HaiBunda

PARENTING

Bayi Mulai Berjalan Usia Berapa? Simak Cara Stimulasinya Yuk Bun

Kinan   |   HaiBunda

Jumat, 25 Sep 2026 18:20 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Edwin Tan
Jakarta -

Untuk membantu menstimulasi agar bayi bisa berjalan berjalan dengan lebih baik, ada beberapa cara yang bisa diterapkan di rumah. Tapi sebenarnya bayi mulai berjalan usia berapa, ya?

Berjalan merupakan salah satu tonggak perkembangan bayi yang penting bagi pergerakan dan motorik anak.

Pada umumnya, setiap bayi memiliki waktu yang berbeda untuk menguasai kemampuan berjalan, sehingga tidak perlu membandingkan perkembangan Si Kecil dengan anak seusianya.


Sebelum mulai berjalan, bayi akan mulai mempersiapkan tubuhnya secara bertahap, Bunda. Mulai dari belajar berguling, duduk, merangkak, berdiri, hingga berjalan sambil berpegangan.

Setelah melewati berbagai tahapan tersebut, bayi pun siap memulai petualangan baru dengan belajar berjalan.

Bayi mulai berjalan usia berapa?

Dikutip dari Pregnancy, Birth and Baby, secara garis besar bayi mulai berjalan pada usia sekitar 10 hingga 18 bulan.

Sebelum bisa berjalan, bayi biasanya sudah lebih dulu menguasai kemampuan merangkak, yang umumnya terjadi pada usia 7 hingga 12 bulan. 

Setelah itu, bayi mulai menarik tubuhnya sendiri hingga berdiri, biasanya pada usia 9 hingga 12 bulan. Namun, perlu diingat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda.

"Untuk belajar berjalan, terdapat rentang waktu yang bervariasi pada setiap anak," ungkap dokter spesialis kedokteran keluarga di Amerika Serikat, Beth Oller, seperti dikutip dari Today. 

Menurut Oller, pada bayi yang sudah mencapai tonggak perkembangan lainnya sesuai usianya, kemampuan berjalan merupakan salah satu aspek perkembangan yang memiliki variasi usia paling luas. 

Tahapan bayi belajar berjalan

Untuk dapat berjalan, bayi perlu mengembangkan sejumlah kemampuan, seperti:

  • Keseimbangan
  • Koordinasi tubuh dan anggota gerak
  • Kemampuan berdiri
  • Kemampuan memindahkan berat badan dari satu kaki ke kaki lainnya

Setiap kemampuan baru yang dikuasai bayi sebenarnya merupakan perkembangan dari keterampilan sebelumnya. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tersebut akan semakin kompleks.

Ketika bayi mulai aktif merangkak, menarik tubuh hingga berdiri, kemudian berjalan sambil berpegangan dari satu benda ke benda lainnya, ia sedang melatih dan memperkuat otot-otot tubuhnya.

Pada saat yang sama, bayi juga mengembangkan keseimbangan dan koordinasi. Kedua kemampuan tersebut nantinya tidak hanya dibutuhkan untuk berjalan, tetapi juga menjadi dasar bagi kemampuan berlari.

Tanda-tanda bayi siap belajar berjalan

Dikutip dari Healthline, ada sejumlah tanda yang dapat menunjukkan bahwa bayi mulai siap belajar berjalan. Berikut penjelasannya:

1. Mulai menarik tubuh hingga berdiri

Salah satu tanda awal bayi siap berjalan adalah ketika ia mulai menarik tubuhnya sambil berpegangan pada benda lain, hingga kemudian berhasil berdiri.

Meski terlihat sederhana, tapi gerakan ini membantu memperkuat otot kaki sekaligus melatih koordinasinya lho, Bunda. 

Seiring waktu, latihan ini juga membantu bayi terbiasa berdiri tanpa bantuan. Nanti saat sudah semakin percaya diri, ia pun dapat mulai mencoba mengambil beberapa langkah meski masih terlihat goyah.

2. Semakin berani bereksplorasi

Keberanian anak untuk mulai bereksplorasi juga bisa menjadi tanda bahwa ia siap belajar berjalan. Kepercayaan dirinya mulai tumbuh untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar. 

Meski perilaku tersebut mungkin membuat Bunda harus lebih waspada karena risiko jatuh, keberanian mencoba hal baru merupakan bagian dari proses perkembangan Si Kecil.

3. Mulai berjalan sambil berpegangan

Berjalan perlahan menyusuri furnitur di rumah dikenal dengan istilah cruising. Mereka melakukan jalan menyamping sambil berpegangan, seperti pada sofa atau meja yang kokoh.

Tak perlu buru-buru ya, Bunda. Ada anak yang melakukan proses ini selama berbulan-bulan, ada juga yang lebih cepat. Jika perlu, Bunda bisa membantu proses cruising ini dengan memberikan push walker. 

4. Bisa berdiri sendiri

Pada tahap ini, bayi sudah memiliki keseimbangan dan stabilitas yang cukup untuk menopang tubuhnya tanpa bantuan.

Awalnya, bayi mungkin hanya mampu berdiri selama beberapa detik. Namun, secara perlahan ia akan dapat mempertahankan posisi berdiri lebih lama. 

5. Senang saat diberi bantuan untuk latihan berjalan

Seperti disebutkan sebelumnya, Bunda bisa membantu anak belajar berjalan sendiri dengan menggunakan push walker atau mainan dorong yang aman. Setelah semakin percaya diri, lama-lama anak akan mulai berani meningkatkan kecepatannya.

Tak masalah jika belum ada push walker di rumah, Bunda bisa membantu bayi belajar berjalan dengan memegang tangan atau ketiaknya. 

Tips stimulasi saat bayi belajar berjalan

Di rumah Bunda bisa melakukan berbagai stimulasi untuk membantu bayi mengembangkan kemampuan berjalannya. Berikan dukungan dan tunjukkan juga bahwa Bunda merasa antusias dengan proses belajarnya.

Mungkin bayi tampaknya belum memahami semua yang Bunda ucapkan, tetapi mereka bisa merasakan semangat dari nada suara dan ekspresi wajah Bunda. Berikut tips stimulasi agar bayi belajar berjalan:

1. Bermain bersama

Temani anak atau usahakan selalu berada di dekatnya saat ia sedang bereksplorasi. Ini dapat membuatnya merasa lebih aman sekaligus membantu membangun rasa percaya dirinya.

Namun, orang tua juga perlu memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi dan mencoba mengambil risiko yang sesuai dengan tahap perkembangannya ketika mulai belajar berjalan.

2. 'Pancing' anak untuk berjalan mandiri

Aktif bergerak membantu membangun kekuatan otot dan postur tubuh Si Kecil, yang akan membuat mereka bisa cepat berjalan.

Bunda bisa mengajak anak bermain dengan memposisikan diri sekitar dua meter dari bayi, lalu ajak mereka untuk berjalan menghampiri Bunda. 

Setelah berhasil, jarak tersebut dapat ditambah sedikit demi sedikit secara bertahap. Selain melatih keseimbangan, cara ini juga melatih kepercayaan diri anak.

3. Pastikan rumah aman untuk bayi

Ketika bayi mulai semakin aktif bergerak di sekitar rumah, pastikan area bermainnya bebas dari benda-benda yang berpotensi membahayakan.

Lingkungan rumah yang aman tidak hanya membantu mencegah kecelakaan, tetapi juga memberikan lebih banyak kesempatan bagi bayi untuk berjalan dan bereksplorasi.

4. Tenangkan saat terjatuh

Jatuh adalah hal yang tak terhindarkan pada awal proses belajar berjalan, jadi pastikan Bunda siap menenangkan saat anak terjatuh. Ajak Si Kecil untuk bangun dan berlatih kembali, tanpa memarahi atau berteriak. 

Jika bayi sudah cukup mahir berjalan di permukaan datar, Bunda dapat memberikan tantangan baru dengan mengajaknya berjalan naik dan turun di bidang yang sedikit miring atau pada permukaan tidak rata yang aman.

Aktivitas tersebut dapat membantu melatih keseimbangan, koordinasi, serta kekuatan otot bayi.

5. Berikan dukungan secara fisik

Orang tua juga dapat memberikan bantuan fisik saat bayi belajar berjalan.

Cobalah berdiri atau berlutut di depan bayi sambil memegang tangannya. Bunda juga dapat memegang kedua tangannya dan membantunya berjalan perlahan ke arah Bunda.

Selain itu, Bunda juga dapat mengajak Si Kecil mengikuti ketika berjalan menuju ruangan lain. Dengan begitu, bayi mendapatkan kesempatan untuk terus berlatih berjalan sambil mengikuti orang yang membuatnya merasa aman.

Itulah penjelasan tentang kapan bayi mulai berjalan dan cara stimulasinya. Ingat, sebisa mungkin berikan kesempatan untuk bayi bereksplorasi di lingkungan yang aman.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Cemburu Saat Punya Adik, Wajar Nggak?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Orang Cerdas Menurut Albert Einstein, Terungkap dari Ucapannya

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Memesona Artis China Dilraba Dilmurat Kenakan Gaun Rancangan Desainer Indonesia

Mom's Life Annisa Karnesyia

Arab Saudi Klaim Punya 'Harta Karun' Capai Rp41.943 Triliun

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

Bayi Mulai Berjalan Usia Berapa? Simak Cara Stimulasinya Yuk Bun

Parenting Kinan

Mengenal Proses Peleburan Sel Telur dan Sel Sperma yang Membentuk Zigot

Kehamilan Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Memesona Artis China Dilraba Dilmurat Kenakan Gaun Rancangan Desainer Indonesia

Ciri Orang Cerdas Menurut Albert Einstein, Terungkap dari Ucapannya

Bayi Mulai Berjalan Usia Berapa? Simak Cara Stimulasinya Yuk Bun

Mengenal Proses Peleburan Sel Telur dan Sel Sperma yang Membentuk Zigot

Arab Saudi Klaim Punya 'Harta Karun' Capai Rp41.943 Triliun

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK