psikologi

Tips Cegah Anak Terdampak Adegan Kekerasan di Televisi

Melly Febrida Kamis, 10 Jan 2019 - 11.07 WIB
Ilustrasi adegan kekerasan/ Foto: iStock Ilustrasi adegan kekerasan/ Foto: iStock
Jakarta - Wajar jika anak-anak suka menonton televisi, tapi hati-hati ya Bun, jika acara yang ditontonnya banyak mengandung adegan kekerasan. Jangan lengah mengawasi tontonan yang dilihat oleh si Kecil.

Menurut penulis Roots and Wings 3, Raksha Bharasia, ada baiknya Bunda berdiskusi dulu dengan anak sebelum menyalakan televisi. Bicarakan soal mana acara yang boleh dia tonton dan mana yang tidak boleh.

Penting bagi Bunda untuk mengenali konten acara televisi yang ada dan disukai oleh si Kecil. Apakah ada adegan kekerasan atau adegan lain yang kurang sesuai ditonton oleh anak.

Selain itu Bun, bantu anak-anak untuk mengembangkan kebiasaan menonton media yang bijak dan bertanggung jawab. Jika sebuah program menawarkan peringatan bahwa isinya tidak cocok untuk anak-anak, maka patuhi anjuran tersebut.


"Temani anak saat menonton televisi. Ajak mereka berbicara tentang kekhawatiran Bunda terhadap kekerasan media. Tunjukkan sikap ketika Bunda tidak menyetujui tindakan kekerasan seorang karakter," kata Raksha.

Ilustrasi anak takutIlustrasi anak takut/ Foto: Istock
Bunda juga bisa berdiskusi tentang solusi saat ada adegan kekerasan di acara televisi. Tanyakan pendapat anak tentang cara karakternya menyelesaikan masalah. Boleh juga Bunda tanyakan pada anak, 'kalau kamu punya masalah seperti ini, apa yang akan kamu lakukan?'.

Yang tak kalah penting, bantu anak untuk memahami bahwa beberapa acara televisi, video game, dan kartun itu tidak nyata. Anak-anak perlu tahu mana yang fantasi dan mana yang kenyataan.

Apabila terjadi adegan kekerasan di film, sampaikan bahwa ini hanya berlangsung selama ditayangkan di televisi saja. Sementara jika kekerasan dilakukan di dunia nyata, tentu akan ada konsekuensinya.

Dampak adegan kekerasan di media itu nggak main-main, Bun. Para peneliti di American Academy of Pediatrics, seperti dikutip dari CNN, mengatakan bahwa adegan kekerasan yang ada di dalam video game, acara televisi, maupun film, memiliki kaitan erat dengan perilaku dan pikiran agresif, serta emosi pada anak-anak.

"Adegan kekerasan meskipun hanya buatan dan bukan sungguh-sungguh terjadi, sebenarnya cukup traumatis bagi anak-anak tanpa memandang usia. Tanpa disadari hal ini bisa berdampak langsung, misalnya pada peningkatan frekuensi mimpi buruk, gangguan tidur serta kecemasan pada anak," ujar Dr Dimitri Christakis dari Seattle Children's Research Institute.

Bahkan tak jarang setelah menyaksikan beberapa adegan kekerasan di berbagai media, anak menjadi sulit melupakan hal tersebut dan terus mengganggunya. Bagi anak yang mulai sekolah, kebiasaan menonton adegan kekerasan juga bisa mengganggu proses belajar. Demikian dilansir detikcom.



(rdn/muf)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi