PARENTING
Ciri Kepribadian yang Membuat Anak Lebih Berprestasi di Sekolah
Kinan | HaiBunda
Jumat, 27 Mar 2026 18:50 WIBSebuah studi menemukan bahwa ada ciri-ciri kepribadian yang memberi efek positif pada prestasi anak di sekolah. Bahkan hal ini juga berpengaruh pada karakter anak di masa depan, Bunda.
Hal ini berarti perlu dipahami bahwa keberhasilan anak tidak hanya bisa dilihat dari IQ (intelligence quotient) saja. Ada faktor-faktor lain yang juga turut memengaruhi, mulai dari lingkungan, nilai dalam keluarga, hingga kepribadian anak yang sedang berkembang.
Peneliti dari Higher School of Economics (HSE) University dan Southern Federal University menemukan bahwa sifat kepribadian seperti ketekunan dan keterbukaan terhadap hal baru dapat membantu anak sekolah meningkatkan prestasi akademik mereka.
Penelitian yang dilakukan di 7 negara ini merupakan analisis internasional berskala besar pertama yang meneliti dampak sifat karakter terhadap pencapaian akademik anak usia 10 dan 15 tahun.
Hasil studi tentang kepribadian anak dan prestasi akademik
Temuan tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal International Journal of Educational Research. Secara umum, ketika menilai keberhasilan akademik, fokus biasanya diberikan hanya pada kemampuan kognitif seperti daya ingat, logika, dan rentang perhatian.
Namun sebenarnya hasil akademik yang baik memerlukan lebih dari sekadar kecerdasan lho, Bunda. Para peneliti menemukan bahwa ada sifat kepribadian siswa yang berperan pada prestasi akademiknya, yakni:
- Ketekunan
- Keterbukaan terhadap pengalaman baru
- Kesehatan emosional yang stabil
- Kemampuan untuk bekerja sama
Bagaimana studi tersebut dilakukan?
Peneliti dari HSE University, Ksenia Rozhkova, dan peneliti dari Southern Federal University, Karen Avanesyan, menganalisis data dari Survei OECD tentang Keterampilan Sosial dan Emosional yang dilakukan pada tahun 2019.
Survei ini dilakukan terhadap siswa sekolah di 7 negara yaitu Rusia, Amerika Serikat, Korea Selatan, Finlandia, Turki, Tiongkok, dan Kolombia.
Setidaknya lebih dari 44.000 siswa yang terlibat dalam survei, yang terbagi dalam dua kelompok usia: anak berusia 10 tahun dan 15 tahun.
Survei tersebut menilai perkembangan sifat kepribadian siswa dengan berfokus pada lima keterampilan non-kognitif utama seperti keterbukaan terhadap hal baru, ketekunan, ekstroversi, kerja sama, dan ketidakstabilan emosional.
Sifat-sifat ini biasanya terbentuk sejak masa kanak-kanak, tepatnya di bawah pengaruh keluarga dan lingkungan. Setelah terbentuk, sifat ini juga cenderung bertahan sepanjang sebagian besar kehidupan seseorang.
Seperti apa pengaruh kepribadian tersebut bagi prestasi anak?
Jika diteliti lebih jauh, masing-masing kepribadian yang ditemukan oleh studi tersebut memiliki peran tersendiri bagi prestasi akademik anak. Berikut penjelasannya:
1. Ketekunan
Penelitian ini menunjukkan bahwa ketekunan dan keterbukaan terhadap pengalaman baru memiliki pengaruh positif paling besar terhadap pencapaian akademik.
"Kami melihat bahwa keterampilan non-kognitif memiliki pengaruh yang serupa terhadap hasil akademik di berbagai konteks budaya," ujar Rozhkova, seperti dikutip dari Eureka Alert.
2. Keterbukaan terhadap pengalaman baru
Sifat kedua yang paling berpengaruh adalah keterbukaan terhadap pengalaman baru atau open-mindedness. Anak dengan kepribadian demikian cenderung lebih kreatif, berani mencoba hal baru, dan memiliki minat besar terhadap berbagai bidang.
3. Kemampuan untuk bekerja sama
Interaksi sosial dan kerja sama sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang untuk belajar. Beberapa mata pelajaran di sekolah juga membutuhkan kerja kelompok untuk diselesaikan, sehingga sifat ini turut memengaruhi prestasi akademik anak.
