PARENTING
7 Cara Mendidik Anak agar Tak Tergantikan AI di Masa Depan Menurut Pakar
Kinan | HaiBunda
Selasa, 26 May 2026 09:30 WIBCara mendidik anak di era AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan saat ini memang perlu tepat. Tujuannya agar anak tetap tangguh dan mampu berpikir kritis di masa depan.
Metode belajar masih sering menerapkan keharusan untuk mengikuti teori dan menghafal, padahal untuk era AI anak perlu punya kreativitas yang tinggi.
Selain itu, anak juga diharapkan mampu memecahkan masalah dan punya rasa ingin tahu yang tinggi.
Cara mendidik anak agar tak tergantikan AI di masa depan
Berikut beberapa cara pengasuhan yang dapat dilakukan orang tua sejak dini agar anak tetap tangguh dan bertahan di era AI:
1. Biarkan anak belajar menghadapi kegagalan
"Eksplorasi dan bahkan kegagalan lebih mengoptimalkan proses belajar anak, dibandingkan sekadar mengulang jawaban yang benar," ungkap ahli ilmu saraf, Vivienne Ming, seperti dikutip dari CNBC.
Bahkan dalam penelitiannya, Ming menyebutkan muncul pola yang konsisten bahwa siswa berprestasi sering kali paling berani untuk salah.
Kuncinya adalah mengubah cara pandang anak terhadap kegagalan. Jangan bertanya langsung tentang apa kegagalan anak, tapi apa yang dapat ia pelajari dari situasi tersebut. Rayakan keberanian anak untuk melampaui kemampuan dirinya.
2. Gunakan AI dengan bijak
Kecerdasan buatan sebenarnya bukan sesuatu yang harus dihindari secara total, tetapi dipahami dan digunakan dengan bijak.
Alat AI dan aplikasi pembelajaran adaptif lainnya bahkan bisa menjadi bantuan belajar yang sangat bermanfaat jika pemakaiannya tepat.
Dorong anak untuk menggunakan 'alat-alat' ini untuk meninjau konsep atau menguji pemahaman tentang sesuatu, tetapi jangan sampai menggantikan proses berpikir mereka sendiri.
Kuncinya adalah tetap berpikir kritis. Setelah menggunakan AI, dampingi dan bantu anak mengembangkan kemampuan menilai, literasi digital, dan rasa percaya dirinya.
3. Kenalkan dengan teknologi
Di masa depan yang mungkin nantinya akan didominasi AI, memahami cara kerja teknologi ini serta bagaimana menggunakannya secara tepat menjadi sangat penting.
Hal ini bukan hanya soal belajar menggunakan teknologi, tetapi juga memahami kelebihan, keterbatasan, dan dampaknya.
Anak-anak secara alami memiliki rasa ingin tahu terhadap teknologi. Mengenalkannya sejak dini dapat membuat teknologi terasa lebih mudah dipahami dan menjadi dasar untuk pemahaman yang lebih mendalam.
Anak juga perlu memahami pentingnya melindungi privasi, mengenali misinformasi, dan mempertimbangkan dampak buruk lain dari penggunaan AI yang tidak tepat.
4. Pahami bahwa hafalan bukan segalanya
Dikutip dari Oxford Learning, anak perlu fokus memahami konsep daripada hanya sekadar menghafalnya. Biasakan banyak bertanya tentang 'mengapa' dan 'bagaimana' pada anak.
Ketika mereka belajar sains, misalnya, jangan berhenti pada definisi saja. Jelajahi apa penyebab suatu reaksi atau bagaimana prinsip-prinsip tersebut terhubung dengan dunia nyata.
Ketika anak belajar dengan cara ini, mereka mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam dan kemampuan memecahkan masalah yang lebih kuat. Ini merupakan keterampilan yang tidak dapat ditiru AI.
5. Dorong rasa ingin tahu
Pastikan Bunda selalu menerima rasa ingin tahu dan jiwa eksplorasi anak. Berikan kesempatan bagi anak untuk mengungkapkan pendapatnya.
Anak yang kreatif biasanya punya pola pikir yang kreatif, sehingga mampu melihat tantangan dari berbagai sudut pandang dan terus mencoba hingga menemukan solusi yang efektif.
Keterampilan ini mempersiapkan anak bukan hanya untuk berhasil secara akademis, tapi juga dunia kerja yang berubah dengan cepat. Di fase ini, kemampuan beradaptasi sangat penting.
