HaiBunda

TRENDING

Jepang Kehilangan Semua Panda untuk Pertama Kalinya dalam 54 Tahun, Gegara Hal Ini

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Kamis, 29 Jan 2026 15:43 WIB
Hewan Panda / Foto: Getty Images/liebre

Bunda, ada kabar mengejutkan datang dari Negeri Sakura. Untuk pertama kalinya dalam 54 tahun, hewan panda di negara Jepang tidak lagi bisa ditemui di kebun binatang setempat.

Selama ini, panda menjadi salah satu hewan yang dicintai masyarakat Jepang, terutama oleh anak-anak dan keluarga. Kehilangan panda di Jepang tentu menimbulkan rasa sedih dan tanda tanya besar bagi banyak orang.

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan Jepang kehilangan semua panda tersebut? Melalui artikel ini, Bubun akan mengulas penyebab di balik peristiwa langka yang membuat panda di Jepang kini hanya tinggal kenangan.


Kepulangan Panda Jepang: Xiao Xiao dan Lei Lei kembali ke China

Kedua panda terakhir yang tinggal di Jepang, Xiao Xiao dan Lei Lei, kini telah kembali ke negara asalnya, China. Peristiwa ini membuat panda secara resmi tidak lagi menghuni di kebun binatang Jepang. 

Dilansir dari laman BBC, banyak pengunjung memadati kebun binatang Ueno untuk melihat panda kesayangan tersebut yang terakhir kalinya sebelum keberangkatan mereka ke China. Suasana haru terasa kuat karena kehadiran panda di Jepang selama ini telah menjadi bagian dari keseharian keluarga dan anak-anak.

Xiao Xiao dan Lei Lei memang lahir dan dibesarkan di Jepang, tetapi secara hukum tetap berada di bawah kepemilikan China. Hal ini karena seluruh panda yang dipinjamkan ke luar negeri, termasuk panda di Jepang, terikat dalam perjanjian kerja sama konservasi internasional.

Pemulangan panda di Jepang terjadi sebulan sebelum masa pinjaman mereka berakhir pada bulan Februari 2026. Informasi tersebut disampaikan oleh pemerintah metropolitan Tokyo yang mengelola kebun binatang Ueno berdasarkan kutipan dari laman The Guardian

“Sesuai dengan perjanjian terkait antara China dan Jepang, panda raksasa yang tinggal di Jepang, Xiao Xiao dan Lei Lei, hari ini memulai perjalanan pulang mereka ke China,” ujar Guo Jiakun, juru bicara Kementerian Luar Negeri China. 

Kepulangan kedua panda ini sekaligus menutup satu bab penting dalam sejarah kebun binatang di Jepang. Banyak pihak menilai bahwa hilangnya panda di Jepang menjadi momen refleksi tentang hubungan antarnegara yang turut memengaruhi dunia konservasi satwa.

Sejarah Panda di Jepang dan peran dalam hubungan bilateral

Bunda, kehadiran panda di Jepang bermula pada awal tahun 1970-an, tepatnya saat hubungan diplomatik Jepang dan China kembali terjalin. Saat itu, panda diperkenalkan sebagai simbol persahabatan dan niat baik antara dua negara tersebut. 

Sejak pertama kali hadir, panda dengan cepat mencuri perhatian masyarakat Jepang dari berbagai kalangan. Hewan lucu ini bukan hanya menjadi tontonan favorit, tetapi juga lambang kehangatan hubungan antarnegara.

Seiring berjalannya waktu, sistem kepemilikan panda mengalami perubahan yang cukup penting. China menetapkan bahwa panda yang dikirim ke luar negeri, termasuk panda di Jepang, berstatus pinjaman dan harus dikembalikan sesuai kesepakatan.

Selama puluhan tahun, keberadaan panda turut memperkuat kerja sama budaya dan pariwisata antara Jepang dan China. Kini, kepergian panda dari Jepang menjadi pengingat bahwa hubungan antara kedua negara sangat dipengaruhi oleh perubahan kebijakan dan situasi internasional.

Ketegangan diplomatik Jepang dan China

Dikutip dari laman The Japan Times, kepulangan panda di Jepang terjadi di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara Jepang dan China. Ketegangan meningkat setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, tentang kemungkinan keterlibatan militer jika Taiwan diserang China. 

Pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengenai Taiwan memicu kemarahan Beijing yang menganggap wilayah tersebut sebagai bagian dari kedaulatannya. China pun tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan demi menyatukan kembali Taiwan. Sejak saat itu, hubungan kedua negara diwarnai sikap dan pernyataan yang semakin tegang. 

