PARENTING
2 Kebiasaan Ayah yang Bisa Membuat Anak Lebih Jarang Sakit Saat Dewasa Menurut Studi
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Kamis, 09 Apr 2026 18:30 WIBKesehatan anak di masa depan ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan atau gaya hidup saat dewasa. Ada peran dari orang tua yang sudah terbentuk sejak masa kecil, Bunda.
Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Health Psychology mengungkap temuan menarik terkait hal tersebut. Selama ini, perhatian sering lebih tertuju pada peran Bunda dalam tumbuh kembang anak.
Padahal, peran Ayah juga tidak kalah penting dalam membentuk kehidupan anak di masa mendatang. Bahkan, hal-hal yang dilakukan dalam keseharian bisa berpengaruh pada daya tahan tubuh anak saat dewasa.
Bicara soal ini, ada beberapa kebiasaan Ayah yang berkaitan dengan kondisi kesehatan anak di kemudian hari. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini, Bunda.
Kebiasaan Ayah yang bisa membuat anak jarang sakit saat dewasa
Menilik dari laman Your Tango, ada beberapa kebiasaan ayah yang dikaitkan dengan kondisi anak yang lebih jarang sakit saat dewasa.
1. Bersikap hangat dan penyayang
Sebuah penelitian dari Penn State College of Health and Human Development menemukan bahwa sikap Ayah yang hangat berkaitan langsung dengan kesehatan anak. Si Kecil yang tumbuh dalam suasana seperti ini cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih baik.
Hal ini sebenarnya cukup mudah untuk kita pahami, Bunda. Namun yang menarik, pengaruhnya tidak hanya terjadi dalam jangka pendek, tetapi juga dapat dirasakan hingga anak beranjak dewasa.
Salah satu penulis studi tersebut, Hannah Schreier, menyampaikan kasih sayang dari orang tua memang memberikan dampak positif bagi anak. Tak hanya itu, peran Ayah sejak awal kehidupan anak turut memberi pengaruh terhadap kondisi anak di kemudian hari.
"Tidak akan ada yang terkejut mengetahui bahwa memperlakukan anak-anak Anda dengan tepat dan penuh kasih sayang itu baik untuk mereka," jelas Schreier.
"Tetapi mungkin akan mengejutkan orang-orang bahwa perilaku seorang Ayah sebelum bayi cukup besar untuk membentuk ingatan permanen dapat memengaruhi kesehatan anak tersebut ketika mereka berada di kelas dua. Secara umum dipahami bahwa dinamika keluarga memengaruhi perkembangan dan kesehatan mental, tetapi dinamika tersebut juga memengaruhi kesehatan fisik dan berlangsung selama bertahun-tahun," tuturnya.
Lebih lanjut, studi lain pada tahun 2013 yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan adanya kaitan kuat antara pengalaman negatif anak di masa kecil dengan kondisi kesehatan yang kurang baik di masa depan.
Para peneliti juga menjelaskan bahwa stres di masa kecil bisa berdampak pada kemampuan seseorang dalam mengatur emosi saat dewasa. Kondisi ini akhirnya pun bisa berpengaruh pada kesehatan fisik maupun mentalnya.
Sebaliknya, Ayah yang menunjukkan sikap penuh kasih cenderung memiliki anak yang tumbuh dengan kondisi lebih sehat, Bunda.
Kebiasaan sederhana seperti ini ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak. Ayah dan Bunda juga bisa menemukan cara parenting terbaik lainnya dengan klik di sini.
2. Mendukung dan menemani tumbuh kembang anak
Selanjutnya, peran Ayah dalam mendukung tumbuh kembang anak ternyata sudah bisa terlihat sejak usia dini. Melihat dari hasil studi, terlihat bahwa Ayah yang aktif terlibat saat anak berusia 10 bulan biasanya memiliki hubungan keluarga yang lebih hangat.
Berkaitan dengan ini, seorang peneliti di Biobehavioral Health, Alp Aytuglu, menuturkan bahwa peran Ayah bersama Bunda pada setiap perkembangan anak memiliki pengaruh terhadap kondisi kesehatan anak hingga dewasa nanti.
"Hal yang saya harapkan orang-orang dapat pahami dari penelitian ini adalah bahwa Ayah, bersama dengan Bunda, memiliki peran besar dalam keluarga yang dapat berdampak pada kesehatan anak hingga bertahun-tahun ke depan," kata Aytuglu.
"Sebagai masyarakat, mendukung Ayah, dan semua orang di rumah tangga seorang anak, adalah bagian penting dari upaya meningkatkan kesehatan anak," lanjutnya.
Selain itu, studi ini juga menegaskan bahwa peran Ayah bukan hanya soal memenuhi kebutuhan finansial saja, tetapi kehadiran secara fisik dan emosional jauh lebih penting.
Itulah penjelasan mengenai dua kebiasaan Ayah yang dapat membuat anak lebih jarang sakit saat dewasa menurut studi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Tanpa Disadari, Anak yang Kurang Menarik Bisa Kurang Diperhatikan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kesehatan Mental Perlu Dijaga Sejak Bayi, Ini Sorotan Baru Dokter Anak
7 Keistimewaan Bayi yang Lahir di Bulan Mei, Kreatif Salah Satunya Bun!
Pentingnya Mengatasi Inner Child agar Tak Pengaruhi Pola Asuh Bunda pada Si Kecil
6 Penyebab Gangguan Mental pada Anak, Salah Satunya Kehilangan Orang Tersayang
TERPOPULER
Potret Raline Shah yang Baru Saja Mundur dari Jabatan Stafsus Menkomdigi
Cara Orang Tua Norwegia Mendidik Anak agar Mandiri dan Percaya Diri Sejak Kecil
Cara Membuat Pengharum Ruangan Alami, Rumah Wangi Sepanjang Hari
Jepang Gelar Lomba Tidur Berhadiah Rp233 Juta, Pemenang Ditentukan dari Ini
Gangguan Mental Disebut Jadi Komplikasi Kehamilan Nomor Satu, Ini Penjelasannya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Intip Kontrakan Rp20 Ribu di Jakarta, Begini Kondisinya
Seberapa Paham Kamu Soal Kanker Payudara?
Potret Raline Shah yang Baru Saja Mundur dari Jabatan Stafsus Menkomdigi
Cara Membuat Pengharum Ruangan Alami, Rumah Wangi Sepanjang Hari
Gangguan Mental Disebut Jadi Komplikasi Kehamilan Nomor Satu, Ini Penjelasannya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Tumit Sering Lecet Saat Lari? Ini Cara Mengikat Tali Sepatu Lari yang Bikin Kaki Terkunci
-
Beautynesia
Mau Mendaki di Akhir Pekan? Coba 5 Gunung di Dekat Jakarta Ini
-
Female Daily
Siena Made Perkenalkan Sleepless in Siena, Koleksi Kedua dengan Sentuhan Romantis
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Aktor Lee Gyu-han dan Penyanyi Solbi Umumkan Akan Menikah April 2027
-
Mommies Daily
Martha Tilaar Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun, Ini Profil dan Gerakannya untuk Perempuan