6. Tingkatkan ketangguhan anak
Masa depan dengan banyak bantuan AI rentan membuat anak merasa 'gagal'. Oleh sebab itu, ketangguhan, kemampuan untuk bangkit kembali, dan beradaptasi terhadap perubahan menjadi sangat penting sejak dini.
Hal ini bukan hanya tentang mengajarkan anak untuk bertahan, tetapi juga membantu mereka melihat kegagalan sebagai peluang untuk berkembang dan bukan alasan untuk menyerah.
Ketangguhan dimulai dengan memberi kesempatan anak menghadapi tantangan dan menyelesaikan masalah sendiri. Naluri orang tua mungkin selalu ingin melindungi mereka dari kegagalan, tetapi jika berlebihan justru bisa berdampak buruk.
Biarkan anak merasakan kesal saat tidak bisa menyelesaikan puzzle atau kecewa ketika rencana mereka tidak berjalan sesuai harapan.
Momen-momen ini mengajarkan bahwa kegagalan adalah bagian alami dari kehidupan, bukan sesuatu yang harus ditakuti.
7. Utamakan etika dan tanggung jawab
Mengajarkan anak untuk berpikir etis dan bertanggung jawab akan mempersiapkan mereka menggunakan teknologi dengan penuh kehati-hatian.
Bantu anak memahami bahwa tindakan mereka memiliki konsekuensi. Misalnya, jika mereka membuat sesuatu dengan AI, mereka perlu mempertimbangkan bagaimana dampaknya terhadap orang lain.
Itulah penjelasan tentang cara mendidik anak agar tak tergantikan AI di masa depan. Kesimpulannya, anak perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, ketangguhan, dan empati agar mampu beradaptasi di era digital ini.
Berikan ruang bagi anak untuk mencoba, gagal, dan bangkit kembali. Dengan begitu, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mandiri.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Awas Si Kecil Kecanduan Scroll Sosial Media, Ini Dampaknya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Panduan Cara Mengatasi Anak yang Susah Diatur agar Nurut sesuai Usianya
12 Cara agar Anak Mau Kooperatif yang Jarang Dilakukan Orang Tua, Dimulai dari Ngobrol
5 Ciri-Ciri Anak yang Punya Mental Kuat, Apakah Si Kecil Salah Satunya?
7 Kondisi dan Sikap Orang Tua yang Bisa Merusak Mental Anak
TERPOPULER
Rayakan Wedding Anniversary, Intip Potret Mesra Melody Prima dan Suami
Deretan Artis Putuskan Egg Freezing, Terbaru Sabrina Chairunnisa
7 Cara Mendidik Anak agar Tak Tergantikan AI di Masa Depan Menurut Pakar
Penyebab Sebagian Ibu Sulit Produksi ASI setelah Melahirkan
6 Ciri Kepribadian yang Dimiliki Orang yang Dianggap Keren Menurut Penelitian
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Browcara untuk Alis Natural Tapi Tetap Terbentuk Sempurna
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Merek Pakaian Dalam Ibu Hamil Terbaik untuk Kenyamanan Maksimal
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Panci Granit Terbaik dengan Desain Elegan dan Modern
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panggangan Arang hingga Portable
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Baju Kondangan Ibu Hamil yang Simple, Modern & Kekinian
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Rayakan Wedding Anniversary, Intip Potret Mesra Melody Prima dan Suami
7 Cara Mendidik Anak agar Tak Tergantikan AI di Masa Depan Menurut Pakar
Penyebab Sebagian Ibu Sulit Produksi ASI setelah Melahirkan
Deretan Artis Putuskan Egg Freezing, Terbaru Sabrina Chairunnisa
10 Drama China Terbaru 2026, Terbaik Diprediksi Raih Rating Tinggi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Warren Buffet Ungkap 8 Prinsip Hidup yang Bikin Cepat Kaya
-
Beautynesia
8 Rekomendasi Film Rom-Com yang Karakternya Penulis, Seru Ditonton Bareng Bestie!
-
Female Daily
Gingersnaps Hadirkan Inspirasi Styling Anak Lewat Koleksi ‘Field of Daydreams’!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Foto Viral Kelly Osbourne di Acara Louis Vuitton Diduga Hasil AI, Netizen Heboh
-
Mommies Daily
Biaya UKT UNDIP Mulai Dari Golongan 1-8, Jalur SNBT & Mandiri