4. Kestabilan emosional
Kesehatan emosional dan mental juga tak kalah pentingnya bagi prestasi anak di sekolah. Saat emosi anak stabil, berarti mereka mampu mengenali dan memahami emosinya sendiri dengan baik.
Hal ini juga sangat penting untuk mencegah anak terjebak dalam perasaan negatif, yang berujung pada ledakan emosi dan stres berkepanjangan.
Pengaruh ekonomi dan budaya terhadap sifat anak
Berikutnya, para peneliti juga mencari tahu bagaimana sifat kepribadian memengaruhi prestasi anak dari berbagai latar belakang sosial.
Mereka melihat bahwa faktor ekonomi keluarga juga bisa berdampak pada nilai anak di sekolah.
Ditemukan bahwa bahwa prestasi anak sering terkait dengan kondisi keuangan dan status sosial keluarga. Faktor ini bisa menyumbang hampir 20 persen perbedaan hasil belajar di sekolah.
Anak-anak dari keluarga dengan penghasilan rendah memiliki peluang lebih kecil untuk masuk kelompok siswa berprestasi, Bunda.
Misalnya, berada di 40 persen keluarga kurang mampu dapat mengurangi peluang anak menjadi siswa terbaik.
Namun, para peneliti melihat bahwa jika sifat kepribadian juga diperhitungkan, pengaruh dari kondisi ekonomi tidak terlalu besar. Anak dari keluarga kurang mampu jadi punya kesempatan lebih baik untuk berprestasi.
Mereka menekankan bahwa temuan ini memiliki implikasi penting bagi kebijakan pendidikan. Ini menunjukkan pengembangan sifat kepribadian dapat menjadi alat yang efektif untuk mengurangi ketimpangan pendidikan.
Hal yang tidak kalah penting, kualitas-kualitas tersebut dapat dikembangkan secara efektif melalui kurikulum sekolah dan berbagai inisiatif pendidikan.
Itulah penjelasan tentang ciri kepribadian yang membuat anak lebih berprestasi di sekolah. Tanamkan karakter positif pada anak sejak dini untuk mempermudah kemampuan belajarnya nanti ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
3 Kesalahan Menidurkan Anak yang Sebaiknya Tidak Dilakukan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Merencanakan Pendidikan Anak Sebaiknya sejak Si Kecil Lahir, Simak Alasannya Bun
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Ternyata Jam Tidur Bisa Ungkap Seberapa Cerdas Seseorang, Begini Kata Studi
5 Potret Terbaru Baby Thomas Anak Aurelie Moeremans yang Lahir di AS
Transformasi Penampilan Tasya Farasya Setelah Turun 15 Kilo, Lebih Fresh
7 Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Kerap Disalahartikan
Cara Membuat Sambal Pedas Tahan Lama, Tetap Enak dan Tidak Basi Hingga Berminggu-minggu
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Kukus Dandang Bakso yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Botol Minum Tali Panjang untuk Anak TK, Awet & Mudah Dibersihkan
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sendok Panci dan Centong Stainless Steel yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Name Tag MPLS untuk PAUD, SD, SMP, dan SMA yang Kreatif
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel 316 Terbaik, Lebih Aman, Tahan Panas & Karat
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ternyata Jam Tidur Bisa Ungkap Seberapa Cerdas Seseorang, Begini Kata Studi
5 Potret Terbaru Baby Thomas Anak Aurelie Moeremans yang Lahir di AS
5 Rekomendasi Panci Kukus Dandang Bakso yang Bagus
Transformasi Penampilan Tasya Farasya Setelah Turun 15 Kilo, Lebih Fresh
5 Stimulasi untuk Melatih Fokus Anak Sejak Dini
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Insert Story: Sego Sambel Mak Yeye di Surabaya, Pedasnya Bikin Ketagihan
-
Beautynesia
7 Ciri Kepribadian Orang yang Terbiasa Memungut Sampah Meski Tidak Ada yang Melihat
-
Female Daily
Hadirkan Solusi untuk Area Kulit Super Kering, AVEENO Rilis Skin Relief Repairing Balm di Jakarta X Beauty 2026!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Video: Gak Banyak yang Tahu! Ini Fakta Menarik Kisah Cinta Haaland dan Isabel
-
Mommies Daily
10 Tempat Nobar Piala Dunia 2026 di Bekasi, Tangerang, dan Depok, Seru untuk Nonton Bareng!