HaiBunda

PARENTING

Ciri-ciri Keracunan Makanan pada Anak, Bunda Perlu Tahu

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 23 Feb 2026 14:15 WIB
Ilustrasi Ciri-Ciri Keracunan Makanan pada Anak, Bunda Perlu Tahu/Foto: Getty Images/Nuttawan Jayawan
Jakarta -

Sebagai orang tua, kita sering menghadapi anak yang tiba-tiba sakit perut, rewel karena diare, dan berbagai masalah perut lainnya seperti keracunan makanan.

Berkaitan dengan ini, keracunan makanan bisa muncul karena berbagai hal, bahkan penyebabnya tidak bisa kita lihat, cium, atau rasakan. Maka itu, Bunda harus tetap hati-hati karena anak bisa terpapar dari makanan sehari-hari.

Menilik dari World Health Organization (WHO), anak-anak di bawah usia 5 tahun menanggung sekitar 40 persen beban penyakit bawaan makanan. Setiap tahunnya, sekitar 125.000 anak meninggal akibat kondisi ini.


Sementara itu, melansir dari Kids Health, ketika kuman masuk ke tubuh anak, mereka bisa mengeluarkan racun. Racun inilah yang membuat kondisi ini disebut sebagai 'keracunan makanan', karena bisa menimbulkan dampak bagi kesehatan anak.

Biasanya, dokter menyebut keracunan makanan untuk kondisi yang muncul setelah anak makan makanan yang tidak bersih. Lantas, apa saja ciri-ciri keracunan makanan pada anak, ya?

Ciri-ciri keracunan makanan pada anak

Keracunan makanan pada anak tergantung pada jenis kumannya, Bunda. Ciri-cirinya bisa muncul sekitar 30 menit hingga dua hari setelah anak mengonsumsi makanan yang tidak bersih.

Dalam kebanyakan kasus, tanda keracunan akan hilang dalam 1 hingga 10 hari. Maka dari itu, Bunda perlu menyimak ciri-ciri anak yang mengalami keracunan makanan, seperti dikutip dari Kids Health dan WebMD:

  • Mual (merasa sakit)
  • Kram dan nyeri di perut
  • Muntah
  • Diare
  • Demam
  • Merasa lemah
  • Sakit kepala

Penyebab keracunan makanan pada anak

Beberapa hal bisa menjadi penyebab anak mengalami keracunan makanan, antara lain:

  • Bakteri, seperti Salmonella atau Escherichia coli
  • Virus
  • Parasit yang hidup di usus
  • Zat kimia atau toksin yang ada pada makanan basi atau berjamur
  • Kontaminasi saat pengolahan, misalnya tangan atau peralatan dapur yang kotor, atau penyimpanan makanan pada suhu yang tidak tepat

Perlu diketahui bahwa keracunan makanan bisa terjadi di mana saja, mulai dari rumah, restoran, hingga ketika Bunda membeli makanan kemasan.

Pengobatan keracunan makanan pada anak

Kebanyakan anak biasanya bisa sembuh dari keracunan makanan tanpa pengobatan yang khusus. Meski begitu, Bunda bisa menghubungi dokter untuk memastikan ciri yang muncul aman dan tahu apa yang perlu diperhatikan.

Jika Si Kecil kesulitan menahan cairan atau tampak dehidrasi, dokter mungkin menyarankan perawatan di rumah sakit. Nantinya, anak bisa mendapatkan perawatan untuk menghentikan muntah dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Untuk kasus keracunan yang lebih parah karena bakteri tertentu, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik. Selain itu, Bunda juga bisa memberi cairan yang cukup dan makanan dengan tekstur lembut saat kondisinya mulai membaik.

Perawatan keracunan makanan pada anak

Dilansir dari WebMD, anak-anak lebih cepat mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa karena tubuh mereka lebih kecil, Bunda. Tugas utama kita sebagai orang tua adalah memastikan anak mendapatkan cairan yang cukup setiap harinya.

Hindari memberikan susu, minuman berkafein atau soda, dan pilih minuman yang lebih aman untuk menggantikan cairan yang hilang. Nah, Bunda bisa coba yang berikut ini sebagai gantinya:

  • Untuk bayi, berikan sedikit demi sedikit makanan atau minuman yang biasa dikonsumsi sehari-hari, seperti ASI atau susu formula.
  • Sedangkan untuk bayi yang lebih besar dan anak-anak, tawarkan air atau jus yang sudah diencerkan.

Selain itu, cara ini juga akan sangat membantu jika:

  • Bunda menunda memberi makan anak selama beberapa jam pertama agar perutnya tidak terganggu. Saat anak sudah siap, berikan makanan sedikit demi sedikit, pilih yang hambar dan rendah lemak seperti biskuit atau sereal.
  • Pastikan anak mendapat istirahat yang cukup untuk membantu pemulihan, ya.

Kapan harus ke dokter?

Bunda sebaiknya segera menghubungi dokter jika anak menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • Mulut terasa kering atau lengket
  • Rasa haus yang sangat kuat
  • Mata tampak cekung
  • Air mata sedikit atau tidak keluar saat menangis
  • Kurang energi atau terlihat lemas
  • Buang air kecil jarang atau bahkan tidak sama sekali
  • Detak jantung terasa lebih cepat
  • Kelemahan, pusing, atau kepala terasa ringan

Itulah penjelasan tentang ciri-ciri keracunan makanan pada anak yang penting untuk Bunda ketahui. Semoga penjelasannya bisa membantu, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Pola Makan Ibu Hamil Berpengaruh pada Otak dan IQ Anak, Ini Penjelasannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Tidur di Ruangan Dingin dengan Selimut Menurut Studi Psikologi

Mom's Life Natasha Ardiah

Rumah Super Mewah Senilai Rp744 Miliar Laku Terjual, Pembelinya Punya Nama Besar

Mom's Life Natasha Ardiah

Studi Ungkap Kemampuan Membaca Anak Menurun, Terungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya

Parenting Indah Ramadhani

Putri Habibie Melahirkan Anak Pertama, Intip Momen Persalinan yang Penuh Haru

Kehamilan Annisa Karnesyia

Terganggu karena Batuk saat Puasa? Ini 3 Resep Mengatasinya yang Bisa Dicoba saat Berbuka

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Keren! Film Indonesia 'Jumbo' Masuk 10 Besar Box Office Korea Selatan

Bunda Wajib Tahu, 7 Makanan dan Minuman Ini Bikin Cepat Haus saat Sahur

Studi Ungkap Kemampuan Membaca Anak Menurun, Terungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya

Terganggu karena Batuk saat Puasa? Ini 3 Resep Mengatasinya yang Bisa Dicoba saat Berbuka

Bayi Sudah MPASI, Berapa Kali Butuh Minum ASI?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK