Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

advertorial

Rayner Setiawan, Anak Hebat yang Jadi Podcaster Sains Termuda di Indonesia

Advertorial   |   HaiBunda

Kamis, 10 Mar 2022 00:00 WIB

Wyeth Nutrition
Foto: Dok. Wyeth Nutrition
Jakarta -

Setelah generasi Z, kini muncul istilah baru yaitu generasi Alpha, Bun. Sebutan ini merujuk pada anak-anak dari para orang tua generasi milenial, yang lahir di rentang tahun 2010-2025.

Mengutip www.all4kids.org, generasi alpha memiliki potensi hebat, unik, dan berbeda dari generasi sebelumnya, lho Bun. Bahkan, para ahli menyebut anak-anak generasi alpha akan menjadi orang paling pintar berkat kecanggihan teknologi.

Tumbuh besar di era serba digital, membuat mereka mudah mengakses ilmu dari mana saja. Sehingga kegiatan belajar menjadi lebih mudah. Namun di sisi lain kemajuan teknologi yang pesat juga menjadi tantangan tersendiri bagi anak.

Oleh karena itu, Bunda perlu menerapkan pola asuh yang tepat. Sebab pengasuhan yang diterapkan orang tua mampu mendukung potensi Si Kecil secara utuh sejak dini agar tumbuh menjadi hebat di masa depan, serta bisa berprestasi di bidang yang digemarinya.

Rayner Setiawan misalnya. Di usia yang terbilang masih belia, namun Rayner sudah memiliki podcast sendiri dengan tema science, lho Bun, namanya 'Scienclopodia'.

Isi podcast-nya kebanyakan tentang materi sains yang cukup berat dan jarang dibahas oleh anak seusianya. Tidak heran jika Rayner dinobatkan menjadi science podcaster termuda di Indonesia.

Bayangkan Bunda, di usia 5 tahun Rayner sudah fasih mengulas tentang bahaya karbon monoksida, jenis-jenis bakteri, hingga roket dan COVID-19. Dan di usia 9 tahun dia menjadi anak hebat pertama di Indonesia yang membahas tentang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).

Kerennya lagi, dalam tayangan podcast Rayner beberapa kali juga berdiskusi dengan ilmuwan senior Bun, mulai dari ilmuwan biomedis, ilmuwan biologi molekular, dan masih banyak lagi. Diketahui, podcast Scienclopodia berawal dari kecintaan Rayner terhadap ilmu sains dan bercerita atau story telling.

Tania Sari selaku Ibu dari Rayner mengatakan dirinya sudah mengenali potensi buah hati sejak usia 2 tahun. Menurut Tania, sejak kecil Rayner memang sudah memiliki rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi. Selain itu, dia juga senang jika diberi kesempatan untuk mendongeng dan bercerita.

"Dari kecil, itu saya dan Ayahnya selalu ajak (dia) untuk diskusi ringan tentang apa yang kita baca dan kita lihat. Di situ saya tahu Rayner senang sekali kalau diberikan kesempatan untuk menceritakan kembali. Memang kami tidak fokus pada ceritanya harus benar, yang penting bagaimana dia merangkai informasi dengan ekspresi dan gaya dia sendiri," jelasnya.

Tania percaya anak-anak generasi alpha terlahir cerdas. Hanya saja potensi hebat masing-masing anak tak selalu sama. Di sinilah peran orang tua diperlukan, untuk membantu Si Kecil agar bisa bersaing dan meraih sukses di masa depan.

Salah satunya dengan menerapkan kegiatan belajar progresif, yang dapat membentuk empat karakter yang diperlukan anak generasi alpha, di antaranya eksplorasi. Dalam hal ini, Tania membebaskan Rayner untuk memilih sendiri buku cerita yang ingin dibaca, serta topik apa saja yang ingin ia pelajari.

Adapun ketiga karakter lainnya yaitu berpikir kritis, memiliki jiwa pemimpin, serta mampu berempati dan memahami kebutuhan orang lain.

"Kedua, anak-anak diberikan kebebasan untuk eksplorasi. Atau yang disebut child centered learning, yang merupakan komponen progressive learning. Itu berlanjut sampai sekarang, dalam memilih topik podcast tidak pernah dipaksa untuk memilih sains. Tapi dia menjalaninya dengan sepenuh hati," paparnya.

Tania menjelaskan dia juga kerap memberikan stimulasi untuk Rayner cilik, lewat pertanyaan sederhana seperti kenapa, bagaimana, dan kenapa tidak. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berpikir kritis Si Kecil, sehingga dia bisa tumbuh menjadi anak exceptional.

Diketahui, child centered learning merupakan satu dari empat pilar yang terkandung dalam progressive learning, Bunda. Artinya, kegiatan belajar lebih berfokus pada anak, dan pembimbing hanya berperan sebagai fasilitator untuk mendukung dan menggugah minat Si Kecil.

Selain itu, ada juga pilar personalized learning. #Kataexpert pilar ini mendorong pembelajaran untuk disesuaikan dengan kebutuhan, minat, bakat, serta tumbuh kembang anak, Bunda.

Pilar ketiga yaitu experiental learning. Dengan kata lain, belajar progresif mendorong pemahaman anak lewat pengalaman dan praktik langsung. Hal ini penting karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis Si Kecil, terutama dalam mempelajari hal-hal baru.

Lalu yang keempat adalah collaborative & cooperative learning. Belajar progresif berorientasi pada kemampuan kolaborasi dan kerja sama. Harapannya anak dapat menjadi pemimpin di masa depan yang berprestasi di tengah globalisasi dan digitalisasi.

Jadi untuk mendukung anak hebat agar sukses di masa depan dibutuhkan dukungan hebat dari Mams dan Paps agar selalu mengasah potensi hebat anak dan tidak hanya itu tentunya asupan yang mengandung nutrisi berperan penting untuk mendukung mendukung perkembangan otak si Kecil, yaitu asupan yang mengandung DHA, Fosfolipid dan Sphingomyelin.

(adv/adv)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda