HaiBunda

PARENTING

Pakar Ingatkan Orang Tua Risiko Gen Z Miliki Kecerdasan Lebih Rendah Dibanding Milenial

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Selasa, 21 Apr 2026 09:30 WIB
Gen z dan milenial/ Foto: Getty Images/Marcus Chung

Tahukah Bunda, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa gen z memiliki kecerdasan yang lebih rendah dibandingkan gen milenial, lho. Temuan ini tentunya menjadi pengingat bagi para orang tua yang memiliki anak dari generasi tersebut untuk lebih waspada.

Pernyataan yang terdengar cukup mengejutkan ini salah satunya dikemukakan oleh seorang ahli saraf, Dr. Jared Cooney Horvath, yang mengatakan bahwa gen z yang lahir di sekitar tahun 1997 hingga 2010 mengalami penurunan kemampuan kognitif dibanding generasi milenial.

“Mereka adalah generasi pertama dalam sejarah modern yang mendapat nilai lebih rendah pada tes akademik standar dibandingkan generasi sebelumnya,” kata Dr. Horvath yang dikutip dari laman New York Post.


Pernyataan yang diungkap ini tentunya merupakan hasil dari pengamatan para ahli di berbagai aspek dan kemampuan pada setiap individu. Beberapa di antaranya meliputi kemampuan fokus, daya ingat, serta keterampilan membaca, menulis, dan berhitung.

Lantas, apa yang menyebabkan gen z mengalami kemunduran, ya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Bunda.

Penyebab gen z mengalami penurunan kecerdasan menurut pakar

Melalui penelitian tersebut, Dr. Horvath turut mengungkap beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab menurunnya kecerdasan pada gen z. Berikut penjelasannya, Bunda.

1. Perubahan cara belajar di era digital

Seperti yang kita tahu, gen z merupakan generasi yang tumbuh bersama teknologi digital, Bunda. Nah, dari fakta tersebut, Dr. Horvath menduga kuat bahwa digitalisasi telah memengaruhi kebiasaan anak dalam belajar, baik itu di rumah maupun sekolah.

Kemajuan teknologi ini membuat anak cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk menatap layar. Padahal, menurutnya belajar akan lebih optimal jika menggunakan interaksi langsung dan melibatkan proses konkret, bukan sekadar menyerap informasi dari layar saja.

“Setiap kali teknologi masuk ke dunia pendidikan, pembelajaran akan menurun. Bahkan, berdasarkan data di 80 negara, begitu negara-negara tersebut mengadopsi teknologi digital secara luas di sekolah, kinerjanya akan menurun secara signifikan,” jelasnya.

2. Penggunaan perangkat digital yang berlebihan

Selain kebiasaan belajar yang mulai terdigitalisasi, anak-anak gen z juga sering menghabiskan banyak waktu di luar jam belajar dengan ponsel, tablet, atau laptop. Alih-alih belajar atau membuka buku, mereka justru lebih sering menelusuri konten pelajaran media sosial.

"Belajar dari layar telah mengubah mereka menjadi pembaca yang hanya membaca sekilas. Bahkan, tanpa usaha yang sungguh-sungguh, pikiran yang cemerlang pun bisa menjadi tumpul,” tegas Horvath.

3. Kurangnya kebijakan terhadap penggunaan digital

Dr. Horvath dengan semua kritikannya ini bukan berarti anti-teknologi, Bunda. Justru beliau sangat ingin menekankan pentingnya batasan screen time bagi siswa. Selain itu ia juga ingin mendorong kembali kebiasaan belajar yang melibatkan membaca buku secara langsung.

Ke depannya, Dr. Horvath berharap akan ada kebijakan baru yang mendorong sekolah untuk mengurangi penggunaan teknologi di ruang kelas. Dengan begitu, generasi berikutnya, termasuk gen alpha, memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya secara optimal.

Pentingnya keseimbangan dalam proses belajar bagi gen z

Melihat kondisi tersebut, peran orang tua menjadi sangat penting, Bunda. Penggunaan teknologi dan perangkat digital memang memberikan banyak manfaat untuk anak. Akan tetapi, orang tua juga perlu membimbing mereka agar tidak sepenuhnya bergantung pada digitalisasi.

Mengombinasikan metode belajar digital dengan cara tradisional, seperti membaca buku atau menulis tangan dapat menjadi sebuah solusi yang seimbang, Bunda. Dengan begitu, anak tetap mendapatkan manfaat teknologi tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritisnya.

Untuk mendukung keseimbangan dalam proses belajar, para ahli juga menekankan kepada orang tua untuk tetap memberikan batasan screen time. Bunda dapat mengajak anak berinteraksi langsung agar kemampuan kognitifnya semakin terasah.

Demikian penjelasan mengenai mengapa kemampuan dan tingkat kecerdasan gen z menjadi lebih rendah dibanding gen milenial. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Mengenal Fenomena Job-pocalypse yang Mengancam Dunia Kerja Gen Z

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Rumah Bekas Penimbun Barang Ini Laku Rp30 Miliar, Kondisinya Jadi Sorotan

Mom's Life Natasha Ardiah

6 Fakta Kasus Dugaan Penggelapan Uang Fuji oleh Eks Admin Hampir Capai Rp1 Miliar

Mom's Life Annisa Karnesyia

Sering Ada di Rumah, 10 Barang Ini Ternyata Bisa Memicu Kebakaran

Mom's Life Arina Yulistara

11 Rekomendasi Pompa ASI Handsfree Bagus, Berkualitas, & Anti Ribet Beserta Harganya

Rekomendasi Produk Dwi Indah Nurcahyani

Uang Belanja Dijatah, Ini Dampaknya

Mom's Life Angella Delvie & Muhammad Prima Fadhillah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Racun Tikus Ditemukan dalam Makanan Bayi Kemasan di Austria, 1000 Produk Lebih Ditarik

Raisa Ungkap Pengalaman Baby Blues, Ingin Jatuh dari Tangga agar Bisa Istirahat di RS

Rumah Bekas Penimbun Barang Ini Laku Rp30 Miliar, Kondisinya Jadi Sorotan

Perkembangan Bayi 11 Bulan, Bunda Perlu Tahu

6 Fakta Kasus Dugaan Penggelapan Uang Fuji oleh Eks Admin Hampir Capai Rp1 Miliar

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK