PARENTING
Curhatan Ayah Tak Suka Main dengan Anak Picu Pro-Kontra, Psikolog Angkat Bicara
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Sabtu, 09 May 2026 18:40 WIBBaru-baru ini, sebuah curhatan seorang Ayah viral di media sosial karena mengaku tidak menikmati waktu bermain dengan anaknya. Unggahan tersebut pun cukup menyita perhatian dari netizen.
Dalam ceritanya, Ayah tersebut mencoba jujur tentang perasaannya sebagai orang tua dalam keseharian. Ia mengungkapkan bahwa dirinya kerap merasa tidak nyaman saat harus bermain terlalu lama dengan anak.
Meski terdengar cukup sensitif, curhatan ini pun langsung menarik perhatian banyak orang karena dianggap dirinya yang jujur. Hal ini yang membuat unggahan ini langsung ramai di media sosial.
Dari situ, muncul berbagai pandangan tentang perasaan orang tua dalam menjalani proses mendampingi anak. Berikut ini ulasan selengkapnya, Bunda.
Curhatan Ayah yang mengaku tak nyaman bermain dengan anak
Curhatan tersebut diketahui telah dilihat lebih dari 16 juta kali dan mendapat lebih dari 7 ribu komentar. Mengutip dari akun X @jmrphy, seorang pria bernama Murphy mengungkapkan perasaannya tentang pengalamannya sebagai Ayah.
"Sudah 4 tahun sejak saya menjadi seorang Ayah dan saya mulai takut dengan jiwa saya sendiri. Jujurnya, saya memang tidak terlalu suka berada di sekitar anak-anak dalam waktu yang lama," tulisnya.
Ia juga menjelaskan bahwa waktu yang ia inginkan untuk bermain dengan anak tidak terlalu lama setiap minggunya. Menurutnya, cukup sekitar 70-140 menit dalam seminggu.
"Waktu ideal yang ingin saya habiskan untuk bermain dengan anak-anak mungkin sekitar 70-140 menit per minggu, kurang lebih 10 menit setiap hari, mungkin dua kali sehari saat jeda dari pekerjaan," katanya.
Setelah itu, ia mengaku tetap memiliki rasa sayang kepada anaknya. Namun, ia merasa kurang nyaman jika harus menemaninya bermain dalam waktu yang lebih lama.
"Perasaan sayang saya kepada mereka sebenarnya sangat kuat, tetapi jika saya harus menjaga atau menghibur mereka lebih dari sekitar 10 menit, saya mulai merasa tidak nyaman. Saya hanya ingin bekerja atau melakukan sesuatu yang produktif. Saya mencoba untuk bersyukur, tapi itu tidak berhasil," tuturnya.
"Saya tidak punya masalah menjadi Ayah yang baik dan penuh kasih, masalahnya hanya saya tidak menikmatinya. Bukan karena saya ingin mengejar kesenangan pribadi, tetapi rasanya aneh saja ketika saya hampir tidak merasakan kebahagiaan," sambungnya.
Beragam reaksi dari orang tua
Curhatan yang viral tersebut memunculkan berbagai reaksi di media sosial, Bunda. Ada yang mencoba memahami, tetapi ada juga yang memberikan penilaian cukup keras terhadap dirinya.
"Perasaan ini berada dalam kendalimu untuk diubah. Ini bukan sifat kepribadian mendasar yang tidak dapat kamu perbaiki, tetapi berasal dari cara kamu menyesuaikan sikap dan pandangan terhadap dirimu sendiri," tulis akun X @tea****.
Namun, ada juga yang menyayangkan hal tersebut dibagikan ke ruang publik. Mereka menilai cerita seperti itu sebaiknya tidak disebarkan secara luas karena dapat memicu reaksi negatif.
"Sungguh kejam sekali mengunggah ini ke internet dan dilihat oleh jutaan orang asing," balas pengguna @wit****.
Psikolog jelaskan pentingnya peran orang tua dalam mengasuh anak
Menanggapi cerita Ayah tersebut, seorang psikolog anak asal Amerika Serikat, Scott A. Roth, Psy.D., turut memberikan pandangannya. Ia menjelaskan bahwa bermain memang bukan satu-satunya bentuk kedekatan orang tua dan anak, tetapi tetap punya peran yang penting.
Menurutnya, ketika orang tua menolak untuk bermain bersama anak, mereka bisa saja melewatkan pengalaman yang memang dibutuhkan untuk perkembangan anak.
"Ketika orang tua menolak bermain atau tidak terlibat dalam permainan, mereka mungkin menolak memberikan pengalaman perkembangan penting ini kepada anak mereka," kata Roth, dikutip dari laman Parents.
Ia menyampaikan bahwa lewat bermain, anak akan mulai mengenal hubungan sosial di sekitarnya. Roth juga mencontohkan bahwa orang tua bisa mengajak anak mencoba hal lain dengan cara yang lembut.
"Dengan anak Anda, tidak apa-apa untuk mengatakan sesuatu seperti, 'Kita sudah bermain boneka cukup lama, mengapa kita tidak pergi ke ruang bermain dan memilih sesuatu yang lain untuk dilakukan,'" kata Roth.
"Ini mencontohkan keterampilan hidup penting seperti mempertimbangkan perasaan orang lain dan menghadapi perubahan, serta kemungkinan rasa kecewa," sambungnya.
Itulah curhatan Ayah yang mengaku tidak terlalu menikmati waktu bermain dengan anaknya yang memicu pro dan kontra, serta tanggapan dari psikolog.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Balita Hipotermia saat Mendaki, Ini Usia Aman Anak Diajak Naik Gunung
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Cara agar Anak Merasa Miliki Privasi, tapi Tetap Bisa Bunda Pantau
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Cara Orang Tua Norwegia Mendidik Anak agar Mandiri dan Percaya Diri Sejak Kecil
Cara Membuat Pengharum Ruangan Alami, Rumah Wangi Sepanjang Hari
Jepang Gelar Lomba Tidur Berhadiah Rp233 Juta, Pemenang Ditentukan dari Ini
Potret Raline Shah yang Baru Saja Mundur dari Jabatan Stafsus Menkomdigi
Gangguan Mental Disebut Jadi Komplikasi Kehamilan Nomor Satu, Ini Penjelasannya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Raline Shah yang Baru Saja Mundur dari Jabatan Stafsus Menkomdigi
Cara Membuat Pengharum Ruangan Alami, Rumah Wangi Sepanjang Hari
Gangguan Mental Disebut Jadi Komplikasi Kehamilan Nomor Satu, Ini Penjelasannya
Cara Orang Tua Norwegia Mendidik Anak agar Mandiri dan Percaya Diri Sejak Kecil
Jepang Gelar Lomba Tidur Berhadiah Rp233 Juta, Pemenang Ditentukan dari Ini
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau Tampil Elegan di Pesta? Ini Cara Memilih Kalung Liontin yang Tepat
-
Beautynesia
Wilayahnya Dipenuhi Asap, Ini Sederet Respon Negara Tetangga tentang Kebakaran Hutan Kalimantan
-
Female Daily
Siena Made Perkenalkan Sleepless in Siena, Koleksi Kedua dengan Sentuhan Romantis
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak Cinta 15 Oktober: Aries Beda Pendapat, Gemini Sulit Disatukan
-
Mommies Daily
Biaya Masuk SD di Jawa Tengah Tahun Ajaran 2027/2028: Kisaran Uang Pangkal dan SPP, Ada yang Rp300 Ribuan per Bulan