Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

advertorial

Adek Bayi Harus Dikenalkan Tekstur Makanan, Ini Manfaatnya Bun

Advertorial   |   HaiBunda

Jumat, 10 Jul 2020 00:00 WIB

adv sun
Foto: shutterstock
Jakarta -

Dalam keseharian merawat sang buah hati, mungkin Bunda sering melihat adek bayi kesulitan dalam hal mengunyah makanan favoritnya. Terkadang ia bisa mengemut dan bahkan melepehkan makanan pada saat disuapi. Mungkin Bunda pun bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi ya?

Ternyata masalah yang umum ini, sebetulnya ada pemicunya lho Bun, salah satunya adalah dari kesiapan anak dalam menerima makanan yang ia santap. Tahukah Bunda, kalau selain nutrisi di dalam makanan, tekstur dan bentuk juga berpengaruh penting pada perkembangan kemampuan makan adek bayi?

Bayi yang baru mulai makan MPASI usia 6 bulan, biasanya diberikan bubur bertekstur halus dan sedikit lebih kental dari ASI. Hal itu mengingat kemampuan mengunyahnya masih belum sempurna, serta ia baru mampu menelan makanan.

Sementara seiring bertambahnya usia anak yang mendekati 8 bulan, kemampuan motorik mulut, lidah, dan rahang lebih matang dibandingkan saat dirinya 6 bulan. Di sinilah waktu kritis bagi Bunda, untuk mulai mengenalkan makanan yang teksturnya lebih kasar dan padat dibandingkan dengan bubur yang diberikan pada saat ia berusia 6 bulan.

Makanan bertekstur akan merangsang bayi untuk menggerakkan lidahnya ke kanan dan ke kiri, kemudian menggerakkan rahang ke atas dan ke bawah. Jika pemberian makanan bertekstur kasar terlambat, maka kemampuan motorik halus ini akan kurang terlatih dan malah membuat anak malas untuk mengunyah.

Diambil dari berbagai sumber, pemberian makanan dengan tekstur bertahap punya fungsi penting dalam perkembangan kemampuan makan pada bayi. Di antaranya, merangsang pertumbuhan gigi, melatih gerakan mengunyah, serta perkembangan kemampuan bicara pada sang buah hati.

Selain itu, ada pula bahaya dan konsekuensi yang ditimbulkan jika adek bayi terlambat diperkenalkan dengan makanan bertekstur. Seperti susah makan, makanan terlalu lama di mulut (diemut), dan melepehkan makanan karena dirinya hanya ingin makanan yang halus. Pertumbuhan gigi juga dapat terhambat, disertai kemampuan mengunyah, dan berbicara yang kurang baik.

Maka dari itu, Bunda perlu memberikan makanan bertekstur kasar agar adek bayi dapat tumbuh dengan baik, serta melatih dirinya untuk mulai merasakan makanan dengan berbagai tekstur yang berbeda.

adv sunFoto: dok. SUN

SUN Bubur Lanjutan 8+ dapat menjadi solusi bagi Bunda yang ingin mulai mengenalkan makanan lebih padat dan bertekstur kasar kepada adek bayi. Diperuntukkan bagi bayi yang memasuki usia 8 bulan ke atas sebagai peralihan MPASI 6 bulan yang bertekstur halus.

Dengan inovasi rice ball yang memberikan tekstur seperti bubur nasi buatan rumah, sangat baik untuk merangsang gerakan mengunyah adek bayi.

adv sunFoto: dok. SUN

Agar adek bayi tidak mudah bosan, ibu bisa memberikan beragam pilihan rasa yaitu Ayam & Sayur, Tomat Wortel & Ayam, Ati Ayam, dan Coklat & Susu. Jangan khawatir, karena semua rasa sudah dilengkapi Esenutri yang tinggi zat besi dan gizi lengkap seimbang untuk mendukung tumbuh kembang optimal adek bayi.

Yuk penuhi gizi lengkap seimbang adek bayi, sekaligus ajarinya mencoba makanan bertekstur seperti bubur tim buatan rumah dengan SUN Bubur Lanjutan 8+!

(adv/adv)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda