PARENTING
5 Cara Mengubah Anak yang Tidak Tahu Cara Bersyukur Menurut Pakar
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Senin, 25 May 2026 18:30 WIBBanyak orang tua berpikir, "Anak saya sekarang jadi kurang menghargai, kenapa seperti tidak tahu terima kasih, ya?" Bunda mungkin juga pernah merasakan hal yang sama dalam keseharian bersama anak.
Di tengah perubahan zaman, cara anak memandang hal-hal memang ikut berubah. Apa yang dahulu dianggap istimewa, sekarang bisa terlihat biasa saja di mata mereka.
Menilik dari laman Your Tango, sebuah studi yang melibatkan 355 ribu siswa SMA dari tahun 1976 hingga 2007 menunjukkan adanya perubahan pola pikir pada generasi muda. Keinginan untuk punya banyak uang dan barang meningkat, sementara dorongan untuk bekerja keras justru menurun.
Hal ini membuat sebagian orang tua merasa anak menjadi kurang menghargai apa yang sudah diberikan. Padahal, tak selalu sesederhana itu, karena ada proses dalam cara anak memahami sesuatu.
Bicara soal ini, pakar mengungkap ada beberapa cara yang bisa membantu anak belajar lebih bersyukur dan menghargai hal-hal kecil dalam hidupnya. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Cara mengubah anak yang tidak tahu cara bersyukur menurut pakar
Seorang psikoterapis dan pakar hubungan asal Amerika Serikat, Christina Steinorth-Powell, LMFT, membagikan lima cara untuk membantu anak belajar bersyukur dan mengucapkan terima kasih.
Berikut penjelasan selengkapnya yang dikutip dari Your Tango:
1. Tunjukkan perilaku yang ingin diajarkan pada anak
Anak belajar banyak bukan dari apa yang kita katakan, tapi dari apa yang ia lihat setiap hari. Maka, cara kita bersikap sebagai orang tua sangat berpengaruh pada cara anak memandang sesuatu.
Ilmu pengetahuan menunjukkan anak yang terbiasa bersyukur dan menghargai hal kecil cenderung lebih sehat secara emosional. Mereka juga tidak mudah merasa iri dan bahkan bisa memiliki prestasi belajar yang lebih baik.
Namun, anak tidak tumbuh dari nasihat saja, Bunda. Menurut Christina, mereka sangat mudah meniru apa yang mereka lihat setiap hari dari orang tuanya di rumah.
"Anak-anak sangat memperhatikan perilaku orang tua mereka dan jika mereka melihat orang tua mereka menginginkan mobil terbaru, komputer tercepat, dan mode terkini, kemungkinan besar mereka juga akan menginginkan hal yang sama," tulisnya.
"Lagi pula, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Jika Anda berpikir, 'Anak saya tidak tahu berterima kasih,' mungkin Anda perlu memeriksa apakah Anda juga demikian," lanjutnya.
2. Mengajak anak terlibat dalam kegiatan sosial
Mengajak anak melakukan kegiatan sosial bisa menjadi pengalaman yang berarti, Bunda. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, seperti membuat kue bersama lalu membagikannya ke panti sosial atau orang yang membutuhkan.
Kegiatan seperti ini tidak perlu dibuat sulit, yang penting anak ikut terlibat dan merasakan prosesnya. Saat membantu orang lain, anak akan belajar bahwa berbagi bisa memberikan kebahagiaan tersendiri.
Studi menunjukkan bahwa anak yang terbiasa menjadi sukarelawan cenderung lebih peka terhadap orang lain. Tak hanya fokus pada diri sendiri saja, mereka juga melihat kebutuhan orang di sekitarnya.
3. Jadikan apresiasi sebagai rutinitas dalam keseharian
Rasa syukur sebenarnya adalah kebiasaan yang bisa dibentuk sejak kecil. Anak-anak yang terbiasa merasa senang saat membantu atau berbagi cenderung akan terus mengulangi perilaku baik itu.
Menurut Christina, kegiatan sederhana seperti ini bisa dilakukan setiap hari di rumah. Ia pun membagikan contoh bahwa kebiasaan ini bisa dimulai dari momen makan bersama keluarga.
"Saat Anda duduk bersama anak-anak Anda di meja makan, bergiliranlah menyebutkan satu hal yang Anda syukuri yang terjadi sepanjang hari," ungkap Christina.
"Hal itu tidak harus berupa materi. Bahkan, akan lebih baik jika bukan barang materi, karena hal itu membantu anak-anak belajar bahwa ada lebih banyak hal yang patut disyukuri daripada sekadar barang-barang materi," sambungnya.
4. Ajarkan anak untuk lebih menghargai
Salah satu cara yang bisa dilakukan Bunda untuk menumbuhkan rasa syukur pada anak adalah dengan tidak memberikan terlalu banyak hal. Ketika anak tidak dibiasakan punya semuanya secara berlebihan, mereka akan lebih mudah menghargai apa yang sudah dimiliki.
Jika anak terlalu sering mendapat banyak barang, mereka bisa kehilangan rasa menghargai sesuatu. Sebaliknya, saat ada batasan, anak akan mengerti bahwa tidak semua keinginan harus selalu dipenuhi.
Selain itu, mereka juga perlu diarahkan bahwa memberi itu bukan hanya soal materi saja. Lebih dari itu, yang terpenting adalah kebersamaan dan memberi perhatian kepada orang lain.
Cara yang bisa dicoba adalah membuat hadiah bersama atau merencanakan kegiatan spesial untuk keluarga dan teman.
5. Biasakan anak menulis catatan terima kasih
Mengajak anak menulis catatan "terima kasih" menjadi kebiasaan yang bisa dilakukan di rumah. Meski terlihat sedikit kuno di zaman sekarang, kegiatan ini tetap punya arti yang baik untuk anak.
Lewat kebiasaan ini, anak akan lebih sadar dan menghargai kebaikan yang mereka terima. Kalimat dari anak ternyata juga memberi dampak positif bagi orang yang menerimanya.
"Manfaat tambahannya adalah jika kakek-nenek, teman lain, atau kerabat yang menerima catatan 'terima kasih', itu juga akan membuat hari mereka lebih menyenangkan," kata Christina.
Jika orang tua membiasakan hal ini, lambat laun bukan lagi muncul pikiran, "Anak saya tidak tahu berterima kasih", tapi justru Bunda akan dengan bangga mengatakan, "Anak saya rendah hati dan sangat perhatian,".
Itulah penjelasan terkait cara mengubah anak yang tidak tahu cara bersyukur dan terima kasih menurut pakar. Semoga bisa membantu, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Lebih Baik Hadiah Uang atau Barang untuk Anak? Ini Penjelasan Pakar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Anak yang Suka Menolong Cenderung Punya Tubuh Lebih Sehat di Masa Remaja, Simak Penjelasannya
6 Hal yang Bisa Bunda Lakukan untuk Mendorong Si Kecil Berperilaku Jujur
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Cara Membuat Roti Goreng Empuk dan Mengembang, Anti Gagal Bikin di Rumah
Tipe Kepribadian yang Konsisten Melakukan Self-Care, Apa Saja Ciri-cirinya?
5 Potret Tedak Siten Shazza, Anak Bungsu Via Vallen yang Baru Berusia 7 Bulan
Makan Sehari Sekali Bikin Cepat Kurus? Dokter Ungkap Bahayanya
Bosan Bilang 'Terima Kasih'? Ini 10 Kata Pengganti yang Lebih Berkesan
REKOMENDASI PRODUK
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Kebiasaan Orang IQ Rendah saat Berteman Menurut Ilmu Psikologi
Cara Membuat Roti Goreng Empuk dan Mengembang, Anti Gagal Bikin di Rumah
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Tipe Kepribadian yang Konsisten Melakukan Self-Care, Apa Saja Ciri-cirinya?
Makan Sehari Sekali Bikin Cepat Kurus? Dokter Ungkap Bahayanya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Genset 1000 Watt Habis Bensin Berapa Liter per Jam? Ini Cara Hitung Sebelum Mati Lampu
-
Beautynesia
3 Rekomendasi Jus yang Baik untuk Kesehatan Kulit
-
Female Daily
5 Rekomendasi Flat Shoes untuk ke Kantor, Nyaman Dipakai Seharian tapi Tetap Stylish
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
90% Wanita Salah Ukuran Bra, Begini Cara Mengukurnya yang Benar
-
Mommies Daily
8 Drakor dan Film Kim Yoo-jung, Terbaru Ada 100 Days of Deception