China kemudian mengambil langkah yang lebih tegas, salah satunya dengan mempercepat pemulangan panda di Jepang pada sejumlah kesempatan. Walau secara resmi disebut sebagai keputusan teknis, banyak para ahli menilai momen kepulangan panda tersebut mencerminkan kondisi hubungan kedua negara yang sedang tidak stabil.

Akibat situasi tersebut, peluang Jepang untuk kembali menerima panda dari China kini terasa semakin terbatas. Banyak para ahli yang menilai kemungkinan akan terjadi absennya panda di Jepang dalam waktu yang lama, padahal panda telah menjadi simbol persahabatan kedua negara.

Panda di Jepang baru berpeluang kembali jika hubungan kedua negara membaik dan kepercayaan antara Jepang dan China dapat dipulihkan. Kondisi tersebut membuat keberadaan panda di Jepang sangat bergantung pada arah hubungan bilateral kedua negara.

Reaksi publik Jepang terhadap berakhirnya Panda di Jepang

Kepergian panda Jepang memicu gelombang emosi di tengah masyarakat, terutama para penggemar setianya. Banyak warga rela meluangkan waktu dan mengikuti proses antrean demi menyaksikan momen terakhir bersama panda kesayangan mereka.

Bagi sebagian orang, panda bukan sekadar satwa, melainkan bagian dari kenangan keluarga yang menemani masa kecil. Tidak sedikit pengunjung yang mengaku merasa kehilangan, seolah harus berpisah dengan sosok yang selama ini membawa keceriaan.

"Saya sudah membawa putra saya ke sini sejak dia masih bayi, jadi saya harap ini menjadi kenangan indah baginya. Saya senang kami bisa datang hari ini untuk mengenang mereka," kata Ai Shirakawa, salah satu pengunjung Kebun Binatang Ueno, yang dikutip dari BBC.

Di area kebun binatang, suasana haru tampak jelas dari raut wajah para pengunjung, baik anak-anak maupun orang dewasa. Atribut dan boneka panda Jepang yang dibawa pengunjung menjadi simbol rasa sayang sekaligus perpisahan yang tidak mudah.

Wanita lain mengenang saat menyaksikan perjalanan pertumbuhan panda-panda tersebut. "Menyaksikan pertumbuhan mereka, terutama sejak mereka masih sangat kecil, sungguh merupakan suatu kebahagiaan," katanya.

Meski era panda di Jepang telah berakhir, harapan masyarakat belum sepenuhnya padam. Banyak yang berharap suatu hari nanti panda Jepang bisa kembali hadir seiring membaiknya hubungan antarnegara di masa depan.

Bunda, peristiwa kehilangan panda di Jepang ini menunjukkan bahwa dinamika hubungan Jepang dan China turut berdampak pada keberadaan satwa ikonik tersebut. Semoga ke depannya Jepang dapat kembali menghadirkan panda sebagai simbol persahabatan dan kepedulian terhadap hewan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bunda Perlu Tahu, Ini 5 Ciri-ciri Tikus Bersarang di Dalam Rumah

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Intip 5 Potret Rumah Mewah Arafah Rianti, Dibeli Cash dengan Harga Fantastis

Mom's Life Annisa Afani

Bikin Al Ghazali Khawatir, Alyssa Daguise Putuskan Hiatus Jelang Persalinan pada Maret

Kehamilan Amrikh Palupi

Ciri-ciri Orang Sangat Egois, Sering Ucapkan 5 Kalimat Ini Menurut Psikolog

Mom's Life Natasha Ardiah

7 Kalimat yang Terlihat Baik tapi Justru Bikin Anak Cemas Menurut Psikolog

Parenting Nadhifa Fitrina

Resep Lukchup, Makanan Viral asal Thailand yang Menggemaskan

Mom's Life Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Na Daehoon Ungkap Isi Hati, Pilih Diam Usai Mendapat Banyak Tudingan

Bikin Al Ghazali Khawatir, Alyssa Daguise Putuskan Hiatus Jelang Persalinan pada Maret

Banyak Orang Tua Membawa Bayi Terapi ke Ahli Kiropraktik, Simak Keamanannya

Intip 5 Potret Rumah Mewah Arafah Rianti, Dibeli Cash dengan Harga Fantastis

Potret Ucapan Manis Alyssa di Ulang Tahun Maia Estianty, Penuh Makna

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK