HaiBunda

PARENTING

5 Bahasa Cinta Anak yang Penting Diketahui Orang Tua

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Rabu, 01 Jul 2026 16:50 WIB
Bahasa Cinta Anak/ Foto: Getty Images/ChayTee

Bunda mungkin tak asing dengan bahasa cinta atau love language. Lima bahasa cinta atau five love language adalah konsep tentang bagaimana kita menerima dan memberikan cinta satu sama lain. Konsep ini diciptakan oleh Gary Chapman, PhD, lebih dari 30 tahun yang lalu, Bunda.

Chapman adalah seorang konselor pernikahan yang dikenal karena buku larisnya, The 5 Love Languages, yang telah terjual lebih dari 20 juta kopi. Bahasa cinta ini ternyata penting bagi orang tua saat membesarkan anak. Mengenal bahasa cinta anak artinya kita memahami apa yang didambakan seorang anak untuk merasa cukup dicintai.

“Salah satu kebutuhan emosional terdalam seorang anak adalah kebutuhan untuk merasa dicintai oleh orang-orang penting dalam hidup mereka, biasanya orang tua mereka,” kata  psikolog anak Dr.Nneka Ikeogu, dikutip dari BBC. 


Menurut Ikeogu, orang tua sering berasumsi bahwa anak tahu bahwa mereka mencintai mereka, tetapi penting bagi hubungan dan sebenarnya hubungan apa pun untuk mengungkapkan cinta dengan cara yang lebih mungkin diterima. Mengetahui bahasa cinta anak  berarti orang tua dapat mengungkapkan cintanya kepada anak secara eksplisit dan langsung. Karena, terkadang, hanya mengatakan “Aku mencintaimu” saja tidak cukup.

“Ketika Anda memahami ‘bahasa cinta’ orang lain dan Anda dapat menunjukkan cinta kepada mereka dengan cara itu, mereka jauh lebih mungkin menerimanya dan benar-benar merasakan ketulusannya,” ungkap Ikeogu.

Bukan hanya anak-anak yang dapat memperoleh manfaat dari orang lain yang mempelajari lebih lanjut tentang 'bahasa cinta' mereka. Seringkali, hal itu dapat membantu dalam hubungan dan bahkan persahabatan untuk memperdalam hubungan.

"Bahasa cinta awalnya dikembangkan untuk hubungan romantis. Manfaat sebenarnya adalah membantu memperkuat hubungan yang Anda miliki dengan orang-orang penting dalam hidup Anda," kata Ikeogu.

5 Bahasa cinta anak

Ada lima bahasa cinta yang perlu orang tua ketahui, dilansir Parents berikut lima bahasa cinta anak:

1. Sentuhan fisik (Physical Touch)

Bagi anak-anak yang memiliki bahasa cinta berupa sentuhan fisik, pelukan bisa diartikan oleh mereka sebagai "Aku cinta kamu".

"Jika anak-anak terus-menerus berada di dekat Anda, menyentuh Anda, atau bermain dengan rambut Anda, itu adalah sinyal bahwa mereka perlu lebih banyak disentuh," kata Laura Markham, PhD, penulis buku Peaceful Parent, Happy Kids.

Tak cuma pelukan, terkadang bergulat, bermain olahraga yang melibatkan fisik bersama orang tua juga membuat anak merasa dicintai orang tuanya. Yang perlu dihindari bagi anak yang punya bahasa cinta sentuhan fisik adalah tidak boleh memukulnya, karena tamparan atau pukulan ringan pun bisa menyakiti hatinya, bahkan bisa menjadi trauma di masa depan.

2. Menerima hadiah (Receiving Gifts)

Anak-anak yang merasa dicintai ketika mereka menerima sesuatu tidak hanya menginginkan lebih banyak barang. Sebaliknya, mereka secara aktif mencari cara untuk merasa dicintai. Seseorang yang bahasa cinta utamanya adalah menerima hadiah cenderung peduli tentang bagaimana hadiah itu dibungkus.

Mereka sering mengingat siapa yang memberi mereka apa selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelahnya. Tidak hanya mainan, stiker apresiasi juga membuat anak-anak yang punya bahasa cinta menerima hadiah itu merasa dihargai. Orang tua jangan terbiasa memberikan hadiah pada anak-anak tanpa syarat, sementara bahasa cinta lainnya diabaikan.

3. Kata-kata afirmasi (Words of affirmation)

Bagi anak-anak yang mendengarkan dengan saksama dan berbicara dengan lembut, kata-kata penuh kasih sayang adalah yang terpenting.
Jika anak berseri-seri setiap kali orang tua memuji mereka atau memberikan banyak umpan balik yang manis, mereka mungkin menyukai kata-kata afirmasi.

Catatan kecil di kotak bekal mereka, pesan teks, dan bahkan gelang dengan tulisan seperti "pahlawan-nya bunda" dapat sangat berarti bagi anak-anak yang bahasa cintanya adalah kata-kata afirmasi. 

Penting dicatat bahwa anak-anak yang memiliki bahasa cinta berupa kata-kata afirmasi dapat merasa sedih atau tidak dicintai apabila diejek (walau konteksnya bercanda) dan dimaki. Orang tua perlu menjaga lisan ketika merasa emosional.

4. Act of service

Act of service mungkin merupakan bahasa cinta yang terdengar paling aneh, tetapi anak-anak yang menggunakannya menghargai tindakan yang penuh perhatian, seperti membelikan minuman susu segar dan membungkuskan donat kesukaannya untuk dibawa pulang ke rumah.

Selain itu contoh lainnya mungkin meminta kita untuk mengikat tali sepatunya, memperbaiki mainan yang rusak, atau merapikan bantalnya. Namun, seiring pertumbuhan jangan terlena untuk terus-menerus membantu anak. Dorong kemandiriannya dan bimbing mereka agar juga bisa melakukan 'act of service' versi mereka sendiri.

5. Waktu berkualitas (Quality time)

Anak-anak ini merasa paling dihargai ketika orang tua memilih untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama mereka.Anak yang sering berkata, "Lihat ini!" atau "Main denganku!" itu berarti mereka sedang meminta waktu berkualitas. 

Apa yang harus menjadi perhatian orang tua bagi anak yang bahasa cintanya quality time adalah jangan sekali-kali memberi hukuman seperti mengurung mereka di kamar dan mengisolasi mereka. Bagi mereka, itu adalah hukuman yang berat.

Demikian lima bahasa cinta anak yang bisa dipenuhi tangkinya oleh Ayah dan Bunda. Mulai dari memberikan pujian dan rewards sesuai porsinya hingga mendengarkan anak. Semoga informasinya membantu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Cara Menghadapi Pasangan dengan Love Language Act of Service

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang Pemilik IQ Rendah dari Kebiasaan Sehari-hari

Mom's Life Nadhifa Fitrina

7 Cara Sederhana Orang Tua Membentuk Kecerdasan Emosional Anak

Parenting Kinan

Lee Da Hae Ceritakan Pengalaman Berlibur di Korea dan Jepang Menggunakan Pin Ibu Hamil

Kehamilan Amrikh Palupi

Bayi Lebih Mirip Ayah atau Bunda? Dokter Kandungan Ungkap Faktor yang Menentukannya.

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

3 Resep Makanan yang Mudah Dibuat saat Mati Listrik

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Member F4 Vanness Wu Umumkan Pernikahan Pasca 8 Th Cerai, Sosok Istri Baru Jadi Sorotan

7 Cara Sederhana Orang Tua Membentuk Kecerdasan Emosional Anak

Lee Da Hae Ceritakan Pengalaman Berlibur di Korea dan Jepang Menggunakan Pin Ibu Hamil

Cara Mengenali Orang Pemilik IQ Rendah dari Kebiasaan Sehari-hari

3 Resep Makanan yang Mudah Dibuat saat Mati Listrik

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK