Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

advertorial

Cara Ampuh Atasi Eksim pada Bayi ala Louise Anastasya

Advertorial   |   HaiBunda

Sabtu, 08 May 2021 00:00 WIB

adv louise
Foto: Instagram.com/@louiseans
Jakarta -

Bayi memiliki kulit sensitif karena epidermis pada kulit bayi 20-30 persen lebih tipis, Bunda. Sehingga menjadi lebih rapuh dibandingkan kulit orang dewasa dan skin barrier pada bayi belum sepenuhnya berkembang.

Kondisi ini membuat bayi sering mengalami masalah kulit lho, Bun. Mulai dari banyak hilangnya kelembapan, iritan eksternal yang lebih mudah menembus kulit bayi, sampai salah satu yang paling umum adalah eksim.

Brand Representative QV, Pingkan Putripradita, mengatakan dermatitis atau yang secara awam biasa disebut dengan eksim merupakan kondisi peradangan pada kulit. Pingkan menyebut ada banyak faktor yang bisa memicu kondisi eksim, seperti alergi, iritasi, faktor hormonal, hingga stres.

"Bisa karena alergi, iritasi, hormonal, psikis. Kalau alergi biasanya ciri-cirinya gatal, sedangkan gejala eksim karena iritasi biasanya muncul ruam, merah, perih, bahkan pecah-pecah dan berdarah," ujarnya dalam acara 'Kado Terindah Bunda' yang ditayangkan secara live melalui akun Instagram @haibundacom, Kamis (6/5/2021).

Diungkapkan Pingkan, terdapat beberapa jenis eksim yang bisa ditemui pada bayi. Salah satunya eksim atopik yang bisa menimbulkan rasa gatal sehingga membuat si kecil merasa jadi tidak nyaman.

Di samping eksim atopik, ada pula jenis eksim lain yang biasanya menyerang anak-anak, termasuk eksim seboroik. Menurut Pingkan, jenis eksim ini biasa terjadi pada new born atau bayi yang baru lahir.

Tahukah Bunda? Pada bayi, eksim seboroik menimbulkan kerak pada kulit kepala. Kerak ini umumnya berupa bercak tambalan yang menyebar di beberapa area kulit kepala si kecil.

"Umum terjadi ketika baru lahir, 50 sampai 60% bayi lahir mengalami kondisi ini. Ini sebenarnya dipacu oleh hormon maternal, terbawa pada bayi sehingga kelenjar lebih aktif. Sehingga munculnya flaky, pecah-pecah di kulit kepala. Akan hilang di usia 8 sampai 9 bulan," paparnya.

Lebih lanjut Pingkan menjelaskan, kondisi kulit bayi yang mengalami eksim cenderung lebih rentan karena memiliki skin barrier yang lebih tipis. Oleh karena itu dia menekankan pentingnya menjaga skin hydration agar kulit bayi tetap sehat, serta mencegah sekaligus mengatasi masalah eksim.

"Skin hydration adalah dasar terciptanya kulit yang sehat. Skin hydration adalah suatu proses untuk meningkatkan kadar air dalam kulit, dengan cara menarik air dari sekeliling dan menguncinya di dalam kulit. Sehingga hidrasi kulit tetap terjaga dan mencegah timbulnya penyakit-penyakit kulit seperti eksim," jelasnya.

Pingkan pun menyarankan agar Bunda memilih produk perawatan yang tidak hanya lembut, tapi juga diformulasikan khusus untuk buah hati, dan tidak mengandung bahan yang rentan menimbulkan iritasi pada kulit bayi seperti pewangi, pewarna dan sabun. Dan yang tidak kalah penting penggunaan produk baby care yang mampu menghidrasi kulit.

adv qv

Nah, Bunda, meski eksim kerap menyerang anak, khususnya bayi. Namun, tidak sedikit orang tua yang khawatir saat anaknya mengalami masalah kulit ini. Louise Anastasya salah satunya. Mom influencer yang baru melahirkan anak pertama beberapa waktu ini juga menceritakan pengalamannya mengatasi masalah kulit yang dialami buah hatinya.

Louise mengatakan, selama 2 bulan bayinya tidak mengalami masalah kulit yang berarti. Meski begitu, dia menyebut pada bagian kepala timbul bercak merah dan kerak di kepala seperti yang disebutkan Pingkan.

"Selama 2 bulan ini, kulit kering ada. Namanya juga newborn. Pasti ada di bagian kepala, kening. Atau di kulit tangan sama kaki," tuturnya.

"Aku sempet nanya kok kulit bayi merah-merah, kering. Ternyata itu wajar karena keluar dari rahim dia ngebawa sesuatu kan," imbuhnya.

Louise akhirnya memutuskan untuk banyak bertanya dan mencari solusi terhadap masalah kulit yang dialami si kecil. Dari sana, dia pun dikenalkan dengan QV Baby.

"Aku cari tahu, tanya-tanya info. Kebetulan ada yang ngasih tahu, cobain deh QV karena dia non-perfume, sudah di dermatologist dan sudah diuji coba jadi aman. Katanya baik untuk balita maupun new born," katanya.

Dia bersyukur ternyata produk perawatan dari QV Baby cocok digunakan oleh sang anak, dan kerak yang ada di kepala perlahan berkurang.

"Aku dikasih tahu mengenai QV ini kualitasnya baik dan layak untuk dicoba. Terus aku pikir yaudah kenapa nggak dicoba. Ternyata cocok," tuturnya.

"Biasanya flaky-nya kan tebel, setelah aku pakai beberapa kali udah menipis. Perubahannya ada terjadi. Baru beberapa kali mulai berkurang banyak," imbuh Louise.

Tidak hanya untuk si kecil, Louise mengaku dirinya juga menggunakan produk skin care dari QV, khususnya QV Cream. Sebab, sejak hamil kulitnya menjadi lebih kering.

"Pertama pakai untuk aku, aku ngerasanya super lembap. Karena Louise nggak suka kalau lotion tuh kayak stay di atas kulit. Kelihatannya jadi kayak gerah. Nah ini nggak, ini nyerap tapi kalau dipegang lembap banget dan nggak lengket. Itu yang aku suka dari QV," pungkasnya.

Bunda, sudah tahu belum? QV merupakan dermatological skin care brand nomor 1 di Australia, dengan penjualannya nomor 1 di berbagai negara, seperti Australia, Singapura, Arab Saudi, dan negara Timur Tengah lainnya. QV hadir di Indonesia dengan 3 rangkaian penting untuk anak yaitu QV Baby Bath, Moisturising, dan Protective essentials.

"Dalam QV Baby Bath Essentials, Ada bath oil. Ini unik banget. Cara pakainya gampang cukup dituangkan 1 tutup botol ke dalam bak mandi bayi dengan suhu air suam-suam kuku. Kulit bayi jadi terhidrasi sempurna. Ini teksturnya seperti air, tidak oily sama sekali, dan sangat lembap," terang Pingkan.

Lalu ada pula QV Baby Gentle Wash dan QV 2n1 Baby Shampoo & Conditioner yang aman serta tidak perih di mata. Pingkan menjelaskan produk sampo dan kondisioner ini bekerja efektif untuk membersihkan dan melembutkan rambut bayi.

Selain itu ada juga QV Baby Moisturising Cream yang menjadi produk best seller di berbagai negara Bun. Lotion atau krim ini mengandung 5 jenis pelembap istimewa dan diperkaya dengan niacinamide yang berfungsi melembapkan kulit bayi.

Nah, bagi si kecil yang sering menggunakan popok biasanya akan timbul ruam di sekitar area popok itu, Bun. Oleh karenanya, Pingkan menyarankan Bunda agar mengoleskan protective essentials yaitu QV Baby Barrier Cream.

Krim ini mengandung Zinc Oxide yang dapat membentuk lapisan penghalang untuk kulit bayi dari detergen, bahan kimia dan iritan lainnya agar mencegah timbulnya ruam dan iritasi. Bunda tak perlu khawatir karena rangkaian perawatan QV Baby aman dipakai bahkan untuk bayi baru lahir.

Tak hanya buat bayi saja, lho, Bun. QV juga menghadirkan produk skin care untuk usia dewasa hingga lansia, seperti QV Gentle Wash untuk membersihkan tubuh termasuk area wajah. Ada pula QV Cream, krim yang diperkaya dengan 3 pelembap istimewa di antaranya emollient yang berfungsi melumasi kulit,menumbuh kembangkan sel-sel kulit, dan menghaluskan kulit.

Ada juga jenis pelembap occlusive yang memberi lapisan film pada permukaan stratum korneum dan mengurangi TEWL. Tidak lupa jenis pelembap humektan yang bertindak seperti spons molekul yang menarik dan menyimpan air pada lapisan terluar kulit.

Formulasi QV juga non-komedogenik, pH seimbang, dan pastinya vegan friendly (tidak mengandung bahan - bahan yang berasal dari hewan). Buat Bunda yang ingin membeli produk perawatan QV bisa kunjungi laman ini.

Sebagai informasi, 'Kado Terindah Bunda' merupakan acara yang dipersembahkan oleh Haibunda bersama QV untuk para Bunda di Indonesia. Acara ini dipandu oleh Shahnaz Soehartono dan membahas seputar "Tips Sehat Mengatasi Eksim pada Bayi".

(adv/adv)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda