HaiBunda

PARENTING

Mengenal Parainfluenza Penyakit yang Mirip Flu pada Anak, Kenali Gejala hingga Penanganannya

Elia Amaliana   |   HaiBunda

Minggu, 11 Oct 2026 15:35 WIB
Parainfluenza pada anak/ Foto: Getty Images/ArtMarie

Bunda sudah pernah mendengar penyakit parainfluenza yang menyerang anak-anak? Parainfluenza merujuk pada sekelompok virus yang menyebabkan infeksi pada pernapasan, termasuk penyakit pilek, bronkitis, atau pneumonia.

Penyakit ini rentan pada anak di bawah usia lima tahun, orang dewasa di atas usia 65 tahun, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penyakit ini bisa datang berkali-kali, bahkan jika pernah terinfeksi ketika kecil.

Dikutip dari laman resmi Cleveland Clinic, virus influenza adalah kuman yang menyebabkan berbagai penyakit pernapasan. Penyakit ini bisa disebut HPIV yang merupakan singkatan dari ‘Human Parainfluenza Viruses’ (virus parainfluenza manusia). Meskipun namanya mirip dengan influenza, virus parainfluenza tidak menyebabkan flu, melainkan menyebabkan penyakit lain seperti sakit tenggorokan, pernapasan, batuk, hingga hidung tersumbat. Infeksi ini umumnya bisa berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.


Kondisi ini patut diperhatikan mengingat telah terjadi peningkatan kasus di sejumlah wilayah. Infeksi virus parainfluenza telah meningkat di Tiongkok, anak-anak dengan usia lima tahun ke bawah lebih rentan tertular daripada kelompok usia lainnya. 

Dilansir dari The Straits Times, data terbaru yang dari Chinese Centre for Disease Control and Prevention (CDC China), mencatat adanya peningkatan kasus infeksi parainfluenza yang dimulai dari 6 April 2026.  Pada pertengahan Maret penderita virus ini menginjak 4,7 persen kasus dan meningkat jadi 6,9 persen persen di bulan April. 

Para ahli dari CDC menyebutkan jika HPIV lebih mungkin menyerang bayi dan anak kecil.

“Sederhananya, anak yang mengalami batuk seperti gonggong atau suara serak dicurigai mengidap HPIV, sedangkan demam tinggi mendadak dan nyeri badan pada individu dari segala usia lebih mungkin dikaitkan dengan influenza,” ucap perwakilan dari CDC China.

Jenis infeksi parainfluenza

Terdapat empat jenis virus parainfluenza yang umum terjadi:

  • HPIV-1 dan HPPIV-2: Penyakit ini memungkinkan anak terserang pilek dan penyakit croup.
  • HPIV-3: Virus ini satu tingkat di atas jenis yang sebelumnya, yang menyebabkan infeksi pada saluran pernafasan dan paru-paru, sehingga memungkinkan anak memiliki penyakit bronkitis atau pneomonia.
  • HPIV-4: Para ahli berpendapat bahwa jenis ini mirip dengan HPIV-3.

Gejala dan penyebab

Gejalanya infeksi parainfluenza meliputi demam, batuk (bisa ringan atau berdahak), hidung berair atau tersumbat, sakit tenggorokan, suara bernada tinggi saat bernafas, suara serak, bersin. Gejala ini bisa terasa ringan bagi orang dewasa, namun akan lebih parah pada anak yang memiliki sistem imun yang rendah.

Selain mengenali gejalanya, orang tua juga perlu tahu bagaimana virus ini bisa menular. Parainfluenza bisa tertular melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan seseorang yang terinfeksi. Penyebab lain yang ditimbulkan dari infeksi virus parainfluenza meliputi:

  • Batuk dan bersin: tetesan kecil yang mengandung HPIV dapat masuk ke hidung atau mulut melalui udara yang menyebabkan batuk dan bersin. 
  • Permukaan yang terkontaminasi: Virus dapat masuk ke dalam tubuh jika menyentuh permukaan yang terkontaminasi HPIV lalu menyentuh area sekitar wajah. Bisa berupa benda seperti gagang pintu, komputer, atau telepon. Terutama pada anak-anak, mereka sering tertular langsung melalui kontak fisik dan menyentuh benda seperti meja, mainan, dan peralatan bermain di taman.
  • Kontak dengan orang dengan HPIV: penyakit ini mudah tertular melalui kontak fisik, seperti menyentuh tangan atau wajah seseorang yang terinfeksi parainfluenza.

Dengan begitu, para orangtua diimbau untuk mengambil langkah perlindungan bagi diri sendiri, keluarga, atau orang terkasih guna terhindar dari penyakit penyakit ini.

Cara menangani dan pencegahan

  • Penanganan

Tidak ada pengobatan khusus untuk infeksi parainfluenza, ada banyak orang yang lebih memilih untuk menangani gejala ringan di rumah. Namun, orang dewasa biasanya mengonsumsi obat yang dijual bebas di pasaran.

Meskipun begitu, karena anak cukup rentan terhadap infeksi ini, maka dibutuhkan perhatian yang lebih untuk menjaga kondisi kesehatan anak. Berikut beberapa hal yang bisa Bunda lakukan untuk mengobati gejala parainfluenza di rumah:

  • Istirahat yang cukup.
  • Banyak minum air atau kaldu untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
  • Nyalakan pelembab udara atau humidifier untuk membantu meredakan hidung tersumbat atau batuk.

Namun, jika infeksi tersebut tidak kunjung membaik, segera cari pertolongan medis. Karena ada beberapa ciri yang mengindikasikan pernyakit serius, seperti demam tinggi di atas 40 derajat, kesulitan bernafas, nyeri dada, pusing terus menerus, tidak kencing dan buang air besar yang sedikit, nyeri atau kelemahan otot, kulit, bibir, kuku berwarna kebiruan, kejang dan nafas yang berisik.

  • Pencegahan

Jika orang tua dan anak belum pernah terkena influenza, tidak ada salahnya melakukan langkah pencegahan sejak dini untuk mengurangi risiko tertular parainfluenza. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

  • Seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air. Atau bisa juga menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol.
  • Hindari menyentuh wajah, mata hidung, dan mulut setelah menyentuh sesuatu.
  • Hindari berbagi makanan atau peralatan makan.
  • Tutup hidung saat bersin atau batuk dengan tisu.
  • Kurangi kontak dengan orang lain ketika terkena flu atau penyakit menular lainnya.
  • Memakai masker.

Itulah pengertian mengenai parainfluenza, mulai dari gejalahingga penanganannya. Semoga membantu, ya, Bunda.

 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Mengenal Gejala hingga Penyebab Flu Singapura pada Bayi, Waspada Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf E

Mom's Life Azhar Hanifah

ASI Ternyata Bisa Jadi Petunjuk Kanker Payudara, Ini Kata Peneliti

Menyusui Dwi Indah Nurcahyani

Potret Kekompakan Geng Ranayu, Aktif Bikin Konten dan Jadi Support System Satu Sama Lain

Mom's Life Amira Salsabila

Mengenal Parainfluenza Penyakit yang Mirip Flu pada Anak, Kenali Gejala hingga Penanganannya

Parenting Elia Amaliana

Kenapa Ibu Hamil Bisa Tiba-tiba Jijik dengan Hewan Peliharaan Kesayangan?

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf E

ASI Ternyata Bisa Jadi Petunjuk Kanker Payudara, Ini Kata Peneliti

Mengenal Parainfluenza Penyakit yang Mirip Flu pada Anak, Kenali Gejala hingga Penanganannya

Potret Kekompakan Geng Ranayu, Aktif Bikin Konten dan Jadi Support System Satu Sama Lain

Kenapa Ibu Hamil Bisa Tiba-tiba Jijik dengan Hewan Peliharaan Kesayangan?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK