sign up SIGN UP search

advertorial

9 Tips Menyusui untuk Bunda yang Bekerja

Advertorial Kamis, 20 Aug 2020 00:00 WIB
adv digital caption
Jakarta -

Pekerjaan pastinya bukan jadi halangan untuk memberikan asupan ASI buat buah hati tercinta. Namun, kesibukan di pekerjaan tak jarang membuat Bunda kewalahan untuk mengatur jadwal hingga menjaga asupan pemberian ASI untuk anak.

Tapi jangan khawatir, Bunda tetap bisa kok beraktivitas dengan normal tanpa mengesampingkan asupan ASI. Berikut ini 9 tips untuk kelancaran menyusui yang dikutip dari website Ikatan Dokter Anak Indonesia.

1. Berusaha agar pertama kali kembali bekerja pada akhir pekan sehingga hari kerja bunda pendek dan Bunda dapat lebih menyesuaikan diri

2. Berusaha agar tidak menumpuk pekerjaan agar tidak stres

3. Berusaha untuk istirahat cukup, minum cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi

4. Menyusui bayi di pagi hari sebelum meninggalkan bayi ke tempat kerja dan pada saat pulang kerja

5. Menyusui bayi lebih sering di sore atau malam hari dan pada hari libur agar produksi ASI lebih lancar serta hubungan ibu-bayi menjadi lebih dekat

6. Mempersiapkan persediaan ASI perah di lemari es selama bunda bekerja

7. Berusaha agar dapat memerah ASI setiap 3 jam selama bunda bekerja

8. Bila tidak ada pompa/pemerah ASI di tempat kerja, siapkan pompa/pemerah ASI, wadah penyimpan ASI dan pendinginnya sebelum pergi bekerja

9. Memerah ASI di ruangan yang nyaman sambil memandang foto bayi atau mendengarkan rekaman tangis bayi.

Perlindungan Ibu Pekerja yang Menyusui

Penelitian berjudul Breastfeeding Knowledge, Attitude, and Practice among White-Collar and Blue-Collar Workers in Indonesia yang dipublikasikan di jurnal internasional JKMS 2019 menunjukkan sebagian besar ibu pekerja di Indonesia masih memiliki pengetahuan dan perilaku yang kurang baik terhadap menyusui.

Menurut penelitian tersebut, lebih dari 70% ibu Indonesia yang merupakan pekerja buruh dan sedang masa menyusui, sama sekali tidak mengerti bahwa menyusui merupakan perilaku sehat yang bisa bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi dan juga kesehatan ibu itu sendiri.

Bahkan hampir 50% ibu Indonesia menyusui yang bekerja di kantoran, belum mengetahui bahwa peraturan pemerintah bisa melindungi mereka untuk bisa bebas menyusui atau memompa ASI di kantor tanpa harus takut mendapat sanksi.

Di Indonesia, terdapat amanat untuk memprioritaskan bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif. Pemberian ASI selama 6 bulan itu dapat dilanjutkan sampai balita berusia 2 tahun, baik itu di ruang privat atau ruang publik.

Oleh karena itu, terdapat Permenkes No. 15 tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan/atas Memerah Air Susu Ibu. Salah satu amanat aturan tersebut adalah untuk melindungi ibu dalam memberikan ASI eksklusif dan memenuhi hak anak memperoleh ASI, kendati berada di tempat umum.

Pasal 6 ayat 1 dan 2 tertulis bahwa setiap pengurus tempat kerja dan penyelenggara tempat sarana umum harus memberikan kesempatan bagi ibu yang bekerja di dalam ruangan dan/atau di luar ruangan untuk menyusui dan/atau memerah ASI pada waktu kerja di tempat kerja, baik itu di dalam dan di luar ruangan.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin pun menyerukan pentingnya ASI eksklusif di peringatan pekan menyusui sedunia.

"Pemberian ASI selama 6 bulan pertama adalah cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dalam rangka melanjutkan pertumbuhan otak, hati, dan sistem imunnya. Setelah anak berusia lebih dari 6 bulan pun, ASI tetap harus diberikan hingga 2 tahun bersamaan dengan makanan pendamping ASI. Ketika gizi anak dapat dipenuhi, maka pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitifnya akan menjadi optimal," paparnya.

ASI eksklusif memiliki banyak manfaat, oleh karena itu para ibu jangan menyia-nyiakan untuk memberikan manfaatnya buat buah hati Bunda. Bertepatan dengan pekan menyusui sedunia yang diperingati tiap awal bulan Agustus, jadi momen yang pas untuk ibu dan masyarakat pada umumnya untuk mengapresiasi para ibu yang memberikan ASI kepada anaknya.

adv digital

Dirjen Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Widodo Muktiyo pun mengingatkan keluarga Indonesia untuk memberikan ASI kepada buah hatinya. Widodo mengungkapkan dengan pemberian ASI berarti kita juga mendukung munculnya generasi sehat, penerus bangsa.

Pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif pada 6 bulan pertama dapat mencegah stunting pada anak, sehingga pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akan menjadi optimal

Informasi mengenai tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting dapat disimak lengkap di Genbest.id.

(adv/adv)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!