HaiBunda

TRENDING

Mengenal PHP, Bahasa Pemrograman yang Celah Keamanannya Bikin Dunia Waspada

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Sabtu, 24 Oct 2026 09:45 WIB
Ilustrasi / Foto: Getty Images/Tirachard

PHP merupakan salah satu bahasa pemrograman yang berperan penting dalam pengembangan situs web di seluruh dunia. Teknologi ini digunakan untuk menjalankan berbagai platform, mulai dari toko online hingga situs ensiklopedia populer seperti Wikipedia.

Meski telah digunakan selama puluhan tahun, PHP baru-baru ini menjadi sorotan setelah ditemukan celah keamanan serius yang berpotensi membahayakan jutaan situs web.

Penemuan tersebut melibatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang membantu peneliti mengungkap kelemahan dalam kode PHP yang telah tersembunyi selama lebih dari satu dekade. Sejumlah pemerintah dan organisasi pun mengambil langkah darurat untuk melindungi sistem mereka dari potensi serangan siber.


Lantas, apa itu PHP, bagaimana celah keamanannya ditemukan, dan apa dampaknya bagi pengguna internet? Yuk, Bunda, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel di bawah ini.

Apa itu PHP?

PHP adalah singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor, yaitu bahasa pemrograman sumber terbuka (open-source) yang dijalankan di sisi server atau back-end. Bahasa pemrograman ini mulai dikembangkan pada awal 1990-an untuk membantu pembuatan halaman web dinamis dan aplikasi berbasis internet.

PHP bekerja di balik layar ketika seseorang mengunjungi sebuah situs web. Teknologi ini membantu server mengumpulkan dan mengolah informasi, kemudian menyusun konten agar dapat ditampilkan dalam bentuk halaman yang bisa dibaca melalui peramban atau browser.

Mengutip laman BBC, PHP telah digunakan secara luas sejak awal perkembangan internet dan masih menjadi bagian penting dari berbagai platform digital hingga saat ini.

Bahasa pemrograman ini mendukung situs seperti Wikipedia, toko online, serta WordPress, sistem pengelolaan konten yang digunakan untuk membuat banyak situs web dan blog.

PHP juga memiliki sejumlah kerangka kerja atau framework yang mempermudah pengembangan aplikasi, seperti Laravel, Symfony, dan Drupal.

Selain gratis, PHP dikembangkan secara terbuka dan dipelihara dengan dukungan PHP Foundation, organisasi nirlaba yang berupaya menjaga keberlangsungan bahasa pemrograman tersebut.

Apa fungsi PHP dalam pembuatan situs web?

PHP berfungsi untuk memproses informasi di server sebelum hasilnya dikirimkan kepada pengguna. Teknologi ini memungkinkan situs web menampilkan konten yang dinamis, memproses permintaan pengunjung, serta mendukung berbagai fungsi aplikasi berbasis internet.

Sebagai contoh, ketika Bunda membuka sebuah situs belanja online, PHP dapat membantu server memproses informasi produk, menampilkan halaman yang diminta, dan menghubungkan berbagai fungsi yang dibutuhkan situs tersebut.

Dengan demikian, pengunjung dapat berinteraksi dengan layanan web tanpa harus mengetahui proses teknis yang berlangsung di balik layar.

PHP merupakan bagian dari teknologi yang mengumpulkan data dan menyajikannya menjadi halaman web yang dapat dibaca pengguna. Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa PHP tertanam dalam berbagai platform populer, termasuk WordPress, Drupal, Joomla, dan Magento.

Luasnya penggunaan PHP membuat bahasa pemrograman ini memiliki peran penting dalam ekosistem internet. Namun, ketergantungan banyak situs pada teknologi yang sama juga berarti bahwa satu kelemahan mendasar dapat menimbulkan dampak yang meluas apabila tidak segera ditangani.

Situs web apa saja yang terdampak, Wikipedia hingga situs pemerintah

Celah keamanan PHP yang terungkap pada Oktober 2026 memicu respons dari berbagai organisasi dan lembaga pemerintah di sejumlah negara. Beberapa pengelola situs memilih menonaktifkan layanan untuk sementara sebagai langkah pencegahan sambil menerapkan pembaruan keamanan.

Dikutip dari laman Reuters pada 21 Oktober 2026, sejumlah situs pemerintah dan layanan publik di Eropa terdampak oleh situasi tersebut. Pemerintah Belanda, Prancis, Denmark, dan Finlandia termasuk pihak yang mengambil langkah pengamanan terhadap layanan daring mereka.

Wikimedia, organisasi di balik Wikipedia, juga menonaktifkan sejumlah sistemnya untuk sementara hingga pembaruan keamanan dapat diterapkan. Internet Archive turut dilaporkan sempat menghentikan layanan secara singkat untuk menangani persoalan tersebut.

Beberapa situs milik pemerintah daerah dan lembaga publik, termasuk Edinburgh, Oxford, serta sejumlah organisasi di Skotlandia, sempat mengalami gangguan akses atau menjalani pemeliharaan pencegahan.

Dampaknya tidak terbatas pada lembaga pemerintahan. Platform permainan, forum daring, toko online, dan situs milik organisasi kecil yang menggunakan PHP juga perlu memperhatikan risiko tersebut.

Meski demikian, situs yang dinonaktifkan tidak otomatis berarti telah diretas. Melansir laman Channel News Asia, Dimitrios Salampasis dari Swinburne University of Technology menjelaskan bahwa menonaktifkan situs dapat menjadi langkah yang bertanggung jawab untuk melindungi sistem selama pembaruan keamanan diterapkan.

Mengapa celah keamanan PHP bikin dunia waspada?

Celah keamanan PHP menjadi perhatian global karena kelemahan tersebut ditemukan pada bahasa pemrograman yang digunakan secara luas dan dapat membuka jalan bagi serangan terhadap server yang rentan.

Peneliti keamanan siber mengungkap dua kerentanan yang dikenal dengan sebutan php2shell, kelemahan tersebut terdapat pada PHP itu sendiri dan memengaruhi sejumlah versi yang dirilis selama bertahun-tahun.

Dalam kondisi tertentu, penyerang berpotensi memanfaatkan celah tersebut untuk menjalankan kode mereka sendiri di server yang terdampak. Jika berhasil, tindakan itu dapat memberikan akses ke sistem, membuka peluang pencurian data sensitif, serta memungkinkan penyerang menjangkau bagian lain dari jaringan.

Perusahaan keamanan siber Wiz menggambarkan kerentanan tersebut sebagai salah satu kelemahan paling serius yang pernah ditemukan dengan bantuan AI. OpenAI juga menyebut penemuan itu sebagai salah satu persoalan keamanan paling berdampak dalam beberapa waktu terakhir.

Skala penggunaan PHP turut memperbesar kekhawatiran. Wiz memperkirakan teknologi ini mendukung sekitar 70 persen situs web di dunia, mengutip data W3Techs yang menunjukkan PHP digunakan oleh sekitar 75 persen situs web yang bahasa pemrogramannya dapat diidentifikasi.

Angka tersebut merupakan perkiraan dari sumber yang menggunakan metode pengukuran berbeda, bukan jumlah situs yang dipastikan rentan. Meski begitu, luasnya penggunaan PHP menunjukkan mengapa pembaruan keamanan menjadi hal yang mendesak.

Bagaimana AI menemukan celah keamanan PHP yang lolos bertahun-tahun?

Penemuan kerentanan PHP memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan dapat membantu peneliti menganalisis kode perangkat lunak yang kompleks dan menemukan kelemahan yang sulit terdeteksi melalui pemeriksaan manual.

Perusahaan keamanan siber Calif menemukan kelemahan tersebut dengan bantuan model bahasa besar atau large language model (LLM). Sementara itu, Wiz menggunakan perangkat penelitian kerentanan berbasis AI, Wiz Atlas, bersama teknologi Gemini 4 Argon dari Google dan GPT-5.6 Sol dari OpenAI.

Kedua perusahaan mengungkapkan bahwa kelemahan tersebut telah tersembunyi dalam kode PHP selama bertahun-tahun. Peneliti kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu proses penanganan dan penyediaan perbaikan keamanan.

Salil Kanhere, peneliti keamanan siber dari UNSW Sydney, mengatakan bahwa perangkat lunak modern memiliki tingkat kompleksitas tinggi sehingga sejumlah kerentanan dapat tidak terdeteksi selama bertahun-tahun. Menurutnya, kelemahan yang mendasarinya bukanlah sesuatu yang baru, tetapi kemampuan untuk menemukannya telah berkembang.

AI dapat membantu memeriksa kode dalam jumlah besar dan mengidentifikasi pola yang berpotensi menimbulkan masalah keamanan. Proses yang sebelumnya membutuhkan banyak waktu dan tenaga kini dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Namun, kemampuan tersebut juga memiliki sisi lain. Informasi mengenai kelemahan perangkat lunak dapat dimanfaatkan pihak yang berniat jahat untuk menyusun serangan.

Apa risiko celah keamanan PHP bagi situs web dan penggunanya?

Risiko utama celah keamanan PHP adalah kemungkinan penyerang mengambil alih server yang rentan dan memanfaatkannya untuk mengakses informasi atau mengganggu layanan.

Kerentanan tersebut berpotensi memungkinkan pelaku mencuri data sensitif, menjangkau bagian lain dari jaringan, serta memasang backdoor atau akses tersembunyi yang dapat digunakan untuk masuk kembali di kemudian hari.

Bagi pemilik situs, serangan yang berhasil dapat menyebabkan gangguan layanan, kehilangan data, dan menurunnya kepercayaan pengunjung. Sementara itu, pengguna berpotensi menghadapi risiko lanjutan apabila informasi pribadi yang bocor digunakan untuk melakukan penipuan digital.

Masih mengutip laman Channel News Asia, dijelaskan bahwa data yang dicuri dapat dimanfaatkan dalam serangan phishing, yaitu upaya menipu seseorang agar memberikan informasi sensitif, seperti kata sandi atau detail akun. Penyerang dapat menyamar sebagai layanan yang dikenal untuk membuat korban percaya dan mengikuti instruksi mereka.

Meski demikian, bukan berarti seluruh pengguna situs berbasis PHP otomatis mengalami kebocoran data. Tingkat risiko bergantung pada kondisi sistem, versi PHP yang digunakan, penerapan pembaruan keamanan, serta perlindungan tambahan yang tersedia.

Selain itu, pembaruan pada satu sistem belum tentu menyelesaikan seluruh risiko apabila layanan pihak ketiga yang terhubung masih memiliki kerentanan.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi celah keamanan PHP?

PHP Foundation telah merilis pembaruan keamanan untuk mengatasi kerentanan yang ditemukan. Pengelola situs dan organisasi yang menggunakan PHP diminta segera menerapkan perbaikan tersebut agar sistem mereka terlindungi.

Pengembang PHP mendorong seluruh pengguna untuk memperbarui perangkat lunak mereka sesegera mungkin. Sejumlah lembaga keamanan siber juga menyampaikan imbauan serupa kepada organisasi pemerintah maupun swasta.

Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan pengelola situs web untuk mengurangi risiko keamanan.

  1. Memperbarui PHP ke versi yang telah diperbaiki. Pengelola perlu memastikan versi PHP yang digunakan termasuk dalam pembaruan keamanan yang tersedia dan menerapkan perbaikan sesuai panduan resmi.
  2. Memeriksa sistem yang terhubung. Selain aplikasi utama, pengelola perlu meninjau server, layanan pihak ketiga, dan komponen lain yang berinteraksi dengan situs web untuk memastikan tidak ada bagian rentan yang terlewat.
  3. Memeriksa tanda-tanda akses tidak sah. Setelah pembaruan diterapkan, pengelola perlu meninjau catatan aktivitas dan memeriksa kemungkinan adanya akses mencurigakan atau backdoor yang mungkin telah ditanamkan penyerang.
  4. Menonaktifkan situs untuk sementara jika diperlukan. Apabila pembaruan belum dapat diterapkan dan tidak tersedia perlindungan sementara yang memadai, situs dapat dipertimbangkan untuk dinonaktifkan sampai risiko dapat dikendalikan.
  5. Mengikuti arahan resmi. Pengelola sebaiknya memantau pemberitahuan dari PHP Foundation, penyedia layanan hosting, serta lembaga keamanan siber yang berwenang.

Bagi pemilik situs yang menggunakan layanan hosting atau pengembang eksternal, langkah awal yang dapat dilakukan adalah menghubungi penyedia layanan dan memastikan pembaruan PHP sudah diterapkan. 

Bagaimana pengguna internet melindungi diri dari risiko keamanan ini?

Walaupun penanganan utama berada di tangan pengelola situs dan penyedia layanan, pengguna internet tetap dapat mengambil langkah untuk mengurangi risiko keamanan digital.

  • Pertama, Bunda sebaiknya mengikuti pemberitahuan resmi dari situs atau layanan yang digunakan. Jika pengelola meminta pengguna melakukan tindakan keamanan tertentu, pastikan informasi tersebut berasal dari kanal resmi sebelum mengikutinya.
  • Kedua, gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun penting. Mengaktifkan autentikasi multifaktor apabila tersedia juga dapat menambah lapisan perlindungan ketika kata sandi diketahui pihak lain.
  • Ketiga, waspadai pesan, surel, atau tautan mencurigakan yang memanfaatkan pemberitaan mengenai celah keamanan PHP. Pelaku penipuan dapat berpura-pura menjadi pihak resmi dan meminta pengguna mengeklik tautan, memasukkan kata sandi, atau memberikan informasi pribadi.
  • Keempat, segera perbarui sistem operasi, peramban, dan aplikasi yang digunakan ketika pembaruan keamanan resmi tersedia. Pengguna juga sebaiknya menghindari memasukkan informasi sensitif pada situs yang menunjukkan tanda-tanda tidak wajar.

Tanggung jawab utama untuk mengatasi kerentanan PHP berada pada operator situs dan pihak yang mengelola infrastrukturnya. Pengguna tetap perlu waspada terhadap kemungkinan penipuan yang memanfaatkan situasi tersebut.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Alasan Pekerja Perempuan Paling Banyak Kehilangan Pekerjaan

TOPIK TERKAIT

TERPOPULER

Resep Bumbu Dasar Kuning Sederhana, Bisa untuk Ayam Goreng hingga Pepes

Mom's Life Amira Salsabila

Hamil Anak Kedua, Intip Momen Miskah Shafa Habiskan Waktu Bersama Dr Yislam dan Aisha

Kehamilan Amrikh Palupi

Lahir 3 Bulan Lebih Awal, Perjuangan Bayi Kembar Ini Berakhir Haru

Kehamilan Melly Febrida

ASI Perah Mencair, Harus Dibuang atau Masih Bisa Dipakai?

Menyusui Tiara Jasmine & Fauzan Julian Kurnia

Jessia Anak Greysia Polii Mulai Hobi Main Sepeda hingga Badminton, Intip Potretnya

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

20 Restoran yang Kasih Birthday Treat atau Makanan Gratis saat Ulang Tahun

Hamil Anak Kedua, Intip Momen Miskah Shafa Habiskan Waktu Bersama Dr Yislam dan Aisha

Mengenal PHP, Bahasa Pemrograman yang Celah Keamanannya Bikin Dunia Waspada

Resep Bumbu Dasar Kuning Sederhana, Bisa untuk Ayam Goreng hingga Pepes

Lahir 3 Bulan Lebih Awal, Perjuangan Bayi Kembar Ini Berakhir Haru

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK