesia
Menelusuri Sejarah Olahraga Pilates yang Ramai Digemari Gen Z
-
Female Daily
Coba 6 Menu Spesial Hari Kemerdekaan di Bacha Coffee!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Viral Ide Bisnis ala Gen Z: Cuan dari Buka Jasa Les Laptop di Ruang Tamu
-
Mommies Daily
Menyimpan Parfum di Kulkas, Boleh atau Malah Merusak? Ini Penjelasannya