HaiBunda

TRENDING

China Tutup Ratusan Bank Terbanyak dalam Sejarah, Ternyata Ini Alasannya

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Rabu, 07 Oct 2026 16:50 WIB
Ilustrasi bank / Foto: Getty Images/LukaTDB

China telah menutup 670 bank atau jumlahnya setara hampir seperempat dari total bank yang ada di sana. Penutupan ratusan bank di China ini telah dilakukan sejak tahun 2025. Menurut laporan resmi National Financial Regulatory Administration, bank di China kini jumlahnya 3.139, turun 23 persen dalam empat tahun.

Dikutip laman Financial Times, penutupan bank di China mayoritas dilakukan pada bank-bank kecil, baik di pedesaan maupun perkotaan. Salah satu alasannya adalah karena bank-bank kecil rentan bermasalah. Namun, penutupan bank ini tidak selalu berarti bangkrut begitu saja. Ada sebagian bank yang bergabung bank lain, sehingga bank yang lemah berada di bawah bank yang lebih kuat.

" ‘Penyederhanaan regulasi’ dan menghilangkan potensi terjadinya peristiwa likuiditas di antara institusi kecil", kata Jason Bedford, peneliti tamu senior di East Asian Institute, National University of Singapore.


"Kami belum pernah melihat konsolidasi sebesar ini sebelumnya” sambungnya, dikutip Financial Times.

Bank pedesaan dan bank regional tingkat kota digolongkan menurut tingkat pemerintah daerah yang menaunginya. Bank pedesaan berada di bawah pemerintah daerah di desa atau kecamatan, sedangkan bank tingkat kota berada di bawah pemerintah kota.

Apabila dijumlahkan, aset kedua jenis bank ini lebih dari seperempat dari seluruh aset perbankan China. Hampir semua bank yang baru ditutup adalah bank pedesaan. Meski begitu, bank tingkat kota juga mulai diawasi lebih ketat.

Sebagai salah satu contoh, pada Juli, pemerintah kota Wuhan di China tengah mengambil alih Z-Bank. Bank ini tengah mengalami situasi yang sulit. Ini pengambilalihan pertama serupa sejak Baoshang Bank di Mongolia Dalam diambil alih pada 2019.

Menurut perusahaan jasa keuangan Moody's, aset Z-Bank pada akhir 2024 sebesar 124 miliar yuan. Bank ini kemudian digabungkan ke Hankou Bank, sesama bank di Wuhan.

Moody's menilai langkah ini menunjukkan beratnya tantangan yang dihadapi bank-bank daerah yang lebih lemah. Moody's juga memperkirakan konsolidasi akan terus berlanjut, karena regulator berusaha mengatasi risiko di bank-bank daerah yang lebih kecil dan lemah.

Selain rentan berkendala, Fitch memaparkan alasan lain di balik penutupan bank di China, terutama bank-bank kecil. Kualitas aset yang buruk, modal yang rendah, dan tata kelola yang kurang memadai jadi alasan penutupan bank tersebut. Penutupan bank ini juga merupakan upaya pemerintah China dalam memperkuat pengawasan terhadap pemberi pinjaman kecil di saat situasi ekonomi yang melambat. 

Bank-bank terbesar China juga tertekan dalam beberapa tahun terakhir. Margin bunga bersih mereka, yaitu selisih antara bunga yang diterima dari pinjaman dan bunga yang dibayarkan untuk simpanan, dikabarkan menyempit.

Pada September, pemerintah mengumumkan tambahan modal sebesar US$54 miliar untuk perusahaan asuransi serta ICBC dan Agricultural Bank of China. Tahun lalu, pemerintah sudah menyuntikkan hampir US$70 miliar ke empat bank negara besar lainnya lewat penjualan saham.

Sementara Shengjing Bank di kota Shenyang, provinsi Liaoning telah menggabungkan bank-bank lain ke dalamnya. Salah satu bank yang diliput Financial Times memajang berbagai suku bunga tabungan yang rendah. Seorang staf mengatakan bahwa kini layanan KPR hanya tersedia di satu cabang. Namun, Shengjing tidak menanggapi permintaan komentar.

Suku bunga kebijakan China, yaitu suku bunga acuan pinjaman tenor satu dan lima tahun, sedang dicermati karena ada kemungkinan diturunkan lagi tahun ini, setelah data ekonomi bulanan menunjukkan hasil yang lemah.

Nicholas Zhu dari Moody's mengatakan bahwa seluruh sistem perbankan China tengah menghadapi suku bunga yang rendah, bukan hanya bank pedesaan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Mulai 2026, Dua Negara Ini Bebaskan Biaya Melahirkan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Hamil 39 Minggu, Perempuan Ini Kaget Didiagnosis Kanker Payudara

Kehamilan Annisa Karnesyia

Anak Kate Middleton dan Pangeran William Pakai Nama Berbeda di Sekolah, Ternyata Ini Alasannya

Parenting Dilla Atqia Rahmah

Kamari Asyik Joget Ikut Selebrasi Juara Timnas, Gemas Banget!

Parenting Tiara Jasmine

2 Ciri Anak Punya Sensitivitas Tinggi Menurut Psikolog

Parenting Annisa Karnesyia

Suka Sendirian? 11 Cara Introvert Recharge dan Menikmati Me Time Tanpa Merasa Kesepian

Mom's Life Elia Amaliana

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Resep Tumis Kangkung Sederhana, Enak dan Praktis untuk Menu Makan di Rumah

2 Ciri Anak Punya Sensitivitas Tinggi Menurut Psikolog

Hamil 39 Minggu, Perempuan Ini Kaget Didiagnosis Kanker Payudara

China Tutup Ratusan Bank Terbanyak dalam Sejarah, Ternyata Ini Alasannya

Anak Kate Middleton dan Pangeran William Pakai Nama Berbeda di Sekolah, Ternyata Ini Alasannya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK