HaiBunda

PARENTING

Penyakit Jantung Bawaan pada Anak: Kenali Gejala seperti Mudah Lelah dan Bibir Kebiruan

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Kamis, 16 Jul 2026 18:20 WIB
Ilustrasi penyakit jantung bawaan pada anak / Foto: Mayapada Hospital
Jakarta -

Setelah Si Kecil lahir, Bunda dan Ayah tentu ingin memastikan tumbuh kembangnya berjalan optimal. Namun, jangan lewatkan pentingnya mengenali penyakit jantung bawaan (kongenital), yaitu kelainan struktur jantung yang sudah terjadi sejak lahir. Meski gejalanya tidak selalu langsung muncul sejak awal, deteksi dini dan pemeriksaan rutin dapat membantu kondisi ini ditangani lebih cepat.

Kenali gejala penyakit jantung bawaan sejak bayi

Menurut dr. Olfi Lelya, Sp.JP(K) dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Bunda dan Ayah perlu waspada terhadap beberapa tanda seperti, adanya kebiruan pada bibir, kulit, jari tangan dan kaki, sesak napas, kesulitan menyusui, dan berat badan lahir rendah.

"Hal ini terjadi karena adanya kebocoran jantung yang menyebabkan fungsi jantung tidak bekerja seoptimal anak-anak seusianya," ujar dr. Olfi.


Tanda penyakit jantung bawaan pada anak yang lebih besar

Seiring bertambahnya usia, kelainan jantung bawaan semakin menunjukkan gejala yang bervariasi tergantung penyebabnya.

"Beberapa gejala yang terlihat lebih jelas antara lain, anak tampak mudah lelah saat bermain, kadang muncul keluhan nyeri dada, berdebar, sesak napas atau terlihat kurang aktif dibandingkan anak sebayanya," tutur dr. Olfi.

Gejala-gejala tersebut dapat mengarah pada berbagai jenis penyakit jantung bawaan yang umum ditemukan pada anak, seperti kondisi "jantung bocor" seperti Atrial Septal Defect (ASD) dan Ventricular Septal Defect (VSD), yaitu adanya lubang pada dinding jantung yang menyebabkan aliran darah ke paru menjadi berlebih.

Selain itu, terdapat penyempitan katup (stenosis katup) seperti Pulmonary Stenosis (PS) dan Aortic Stenosis (AS) yang menghambat aliran darah karena katup tidak membuka sempurna, hingga kondisi kompleks Tetralogy of Fallot, yaitu kombinasi beberapa kelainan jantung bawaan yang ditandai dengan bayi tampak kebiruan akibat kekurangan oksigen.

Penanganan disesuaikan dengan kondisi anak

Penanganan penyakit jantung bawaan sangat bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. dr. Shirley Ferlina Lasmono, M.Ked.Klin., Sp.A., Subsp. Kardio. (K) dari Mayapada Hospital Surabaya mengungkapkan, Bunda dan Ayah tidak perlu langsung membayangkan penanganan selalu berarti operasi.

"Pada beberapa kasus, anak cukup dipantau rutin, sebagian memerlukan obat, ada yang dapat ditangani dengan kateterisasi, hingga diperlukan operasi," ujar dr. Shirley.

Ia melanjutkan, tujuan utama penanganan adalah menjaga fungsi jantung agar tetap bekerja sebaik mungkin.

"Dengan kemajuan diagnosis dan terapi, anak memiliki harapan dan kualitas hidup yang semakin baik untuk bertumbuh secara optimal sesuai usianya," ungkap dr. Shirley.

Penanganan jantung anak didukung layanan emergency 24/7

Dengan penjelasan tersebut, para orang tua dapat mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan jantung anak sejak dini melalui deteksi dan penanganan yang tepat.

Mendukung hal tersebut, Mayapada Hospital memiliki layanan Cardiovascular Center layanan khusus perawatan jantung mulai dari pencegahan, diagnosis, intervensi, bedah jantung, hingga rehabilitasi, yang didukung tim dokter multidisiplin dan teknologi mutakhir, serta pendampingan Cardiac Advisor bagi pasien dan keluarga sejak awal perawatan hingga pemulihan. Layanan ini tersedia di unit Mayapada Hospital yang ada di Jakarta (Kuningan, Lebak Bulus, Cakung), Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Nusantara.

Sebagai bagian dari komitmen memberikan penanganan gawat darurat yang cepat dan komprehensif, Mayapada Hospital menyediakan layanan Emergency 24/7 yang didukung dokter spesialis dan subspesialis yang standby on-site selama 24 jam. Di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), juga tersedia layanan Pediatric Emergency 24 jam didukung Dokter Spesialis Anak yang selalu siaga di rumah sakit, sehingga pasien anak dapat memperoleh penanganan segera tanpa harus menunggu dokter datang.

Dukungan ini juga diperkuat dengan kehadiran Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Spesialis Anestesi yang standby di rumah sakit untuk memberikan penanganan lanjutan sesuai indikasi medis. Masyarakat dapat mengakses layanan Emergency Mayapada Hospital melalui 150990 atau fitur Emergency Call di aplikasi MyCare.

Informasi layanan serta penjadwalan konsultasi dokter dapat dilakukan dengan menghubungi call center 150770 atau WhatsApp: 0817-1715-0770. Berbagai informasi kesehatan lainnya dapat ditemukan dalam fitur Health Articles & Tips di MyCare, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

White Noise Aman untuk Bayi?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Orang yang Selalu Merasa Jadi Korban dari Kalimat yang Diucapkan

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

Deretan Anak Artis Ikut Kejuaraan Taekwondo, Arsya hingga Cipung Unjuk Kebolehan

Parenting Annisa Karnesyia

Rachel Chia Bagikan Potret Bersama Dikta usai Menikah, Pantai Jadi Pilihan Liburan Romantis

Mom's Life Annisa Karnesyia

IUD untuk Pria Tengah Dikembangkan, Seperti Apa Cara Kerjanya?

Kehamilan Amrikh Palupi

Cara Mengetahui Orang yang Sedang Menyembunyikan Sesuatu Menurut Psikolog

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Lupa Membalas Pesan

Terpopuler: Momen Alya Rohali & Suami Dampingi Anak Lari Maraton di Sydney

Ciri Orang yang Selalu Merasa Jadi Korban dari Kalimat yang Diucapkan

Deretan Anak Artis Ikut Kejuaraan Taekwondo, Arsya hingga Cipung Unjuk Kebolehan

10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK