Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

advertorial

Solusi Anak Susah Makan, Ketahui 5 Cara Mengatasinya

Advertorial   |   HaiBunda

Sabtu, 05 Oct 2024 00:00 WIB

adv
Solusi anak yang susah makan dengan feeding rules yang tepat/ Doc. Morinaga Morigro
Jakarta -

Anak susah makan bikin Bunda khawatir? Jika kondisi ini dibiarkan berkepanjangan, tentu dapat mengganggu tumbuh kembangnya.

Anak susah makan bisa terjadi kapan saja, sejak mulai MPASI hingga usia sekolah. Hal ini tentu tak bisa dibiarkan begitu saja dan harus segera dicari solusinya.

Nutrisi seimbang sangat penting, baik untuk kesehatan anak maupun kecerdasannya. Sebelum mencari solusinya, ketahui dulu apa penyebab anak mogok makan.

Anak susah makan dapat disebabkan banyak hal. Sebelum memaksa anak-anak makan, ketahui dulu apa saja pemicunya dan pastikan anak-anak tidak dalam kondisi sakit ya, Bunda.

Terkadang, anak malas makan berawal dari kebiasaan orang tua yang salah. Misalnya, sering memberikan snack sebelum jam makan tiba. Alhasil, membuat anak kenyang sebelum diberikan makanan utama.

Nah, agar tidak salah menangani penyebab anak susah makan. Sebaiknya pahami dulu apa saja penyebab anak susah makan

Masalah anak susah makan

Anak yang susah makan terbagi dalam beberapa jenis masalah, Bunda. Ada anak yang benar-benar tidak mau makan, tapi sebagian hanya pilih-pilih makanan. Simak yuk ulasan selengkapnya!

- Picky eater

Sebagian anak yang susah makan masuk dalam kategori picky eater. Mereka memiliki kebiasaan menolak jenis makanan tertentu dan hanya makan makanan yang sama secara berulang-ulang.

Dalam hal ini, biasanya berkaitan dengan preferensi makan Si Kecil, Bunda. Picky eater berhubungan dengan rasa dan tekstur makanan.

Walaupun pilih-pilih makanan, anak dalam kategori picky eater masih mau makan salah satu jenis makanan. Misalnya kelompok karbohidrat atau protein saja. Anak tidak mau makan nasi, tapi masih mau makan roti dan mie.

- Selective eater

Anak yang masuk dalam kategori selective eater akan menolak berbagai jenis makanan. Misalnya tidak mau makan nasi, mereka juga akan menolak roti, buah, atau makanan lain. Selective eater meningkatkan risiko mengalami defisiensi makronutrien dan mikronutrien.

Selective eater ini juga banyak dikaitkan dengan istilah Gerakan Tutup Mulut (GTM). Umumnya, GTM digunakan untuk menggambarkan kondisi balita yang tidak mau makan sama sekali. Anak yang mulai MPASI dan belajar makan, bisa menutup mulutnya rapat-rapat saat disodorkan makanan apapun.

Penyebab anak susah makan

Menghadapi anak yang susah makan, harus dicari terlebih dulu apa saja penyebabnya. Hal ini penting untuk menentukan solusi yang tetap sesuai dengan kondisi anak. Berikut di antaranya:

1. Masalah sensorik

Beberapa anak menolak makanan karena memiliki masalah sensorik dengan makanan. Mereka akan lebih sensitif terhadap tekstur atau warna makanan tertentu.

2. Keterampilan motorik oral

Anak yang menolak makan bisa jadi karena mengalami kesulitan makan, akibat kurangnya kemampuan motorik oral. Anak dengan kondisi ini sangat mengalami sering batuk dan tersedak saat makan.

3. Sakit

Jika anak menolak makan secara tiba-tiba, coba pastikan apakah ada bagian tubuh yang sedang sakit. Misalnya mereka mengalami demam, tumbuh gigi, atau sariawan. Ini akan membuat mereka kesulitan mengunyah dan akhirnya menolak diberi makanan.

4. Stres dan masalah lingkungan

Tidak semua anak susah makan disebabkan masalah susah makan. Terkadang, anak mogok makan karena masalah di sekitarnya.

Misalnya mereka baru saja diajak pindah rumah, mengalami kesedihan akibat kalah lomba, atau hewan peliharaan mati. Ini akan membuat anak kehilangan nafsu makan karena stres.

5. Feeding rules tidak sesuai

Saat anak tidak mau makan, Bunda juga sebaiknya mengevaluasi aturan makan yang diberlakukan di rumah. Apakah sudah menerapkan feeding rules yang tepat untuk membantu Si Kecil?

Feeding rules sangat berguna untuk membantu anak memahami sinyal lapar dan kenyang. Buat jadwal makan dengan memberi jarak kapan anak harus diberi makanan utama dan snack.

Sehingga mereka terbiasa makan di jam makan, karena perut lapar. Jika feeding rules tidak diterapkan dan bebas memberikan anak makan selingan, wajar jika ia merasa kenyang dan menolak makan nasi.

Bahaya anak susah makan yang berkepanjangan

Anak yang susah makan tidak boleh dibiarkan terjadi dalam waktu lama. Jika terjadi berkepanjangan, anak akan kekurangan kalori dan nutrisi seimbang, yang mengakibatkan mereka mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan.

Dalam keseharian, anak juga akan terlihat lemas dan tidak berenergi dibanding teman-temannya. Bahkan, pada kasus yang lebih parah dapat menyebabkan kecemasan jika diberikan makanan tertentu.

Solusi dan cara mengatasi anak susah makan

1. Batasi gangguan saat makan

Anak yang susah makan, kadang disebabkan karena faktor eksternal. Dalam hal ini, lingkungan tidak mendukung anak untuk memahami sinyal kenyang dan lapar. Misalnya, anak makan sambil menonton televisi.

Ini merupakan distraksi yang menyebabkan anak tidak konsentrasi dalam menghabiskan makanan di hadapannya. Meskipun tv akan membuat anak diam dan sibuk, tapi penggunaan alat elektronik menjadi gangguan saat makan.

2. Atur jadwal makan jangan mendekati waktu tidur

Anak yang mengantuk akan gelisah dan menolak makanannya. Sebaiknya, atur jadwal makan jangan terlalu berdekatan dengan jam tidur.

3. Hindarkan anak stres saat makan

Bunda masih suka memaksa anak yang tidak mau makan? Membentak, memarahi, berteriak akan membuat mereka menangis dan ketakutan. Dalam kondisi ini, keinginan untuk makan pun akan lenyap karena rasa cemas pada Bunda.

4. Beri porsi yang sesuai

Mungkin, anak bukan menolak makan tapi tidak mampu menghabiskan makanan yang diberikan padanya. Atur porsi makan anak sesuai kebutuhan dan usianya.

Lebih baik menambah porsi makanan ke piring mereka, dari memaksa anak-anak menghabiskan makanan sekaligus.

5. Buat aturan makan atau feeding rules

Feeding rules dalam hal ini tidak hanya mengatur jadwal makan harian anak, melainkan juga membuat lingkungan lebih kondusif.

Anak yang lapar akan melupakan makanan di hadapannya jika ia diberikan makan di depan tv atau gadget. Buat kesepakatan dengan ayah dan orang rumah lainnya untuk melakukan beberapa hal berikut:

1. Membuat jadwal makan yang teratur

Biasakan anak makan makanan utama di jam tertentu. Termasuk menjadwalkan kapan mereka boleh makan snack. Di antara waktu makan ini, sebaiknya hanya berikan mereka air putih agar tidak kenyang berlebihan.

2. Lingkungan harus mendukung waktu makan

Jauhkan anak-anak dari televisi atau gadget saat makan. Ini akan merusak konsentrasi anak, dan melupakan bahwa fokus mereka seharusnya ke makanan.

3. Menerapkan prosedur makan

Ingat ya, Bunda, sesuaikan makan anak-anak sesuai porsinya. Jangan terlalu banyak maupun sebaliknya. Usahakan anak makan hanya selama 30 menit, dan hentikan jika selama 15 menit mereka hanya bermain-main.

Berbicara mengenai feeding rules ini, Bunda bisa memberikan selingan makanan dan minuman yang tak kalah bergizi dari menu utamanya. Salah satunya bisa dipenuhi dari susu nih, Bunda. Susu menjadi pilihan aman untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil.

Solusi anak susah makan dengan Morinaga Morigro

Susu bagus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Namun, jangan asal pilih susu ya, Bunda.

Pastikan susu yang Bunda berikan ke anak memenuhi kebutuhan harian untuk menunjang perkembangannya. Salah satu yang bisa menjadi pilihan adalah Morinaga Morigro.

Susu yang satu ini diperkaya dengan minyak ikan, yang sejak lama dipercaya dapat membantu merangsang nafsu makan anak. Selain itu, susu ini juga dilengkapi dengan kombinasi Probiotik BB536 dan Prebiotik Serat FOS, yang membantu menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil dan juga menjaga daya tahan tubuh Si Kecil lebih optimal.

Susu ini juga tinggi kalsium & vitamin D yang berperan dalam pertumbuhan tulang dan tinggi badan Si Kecil. Tambahannya, Morigro juga dilengkapi dengan AA, DHA, Omega 3 & 6 yang penting untuk membantu pertumbuhan otak dan kecerdasan Si Kecil.

Jangan khawatir Si Kecil enggak suka, karena susu ini juga dibuat dengan rasa yang enak dan rendah gula. Sehingga disukai Si Kecil dan lebih aman untuk kesehatan giginya. Bisa menjadi solusi lengkap untuk Si Kecil yang susah makan.

(adv/adv)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda