sign up SIGN UP search

advertorial

Cara Tepat Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Usia Toddler & Prasekolah

Advertorial   |   Haibunda Sabtu, 05 Jun 2021 00:00 WIB
adv dancow caption
Jakarta -

Masa toddler dan prasekolah menjadi masa-masa penting bagi tumbuh kembang Si Buah Hati. Oleh karena itu, Bunda pun perlu memperhatikan dan mengoptimalkan masa tersebut.

Jurnal 'The Development and Growth of Children Aged under 5 years in Northeastern Thailand: a Cross-Sectional Study'menyebut masa toddler (usia 1-3 tahun) dan masa prasekolah (usia 3-6 tahun) merupakan masa-masa penting bagi tumbuh kembang dan perkembangan setiap anak. Di masa ini, langkah eksplorasi Si Buah Hati harus terus terlindungi agar ia mampu meraih semua mimpinya dan membuat Bunda bangga.

Selain itu, hasil survei The Asian Parent Indonesia bersama DANCOW terhadap 1.205 Bunda pada Maret-April 2021 mencatat bahwa 99% Bunda bangga memilih DANCOW Nutritods dan 99,6% Bunda berpendapat usia toddler dan prasekolah merupakan masa penting dalam kehidupan Si Buah Hati.

Survei tersebut juga menyatakan 99,8% Bunda setuju bahwa pemenuhan nutrisi, stimulasi yang tepat sesuai usia, serta rasa cinta dari orang tua menjadi tiga hal penting untuk mengoptimalkan masa toddler dan prasekolah anak. Dengan memenuhi ketiganya maka eksplorasi dan tumbuh kembang Si Buah Hati dapat menjadi lebih optimal.

Di samping tiga hal tersebut, Bunda tentu perlu memberikannya nutrisi yang baik. Melansir berbagai sumber, berikut 6 nutrisi yang mampu mendukung eksplorasi dan tumbuh kembang anak.

0 gram Sukrosa

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada jurnal AHA (American Heart Association) mengatakan konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko Si Buah Hati terkena penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung saat ia tumbuh dewasa. Penelitian lain juga menyebut gula tambahan dapat menyebabkan obesitas serta gigi berlubang.

Hasi survei The Asian Parent Indonesia dan DANCOW pun melaporkan 97,9% Bunda telah mengetahui efek jumlah kandungan sukrosa untuk Si Buah Hati. Dengan demikian, mereka lebih memilih susu pertumbuhan yang mengandung 0 gram sukrosa untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Vitamin C

Sebanyak 99,2% responden survei mengetahuibahwa vitamin C dapat meningkatkan dan menjaga imunitas Si Buah Hati. Berdasarkan jurnal 'Vitamin C Sources Functions Sensing and Analysis', vitamin C memang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas. Jadi, pastikan asupan vitamin C Si Buah Hati tiap hari sudah cukup sesuai kebutuhan usianya ya, Bunda!

Vitamin D

Jurnal yang dirilis oleh NCBI menyebut vitamin D dapat mendukung dan membantu menjaga tulang tetap kuat. Namun, siapa sangka kalau vitamin D juga mampu memperkuat sistem imun tubuh anak seperti dikutip dari ScienceDaily. Sebanyak 98,8% responden survei pun mengetahui bahwa vitamin D membantu dukung daya tahan tubuh Si Buah Hati sehingga langkah eksplorasinya terlindungi.

Zink

Melansir jurnal 'Zinc and the immune system. Proceedings of the Nutrition Society', zink menjadi salah satu nutrisi yang penting dalam membantu menjaga daya tahan tubuh. Bahkan, mikronutrien ini berperan dalam tahap paling awal sistem respon imun Si Buah Hati lho, Bunda.

Sementara itu, sebuah jurnal yang dirilis NCBI menyebut zink dapat membantu aktivitas limfosit, neutrofil, dan makrofag yang bertugas melindungi tubuh Si Buah Hati dari bakteri dan virus. Sebanyak 98,2% responden survei juga berpendapat kalau zink dapat membantu daya tahan tubuh anak. Jadi, jangan lupa beri asupan zink yang cukup ya, Bunda.

Zat Besi

Zat besi memang menjadi nutrisi penting bagi tumbuh dan kembang Si Buah Hati. Sebuah studi yang dirilis NCBI menyebut kekurangan zat besi pada anak-anak dapat berdampak pada berat badan, infeksi saluran pernapasan dan pencernaan, bahkan gangguan pada kemampuan kognitif dan motorik.

Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat pun mencatat anak-anak usia toddler memerlukan 7 mg zat besi tiap hari dan anak-anak usia prasekolah membutuhkan asupan 10 mg zat besi setiap harinya. 98,3% responden survei berpendapat bahwa zat besi bermanfaat untuk mendukung sistem imun tubuh Si Buah Hati.

Probiotik dan Prebiotik

Meski namanya hampir mirip, probiotik dan prebiotik itu berbeda ya, Bunda. Namun, keduanya sama-sama bermanfaat dalam mendukung eksplorasi Si Buah Hati. Jurnal American Society for Parenteral and Enteral Nutrition menyatakan probiotik dibutuhkan dalam saluran cerna Si Buah Hati untuk membantu mengembangkan kekebalan tubuh serta respons imun.

Sementara itu, studi berjudul 'Inulin: Properties, health benefits and food applications. Carbohydrate Polymers' menyebut inulin sebagai salah satu salah satu jenis prebiotik dapat membantu merangsang pertumbuhan bakteri baik dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Dari seluruh Bunda yang mengikuti survei, 99,3% pun berpendapat probiotik dan prebiotik merupakan kandungan nutrisi yang perlu ada di dalam susu Si Buah Hati. Selain itu, jurnal The American Society for Parenteral and Enteral Nutrition juga melaporkan bahwa probiotik dan prebiotik dapat membantu Si Buah Hati lebih bebas bereksplorasi setiap hari sehingga bisa membuat Bunda bangga!

Nah, itu dia Bunda keenam nutrisi yang diperlukan untuk mengoptimalkan tumbuh dan kembang Si Buah Hati. Selain nutrisi, jangan lupa perhatikan tahapan tumbuh kembang Si Buah Hati berikut ini ya, Bunda.

Usia 1 Tahun

Dikutip dari Nelson Textbook of Pediatrics, di usia 1 tahun kemampuan anak sudah berkembang pesat, salah satunya adalah anak sudah mulai bisa berjalan sendiri, bisa menyebut nama barang yang ia kenali, dan bisa menunjuk-nunjuk sesuatu. Sebanyak 91% responden survei sependapat bahwa Si Buah Hati yang berusia 1 tahun bisa berjalan, bahkan 92,4% responden menyatakan anak mereka dapat mengucapkan kata sederhana saat memasuki usia 1 tahun.

Usia 2 Tahun

Nelson Textbook of Pediatrics juga menyebut di usia 2 tahun, kemampuan sosial, motorik, bahasa, dan kognitif Si Buah Hati akan semakin berkembang. Hal ini juga diungkapkan oleh 87,6% responden survei yang mengaku Si Buah Hati yang berusia 2 tahun sudah mulai dapat berinteraksi dengan teman seusianya.

Usia 3 Tahun

Memasuki usia prasekolah, kemampuan Si Buah Hati tentunya semakin bertambah jika diberikan stimulasi yang tepat. Kondisi ini juga dibenarkan oleh 89,3% responden yang mengatakan anaknya dapat berhitung sederhana saat memasuki usia 3 tahun. Sedangkan, menurut 83,1% responden survei, Si Buah Hati mulai dapat menunjukkan emosi mereka di usia ini.

Usia 5 Tahun

Menginjak usia 5 tahun, 85,6% responden survei The Asian Parent Indonesia menyatakan Si Buah Hati sudah dapat membaca dan 90% menyatakan anak mereka dapat mengerjakan hitungan sederhana. Oleh karena itu, sangat penting bagi Bunda untuk terus mengasah kemampuannya dengan aktivitas yang sesuai.

Mulai saat ini, yuk jadi #BundaBangga dan bantu #LindungiLangkahEksplorasiSi Buah Hati di masa toddler dan prasekolah dengan DANCOW 1+ Nutritods.Adanya kandungan 0 gram Sukrosa, Vitamin C, Vitamin D, Zat Besi, dan Zink, Lactobacillus rhamnosus dan nutrisi penting lain tentu akan membuat pertumbuhan dan perkembangan kecil lebih optimal.

Sumber:

  • Saavedra, Jose. (2007). Use of Probiotics in Pediatrics: Rationale, Mechanisms of Action, and Practical Aspects. Nutrition in clinical practice: official publication of the American Society for Parenteral and Enteral Nutrition. 22. 351-65. 10.1177/0115426507022003351.
  • Kliegman, Robert.Nelson Textbook of Pediatrics.Edition21. Philadelphia, PA: Elsevier, 2020.
  • Butchon, Rukmanee & Liabsuetrakul, Tippawan. (2017). The Development and Growth of Children Aged under 5 years in Northeastern Thailand: a Cross-Sectional Study. Journal of Child and Adolescent Behaviour. 05. 10.4172/2375-4494.1000334.
  • Survei TheAsian Parent Indonesia bersama DANCOW ke 1.205 Bunda yang telah mencoba DANCOW Nutritods selama Maret-April 2021
  • Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia
  • Rink, L. (2000).Zinc and the immune system. Proceedings of the Nutrition Society, 59(04), 541-552.doi:10.1017/s0029665100000781
  • University of Colorado Anschutz Medical Campus. (2016, November 16). Vitamin D reduces respiratory infections. ScienceDaily
  • Devaki, Sudha J & L R, Reshma.Vitamin C: Sources, Functions, Sensing and Analysis. 2017
  • Shoaib, Muhammad, et al. "Inulin: Properties, health benefits and food applications."Carbohydrate polymers147 (2016): 444-454
(adv/adv)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!